<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323</id><updated>2011-08-14T20:24:49.375-07:00</updated><title type='text'>KUALITAS HIDUP ORANG PERCAYA</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-114917614209280765</id><published>2006-06-01T08:25:00.000-07:00</published><updated>2006-06-01T08:35:42.336-07:00</updated><title type='text'>Komentar Penulis</title><content type='html'>&lt;span style="color:#990000;"&gt;Komentar Penulis&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;            Kehidupan kita berhasil bukan karena seberapa panjang umur, cantik atau tampan. Bukan pula karena banyak gelar dan kaya. Namun yang paling penting adalah kualitas  hidup kita di dunia ini. Tuhan Yesus tidak berumur panjang di dunia, namun kualitas hidup-Nya sangat tinggi dan berbobot,  Ia menjadi model kita  hingga hari ini dan untuk selama-lamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kita memerlukan hidup yang berintegritas untuk mencapai hidup yang berkualitas. Keberhasilan kita semestinya bukan yang kelihatan di luar saja, namun termasuk juga seluruh aspek kehidupan. Anda boleh berhasil menjadi orang yang kaya-raya, namun kalau caranya dengan korupsi maka hal itu tidak bedanya dengan sampah.  Atau Anda boleh lulus cum-laude, tetapi caranya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN),  curang sebagainya. Ini pertanda  hidup yang tidak berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Salah satu cara yang paling penting untuk memanifestasikan kehidupan menjadi berkualitas adalah tetap melakukan kebenaran, walaupun tidak satupun orang yang melihat dan mengetahuinya. Tanpa disadari kita selalu terpengaruh dunia yang penuh kepura-puraan. Di tempat kerja ada orang yang pura-pura giat, karena takut dipecat, atau karena bos selalu memantau dengan hidden camera.  Di gereja orang pura-pura melayani, pura-pura care, pura-pura cinta Tuhan, pura-pura rohani, hanya karena terlanjur menjadi pengikut Kristus. Ironisnya Kristus mengetahui hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Buku kecil ini mencoba untuk mengevaluasi seberapa kadar kualitas hidup kita sebagai orang percaya. Dengan kehidupan yang penuh kesibukan kerja dan pelayanan sering kali kita lupa bahwa kita perlu bertahan bahkan meningkatkan kualitas hidup ini. Perintah Allah mutlak dan berkualitas, marilah kita mentaati-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Penulis sadar bahwa dirinya tidak sempurna, bahkan mungkin juga kurang berkualitas, namun atas kesadaran inilah maka buku ini diterbitkan guna mengevaluasi dirinya sendiri. Jika kebetulan Anda sebagai pembacanya kiranya  juga bermanfaat dan menjadi berkat bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Melalui kesempatan ini saya ingin memberi penghargaan khusus buat isteri saya  Chu Sei Hiong (Susan Cang) dan kedua anak kami yakni Jessica Gracia Rahel (En Mei) dan Philemon Gracia Putra (En En), sebagai isteri dan anak mereka senantiasa mendukung proses penulisan dan penyelesaian buku ini. Salam juga buat keponakan yang cantik Silvia Tjong di Taiwan, kiranya Tuhan juga senantiasa memelihara kehidupan Anda, walaupun jauh dari famili.  Kepada Evelyn Jingga yang mengedit buku ini, kiranya Tuhan senantiasa memberkati keluarga dan pelayanan Anda. Saya melihat Anda sangat menghargai kesempatan yang diberikan Tuhan, sambil menjaga anak, melayani juga menulis buku.  Kiranya jerih-payah Anda tidak sia-sia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih kepada salah seorang dosen saya Dr. Caprili Guanga yang telah memberikan sedikit kata pengantar, kiranya Tuhan meberkati pelayanannya. Demikian juga kepada Lentera Kehidupan Literatur yang telah menerbitkan buku ini, kiranya melalui sarana ini Kabar Baik boleh terpancar lebih luas lagi. Kepada teman-teman yang tetap mendukung dan seluruh  pembaca baik di mana saja berada, terimalah ucapan terima kasih ini, dan Tuhan memberkati senantiasa.&lt;br /&gt;San Jose, Februari 2006&lt;br /&gt;Karena Anugerah-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saumiman Saud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-114917614209280765?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/114917614209280765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=114917614209280765&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/114917614209280765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/114917614209280765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/06/komentar-penulis.html' title='Komentar Penulis'/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-114917549921487580</id><published>2006-06-01T08:23:00.000-07:00</published><updated>2006-06-01T08:24:59.773-07:00</updated><title type='text'>Kata Pengantar Dr Caprili Guanga</title><content type='html'>&lt;span style="color:#660000;"&gt;Kata Pengantar&lt;br /&gt;            Tidak banyak Gembala  yang memiliki bakat dan karunia untuk menggembalakan jemaat sambil menjadi penulis yang produktif. Saumiman Saud adalah salah satu rekan sepelayanan dan sahabat yang tidak hanya memiliki kualitas pelayanan sebagai Gembala yang baik; tetapi juga sebagai seorang penulis yang mampu menuangkan pikiran dan hatinya dalam tulisan-tulisan popular. Dengan demikian dapat membantu orang-orang percaya dalam pertumbuhan rohani,  baik mereka yang baru menjalankan kehidupan rohani atau yang sudah lama menjadi pengikut Tuhan Yesus.&lt;br /&gt;            Serangkaian tema dalam buku ini mengandung unsur-unsur penting untuk membantu setiap orang percaya dalam pertumbuhan rohaninya. Salah satu tantangan besar bagi setiap gereja adalah bagaimana mempertumbuhkan kehidupan rohani setiap anggota jemaatnya. Hal ini sangat relevan bagi orang-orang percaya etnis di negera Paman Sam ini di mana jemaat sering terjebak dalam "perlombaan tikus" yang menuntut segala tenaga dan waktu mereka sehingga mengakibatkan menurunnya keinginan untuk hal-hal rohani dan gerejawi.&lt;br /&gt;Saya yakin buku ini dapat menjawab tantangan tersebut dan menyediakan kepada setiap pembaca kesempatan untuk disegarkan kembali kehidupan rohaninya. Tetapi, ini hanya langkah awal dari perjalanan rohani yang harus ditempuh oleh setiap orang percaya yang berkeinginan untuk maju ke level yang lebih tinggi. Buku ini juga dapat membantu setiap orang percaya yang menginkan untuk meningkatkan kualitas hidup rohaninya.             Kiranya Anda sebagai pembaca menemukan kembali kebenaran-kebenaran yang memperkaya kehidupan rohani anda melalui setiap halaman dari buku yang kaya akan pengajaran ini. Roh Kudus senantiasa menaungi dan memimpin Anda dalam perjalanan rohani  yang berbuah.&lt;br /&gt;Dr. Caprili Guanga&lt;br /&gt;Grace Filipino Church&lt;br /&gt;Virginia, USA&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-114917549921487580?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/114917549921487580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=114917549921487580&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/114917549921487580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/114917549921487580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/06/kata-pengantar-dr-caprili-guanga.html' title='Kata Pengantar Dr Caprili Guanga'/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-114879583699233395</id><published>2006-05-27T22:54:00.000-07:00</published><updated>2006-05-29T00:38:43.540-07:00</updated><title type='text'>HIDUP BERKEMENANGAN</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#660000;"&gt;HIDUP BERKEMENANGAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Mazmur 13:1-6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Sering kali di dalam kehidupan sehari-hari kita merasa ragu untuk menceritakan pada orang lain bahwa sesungguhnya kita ini ragu-ragu akan keberadaan Tuhan. Bagaimana kita tidak ragu? Kita merasa telah melakukan cukup banyak untuk Tuhan. Kita berkorban untuk Dia. Kita menghabiskan tenaga , waktu dan pikiran bahkan uang. Tidak jarang pekerjaan dan keluarga menjadi korban juga gara-gara pelayanan  di gereja. Lalu apa hasilnya? Justru segala persoalan, permasalahan dan kesulitan masih saja muncul dalam kehidupan ini? Apa kesalahannya? Apa yang kurang beres? Pertanyaan ini kita simpan di dalam hati, tanpa orang lain boleh mengetahuinya.   Kita diam seribu bahasa. Kita tidak berani menceritakan kepada siapapun. Resikonya sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa dicap kurang rohani, kurang beriman. Apalagi yang mengalami persoalan ini adalah pengurus atau majelis gereja. Terlebih-lebih lagi kalau beliau adalah hamba Tuhan. Orang-orang akan mencemooh kita. “Apa-apaan ini? Pengurus gereja namun masih meragukan Tuhan?  Bila pendeta sempat mendengar mungkin Anda akan dipanggil dan dikira belum bertobat. Lebih lebih ekstrem lagi Anda diminta ikut kelas Katekisasi ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala kita berada dalam posisi demikian, dan pada saat-saat kita merasa ragu.  Pernahkah kita ragu atas keragu-raguan kita itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita melihat sedikit latar belakang sipenulis Mazmur ini. Setelah Saul mendengar suara para wanita Yerusalem bernyani memuji kemenangan Daud yang mengalahkan raksasa Goliat, maka mulai saat itu juga kehidupan Daud semakin terancam. Bayangkan saja , tatkala ia dengan santai memetik Kecapi menghibur Saul, tiba-tiba saja sebuah tombak menghujam ke arahnya; namun atas perlindungan TUHAN, Daud lolos. Tidak terhenti sampai di situ. Saul dengan berbagai cara hendak menghabisi Daud. Itu sebabnya Daud harus lari pontang-panting, sembunyi di gua-gua. Sementara itu orang-orangnya Saul tidak henti-hentinya menyerang. Itu sebabnya Daud berada pada posisi yang begitu tertekan dan terjepit.  Inilah pengalaman pahit yang pernah dijalani oleh Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur 13 yang ditulis oleh Daud ini berkisar pada persoalan yang hampir sama.  Ayat ini dimulai dengan 4 buah pertanyaan? “Berapa lama lagi TUHAN, kau lupakan aku terus menerus? (How long O Lord, will You forgetme forever). Berapa lama lagi Kau sembunyikan wajah-Mu terhadap aku? (How long will You hide Your face from me?) Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku dan bersedih sepanjang hari? (How long must I bear pain in my Soul and have sorrow in my heart all day long?)  Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku? (How long shall my enemy be excalted over me?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang secara bertubi-tubi dilontarkan oleh si pemazmur membuktikan bahwa beliau merasa berada pada posisi yang kurang menguntungkan. Kita tidak tahu persis kondisinya pada waktu ia menulis bagian ini. Namun ada dugaan bahwa pemazmur itu takut meninggal dunia, sehingga diperkirakan dia sedang dalam kondisi  sakit, coba banding dengan Mazmur 6. Kenapa dan sakitnya apa  kita tidak tahu. Bisa saja karena serangan dari musuh sehingga ia bukan sakit secara jasmani, namun sakit mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya pemazmur mulai merasa kuatir , jangan-jangan pengharapannya akan TUHAN itu sia-sia belaka. Imannya tidak dapat pernah mendapat stimulasi dari TUHAN. Doanya belum terjawab. Musuh bertambah banyak mengancam, bahkan saat ini para musuh semakin jaya. Persoalan juga bertambah. Semua kejadian dan keadaan ini yang mengakibatkan pemazmur menjerit dengan suara keras? Berapa lama lagi TUHAN? Kalau kita bandingkan dengan nabi Habakuk, kondisinya juga sama. Orang-orang kafir tiba-tiba menajdi lebih makmur, tanamannya lebih subur. Habakuk juga bingung akan hal ini. Maka ia  menjerit “Berapa lama lagi TUHAN”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mau jujur, tanpa disadari kita juga sering menjerit demikian. Tatkala muncul berbagai kekusutan persoalan rumah tangga kita. Ditambah lagi  kita mengalami berbagai masalah di kantor, rekan-kerja, kondisi yang tidak menyenangkan. Atau hubungan anatara sesama sanak famili terjadi ketegangan. Atau persoalan ekonomi keluarga yang membuat kita tidak konsentrasi belajar dan bekerja. Nah, persoalan yang bertubi-tubi ini, sering kali memacu kita bertanya pada TUHAN, berapa lagi TUHAN? Kadang hal ini yang membuat kita ragu akan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang teman saya yang melayani di Bandung, saat ini sedang berduka-cita. Sebab adik lakinya yang hendak menikah seminggu lagi (mungkin Minggu ini), namun minggu lalu dibunuh oleh orang yang tidak dikenal. Undangan telah dibagikan, semua sudah dipersiapkan, namun kemalangan ini terjadi. Saya dapat membayangkan sang calon pengantin sudah mencoba pakaian pengantin. Mungkin juga rencana honeymoon  ke Luar Negeri sudah dipersiapkan. Tetapi, semua sirna, lenyap begitu saja. Dalam kondisi demikain orang dapat mejerit kepada TUHAN berapa lama lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga bisa merasakan perasaan bagi mereka yang keluarganya mengalami korban gempa di Jogjakarta. Barang kali mereka baru saja bangun pagi, mungkin juga ada rencana-rencana masa depan yang sudah diprogramkan. Namun bencana yang tiba-tiba terjadi seakan-akan tanpa belas kasihan telah menghancurkan segala impian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kurang tahu apakah Anda pernah bertanya berapa lama kepada TUHAN atau tidak? Kadang dalam perjalanan melayani TUHAN dan tatkala diperhadapkan pada kondisi tertentu saya pernah bertanya demikian. Berapa lama lagi TUHAN? Berapa lama lagi TUHAN , kami sudah berlutut berdoa bahkan juga dengan doa puasa, namun kerinduan jemaat ini akan sebuah Gedung Gereja milik sendiri  belum terwujud? Berapa lama lagi Engkau Tuhan membiarkan salah seorang keluarga jemaat di tempat ini menanti terus menerus seorang anak? Berapa lama lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan kembali ayat 4.&lt;br /&gt;Dalam kondisi kekuatiran , pemazmur  kembali berhadapan dengan para musuhnya. Tadinya mereka berimbang, namun sekarang para musuhnya telah melebihinya. Mereka kemungkinan besar mengenyek, menghina dan bersorak-sorak. Itu sebabnya kembali pemazmur berkata  “Pandanglah kiranya, jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati” (NIV menerjemahkan Give light to my eyes, or I wil sleep in death” sedangkan NRSV “ Give light to my eyes, or I will sleep the sleep of death”). Terjemahan dalam NIV dan NRSV memakai “atau”, menunjukkan suatu permohonan pilihan yang menegaskan.  “Berikan cahaya atau mati, kira-kira demikian. Ayat ini juga berarti suatu pemulihan (restore), suatu kesembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kita mengalami kesulitan ditambah keterpojokan posisi kita, kadang orang-orang sekitar tidak ada yang dapat mengerti kita. Mungkin mereka juga mengenyek kita dan bersorak akan kegagalan kita. Kita tidak dapat menceritakan pergumulan hidup ini kepada mereka. Satu-satunya cara adalah menceritakan segala persoalan ini kepada Tuhan melalui doa-doa pribadi kita.  Kita boleh sepuas-puasnya menceritakan segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa tempat retreat tertentu kadang ada fasilitas bukit untuk kita naik ke sana dan berdoa menyendiri. Waktu itulah kita boleh melampiaskan segala curahan perasaan  bagi TUHAN. TUHAN adalah Bapa kita, maka kita tidak perlu sungkan menceritakan kepada-Nya. Saya bersyukur sebagai pendeta, dan tiap minggu diberikan kesempatan berkotbah. Jadi kalau saya melampiaskan pertanyaan-pertanyaan pada TUHAN dalam kotbah tidak masalah.  Doa itu bukan sekadar reaksi yang wajar dari orang benar terhadap berbagai kesukaran, namun doa juga merupakan obat mujarab melawan kesesakan hidup.  Pernahkah Anda merasakannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat sekali berbagai tuntutan Daud bahwa ia merasa ketidaksabaran menanti jawaban TUHAN.  Tuhan seakan-akan bertindak sangat lambat, sementara persoalan datang bertubi-tubi dan cepat.  Sama seperti kebanyakan orang, kita lebih senang minta agar TUHAN dengan segala kuasanya menghentikan segala persoalan tersebut. Kita sering lupa bahwa TUHAN juga sanggup memberikan kekuatan pada kita untuk menghadapi dan menang atas persoalan itu.  Ayat 5-6 “ Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu.  Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daud mulai sadar, ia melihat ternyata TUHAN Allah yang disembah itu adalah TUHAN yang penuh kasih setia-Nya (unfailing love). Untuk itu maka respon yang ditujukan pada TUHAN adalah ia harus bangkit dari permasalahan dan kesulitan, bukan tenggelam dan terbawa arus. Hidup manusia begitu rapuh , bukan hanya rapu tetapi hidup kita sekaligus begitu lapuk. Gampang rusak. Ia ibarat mutiara yang harus dijaga setiap saat.  Itu sebabnya tanpa Kasih setia Tuhan maka semua itu tidak akan terpelihara dengan baik. Antara hidup Normal dengan tidak jaraknya  sangat dekat.  Manusia normal jika tidak ada penyerahan total pada Tuhan, maka kehidupannya gampang sekali berubah menjadi abnormal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih setia Tuhan sangat terlihat di dalam diri  Daud, bayangkan saja; berbagai bahaya yang semestinya terjadi di dalam dirinya, namun ia senantiasa terluput darinya. Providensi Tuhan sangat nyata di dalam diri Daud. Itu sebabnya imannya mulai terstimulasi, ia menjadi percaya. Bukan hanya itu, ia juga bersorak-sorak; karena penyelamatan dari Tuhan itu jelas dan nyata.  Seorang penafsir mengatakan apabila engkau bangkit kembali di dalam Tuhan maka engkau pasti akan bangkit pula dari keputusasaan hidup ini. Inilah yang dimaksud dengan hidup yang berkemenangan itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pelajaran rohani yang kita peroleh dari Daud hari ini terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama,  bahwa sebagai manusia kita begitu rapuh dan lapuk. Itu sebabnya bila ada tekanan, kesulitan, persoalan, sakit, dan keputusasaan yang menimpa, kita gampang protes dan bahkan marah serta lupa diri .  Namun Tuhan kadang membiarkan itu berjalan terus di dalam hidup kita, hingga kita memasuki tahap kedua. Bukan berarti IA meninggalkan kita, IA mau kita benar-benar sadar bahwa kita butuh pertolongan dari-Nya. Memasuki Tahap ke tiga, ini merupakan Tahap penentuan, ternyata Tuhan yang disembah memang benar-benar memiliki kuasa yang dahsyat. IA sanggup memberikan kita kekuasaan menghadapi berbagai persoalan yang sulit, dan bukan hanya itu. IA juga membawa kita menuju kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka memperingati Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga, kita diingatkan kembali bahwa IA pergi bukan meninggalkan kita begitu saja. Tetapi di sana IA menyediakan tempat buat kita. Suatu jaminan yang pasti.  Kalau kita sudah memiliki suatu jaminan dan pengharapan  yang pasti seperti ini, maka selama proses perjalanan menuju ke sana apabila mengalami berbagai rintangan dan hambatan tentu tidak masalah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kesalahan terbesar dari setiap manusia adalah, kita lebih senang kalau prosesnya dihilangkan. Kita selalu mau mengambil jalan pintas. Namun pernahkah kita bayangkan jikalau Tuhan juga memakai jalan pintas. Pernahkah kita terpikir mengapa suatu hari yang kita lewati itu 24 jam lamanya. Seakan-akan cukup lama. Ada yang merasa bosan. Namun pernahkah kita juga berpikir apa yang akan terjadi seandainya satu hari hanya kita lewati dalam jangka waktu 5 menit. Pada saat itulah waktu berjalan begitu cepat? Kita tidak sempat melakukan sesuatu. Namun dengan adanya proses waktu yang normal saat ini yang disertai segala permasalahan yang kita hadapi, ditambah lagi kemenangan yang kita peroleh. Kita dapat menyaksikannya kepada orang-orang bahwa Tuhan yang kita sembah bukan Tuhan yang tidak berdaya.  Tetapi IA adalah Tuhan yang berkuasa memberikan menyelesaikan mandate kepada kita menghadapi masalah dan IA sanggup menyelesaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika malam hari saya hendak berangkat dari San Jose menuju San Francisco, saya butuh lampu mobil. Namun saya tidak butuh lampu yang dapat menyinari dari San Jose hingga San Francisco. Lampu yang saya butuh adalah , lampu yang sesuai jarak pandang saya mungkin sepuluh hingga dua puluh meter saja sudah cukup. Yang penting adalah saya mengerti direction, dan pasti saya akan tiba di San Francisco. Jadi setiap miles saya boleh dituntun oleh lampu tersebut sudah cukup. Demikian juga proses perlindungan Tuhan dalam hidup kita. Kalau hari ini kita melewati hari-hari kita, itu sudah pertanda Tuhan memelihara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah kita sekarang ini hidup di dalam jaman Anugerah. Tuhan mengutus Yesus senantiasa mendampingi kita. Kuasanya yang dahsyat melampaui alam semesta. Kita sungguh yakin bahwa IA sanggup memberikan kekuatan kepada kita menghadapi segala persoalan. Kalau tidak , maka tidak mungkin IA mengatakan   “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”.  (Matius 11 : 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-114879583699233395?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/114879583699233395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=114879583699233395&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/114879583699233395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/114879583699233395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/05/hidup-berkemenangan.html' title='HIDUP BERKEMENANGAN'/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-114650171502915259</id><published>2006-05-01T09:40:00.000-07:00</published><updated>2006-05-01T09:42:01.973-07:00</updated><title type='text'>BERJALAN BERSAMA TUHAN</title><content type='html'>&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;BERJALAN BERSAMA TUHAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Mazmur 121 : 1-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur 121 ini termasuk merupakan salah satu “Nyanyian Ziarah”. Mazmur yang dipakai oleh para peziarah dalam perjalanan mendaki Gunung Sion selama pesta-pesta besar pada perayaan hari-hari Kudus. Hingga hari ini Mazmur ini juga dipakai sebagai mengawali sebuah perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Mazmur sering disebutkan bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang hidup.&lt;br /&gt;Ia Sempurna.&lt;br /&gt;Kuasa-Nya dahsyat.&lt;br /&gt;Kesucian-Nya teruji.&lt;br /&gt;Kasih-Nya tak terukur.&lt;br /&gt;Keadilan-Nya tak terkalahkan.&lt;br /&gt;Di bagian lain Tuhan juga digambarkan sebagai Batu Karang yang Teguh. Menara pengharapan dan landasan yang kokoh. Inilah gambaran Tuhan kita. Bersyukurlah kita menyembah Tuhan yang demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan juga Superior atas segalanya. Manusia tidak ada apa-apanya dihadapan-Nya. Tuhan tidak pernah gagal. Dia tidak pernah bersalah. Rencana-Nya Indah. Beda dengan manusia yang penuh dengan kesalahan. Apalagi kalau kita mencoba mencari-carinya, bisa bertubi-tubi dan bergudang-gudang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat akhir bulan seperti ini, Polisi sering mencari mangsa. Ketika kita melewati Free Way 880 South. Kemudian memotong Free Way 17, dan exit ke arah jalan San Tomas Epw, sering kali Polisi sudah menunggu di sana, sebab banyak pengendara mobil yang tanpa sadar masih mengendara dengan kecepatan tinggi. Apalagi perjalanannya seakan-akan seperti turun dari gunung. Pada saat itu Polisi banyak megedarkan tiket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya yang kerja di perusahan Kartu Kredit juga pernah cerita bahwa dia tidak betah bekerja di sana, mengapa? Karena setiap hari pimpinannya meminta mereka memikirkan teknik menjebak nasabahnya. Dengan demikian keuntungan diharapkan dapat ditingkatkan khususnya dari  jebakan denda dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda dengan Tuhan kita, Ia justru datang ke dunia ini MENGHAPUS segala kesalahan kita.  Sadarkah anda bahwa kita memiliki Tuhan yang luar biasa ini? Namun mengapa kadang-kala kita seakan-akan tidak mempedulikan-Nya? Mengapa kita mengabaikan-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemazmur sangat mengerti bahwa akan merupakan keuntungan besar bila kita memiliki Tuhan yang sempurna ini. Itu sebabnya di dalam Mazmur nomer 121 ini ia mengungkapkan pada kita bagaimana Tuhan yang sempurna itu ? Apa saja yang dilakukan-Nya? Mazmur yang mengungkapkan pada kita bahwa Tuhan itu MENJAMIN seluruh perjalanan hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Tuhan sebagai Penjaga kita&lt;br /&gt;     (The Lord Is your Keeper)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Pemazmur melayangkan matanya ke arah bukit Sion selaku tempat yang dianggap Kudus, yakni bukit Tuhan, seperti yang tercatat di dalam Mazmur 3 :5. Mereka percaya bahwa di sanalah bersemayam Tuhan sang Pencipta itu.  IA bertanya dari manakah Pertolongan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 2 merupakan jawaban yang penuh pasti tentang Tuhan-Nya. Pemazmur ingin menyaksikan bahwa Tuhan-Nya beda dengan tuhan yang disembah oleh nabi Baal.  Dalam 1 Raja-raja 18 :27,  pada waktu diadakan pertarungan antara Nabi Elia dengan nabi-nabi Baal, para nabi telah menari-nari capek dan lelah, namun api masih belum turun dari langit. Itu sebabnya Elia sempat mengenyek nabi Baal itu, katanya: "Panggillah lebih keras, bukankah dia allah? Mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, dan belum terjaga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemazmur hendak mengatakan bahwa Tuhan Allah yang dia sembah adalah Tuhan yang sepanjang sejarah terus-menerus memelihara. Ayat 4 muncul kata kembarnya yakni tidak terlelap dan tidak tertidur. Dengan demikian di sini ditegaskan lagi bahwa benar-benarlah Dialah  Tuhan yang tetap terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan yang sebagai penjaga manusia itu konsisten dan komitmennya melebihi  seorang ibu yang sedang menjaga anaknya.  Sering kali tatkala anaknya menangis ia langsung terjaga, namun tidak jarang karena capek seorang ibu juga tetap tidur terlelap walaupun anaknya menangis. Tahu-tahu sewaktu bangun anaknya sudah basah karena lupa diganti popoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari seorang penjaga malam menceritakan sebuah mimpi yang indah kepada tuannya. Ia mengatakan bahwa di dalam mimpinya sang tuan segera mendapat rejeki besar dan sukses. Sang tuan gembira sekali, dan benar hasil mimpinya dalam waktu yang singkat dia sukses besar. Penjaga malam itu diberikan hadiah, namun pada waktu yang sama juga ia diminta supaya berhenti bekerja. Kenapa? Karena ternyata pegawai ini tidak bertanggung-jawab. Tugasnya adalah sebagai penjaga malam, namun ia tidur dan bermimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan kita adalah adalah Tuhan yang tidak pernah tertidur. Dengan demikian sudah tentu Ia memelihara kita sepanjang sejarah.  Ada hal yang sangat penting yang harus kita lakukan  karena Ia adalah Tuhan Allah yang tidak pernah tertidur.  Ia tahu segala sesuatu yang kita perbuat. Sadarkah bahwa apa saja yang kita lakukan secara langsung di bawah pemantauan Allah? Kalau di kantor, para bos memasang Kamera Tersembunyi di sana-sini, para pegawai tidak dapat berkutik. Mereka tidak berani ngobrol, chatting juga berhenti, apalagi ngemil-ngemil makanan. Kalau bos saja kita begitu takut, mengapa kita tidak takut pada Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Tuhan sebagai Penaung kita &lt;br /&gt;      (The Lord Is Your Shade)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sebagai Penjaga, Tuhan juga sebagai Penaung kita. Tempat kita berteduh. Seperti tatkala panas terik matahari atau hujan deras terjadi,  lalu kita memiliki sebuah payung untuk tempat berteduh. Sungguh nyaman sekali.  Mazmur  37:23-24 “ TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;  apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan sebagai Naungan kita juga ibaratnya kita memiliki backing yang senantiasa menjaga kita. Yang perlu kita ingat adalah, walaupun Tuhan itu sebagai Penjaga dan Penaung,  bukan berarti bahaya di sana sini tidak pernah mengancam. Kalau ada pendeta yang mengajarkan bahwa orang percaya itu bebas dari bahaya dan ancaman, berarti itu pengajaran yang salah. Justru karena banyak bahaya yang mengancam maka kita memerlukan Penjaga dan Penaung (Pelindung) itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Komunis  menyerang Korea, mereka berusaha menghapus kekristenan. Dengan darah dingin mereka membunuh 500 orang pendeta dan membakar 2000 gereja. Banyak pendeta berusaha melarikan diri. Tetapi ada seorang pendeta yang mengambil keputusan untuk tetap melayani jemaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada siang hari ia bersembunyi di sebuah gua di lereng gunung, dan malam hari ia kembali ke kota melayani jemaatnya. Pada suatu malam dimusim dingin, terjadilah badai salju yang hebat sehingga ia kehilangan arah. Dengan sekuat tenaga ia mencari jalan menuju ke kota kecil itu, tetapi ia tetap saja kehilangan arah. Namun ketika malam sudah larut ia merasa kedinginan, lapar dan lelah. Tetapi ia maish belum dapat menemukan kota itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta itu kemudian berlutut dan berdoa. “Tuhan Yesus, hidupa dan matiku ada di tangan-Mu, kuserahkan diriku ke tangan-Mua. Aku percaya pada janji-Mu untuk menjaga dan melindungiku.” “ aku tidak sanggup berbuat apa-apa selain berbaring di atas salju dan tidur”.  Datanglah dan selimutilah aku, lindungilah aku sepanjang malam ini.” Lalu iapun tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika paginya ia bangun ia merasa hangat dan enak. Dan tatkala ia mebuka matanya , ia melihat seekor macan  yang besar tidur bersamanya sepanjang malam. Pada saat itu ia penuh dengan Roh Tuhan dan kuasa janji Tuhan. Harimu yang besar itu seakan-akan menjadi seekor Kucing yang manis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya stop di sini. Yang menjadi pokok persoalannya adalah bukan bagaimana cara Allah melindungi umut-Nya, tetapi SIAPA ALLAH yang menjaga dan melindungi Umat-Nya. Dengan demikian kita dapat menyerhakan segala pengharapan kepad Allah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang men jadi  backing anda hari ini? Apakah perusahaan tempat anda bekerja saat ini? Deposito anda di Bank?  Stock anda yang banyak itu? Semua itu akan berubah setiap saat.  Tetapi Allah, dalam Maleakhi 3 : 6  “Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Tuhan sebagai Penjaga dan Penaung kita yang kekal (The Lord Is your  Keeper and Shade, yesterday, today , tomorrow and Forever)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Alkitab kita dikatakan bahwa Tuhan Allah  akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan. Ia juga menjaga nyawamu. Dan bahkan Ia menjaga keluar masukmu dari sekarang sampai selama-lamanya.&lt;br /&gt;“The Lord will Protect you&lt;br /&gt;The Lord will keep your soul&lt;br /&gt;The Lord will Guard your going out and your coming in&lt;br /&gt;From this time forth and Forevermore”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pemazmur mengatakan bahwa sebagai Penjaga dan Penaung kita yang kekal, Tuhan Allah bukan hanya menjaga kita dari para musuh  yang hendak mencelakakan kita. Tetapi Ia juga menjaga kita   dari segala macam kesukaran dan problema hidup kita. Kalau kita percaya bahwa Allah kita itu sempurna, itu berati bahwa  segala rencana dan rancangannya sempurna. Oleh karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk cemberut akan kejadian yang tidak menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tuhan Allah tidak pernah merancangkan kecelakaan bagi kita, namun tidak menutup kemungkinan besar kecelakaan itu terjadi dalam hidup kita. Itu artinya apa? Artinya kalaupun terjadi kecelakaan itu bukan dari Allah. Permasalahannya adalah Allah sering dijadikan “Kambing Hitam”   Allah sering dituduh. Kita sering memfitnah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Rabi Harold Kushner menulis sebuah buku yang sangat laris tentang penderitaan , ia berikan judul “When Bad Thing Happen to Good People”. Buku ini ditulis karena pengalaman pribadinya menyaksikan anak lelakinya yang bernama Harun berjuang melawan penyakit ketuaan yang dideritanya. Tubuhnya masih muda tetapi ia menjadi tua dalam waktu singkat, botak , keriput dan akhirnya meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kushner menjelaskan bahwa ia telah belajar banyak tentang kasih Tuhan, namun ia mempertanyakan kuasa Tuhan. Ia percaya bahwa Tuhan itu baik, ia tidak suka melihat kita menderita, namun bagi Kusher sayangnya Tuhan itu tidak mempunayi kuasa yang cukup untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di dunia ini, terutama masalah yang dialami anaknya. Ia mengatakan bahwa jika kita mengharapkan Tuhan menolong kita keluar dari penderitaan, sepertinya terlalu banyak yang kita tuntut dari Dia. Lebih lanjut Kushner mengatakan  Tuhan itu tidak mampu, maka jangan paksakan Dia. Pendapat Kushner sepertinya benar? Itu sebabnya bukunya menjadi laris bagi orang-orang yang sedang mengalami penderitaan dan kecewa pada Tuhan. Namun apakah hal ini benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tatkala Ayub menderita, Tuhan Allah tidak mengatakan pada Ayub, maaf atau sorry Ayub; ini adalah masalah dirimu sendiri, jadi tidak ada sangkut pautnya dengan Aku. Atau Tuhan juga tidak katakan “Aku ingin sekali membantumu, namun Aku tidak mampu”  Oh,  Tuhan tidak berkata demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tetapi Ia justru berkata pada Ayub dalam pasal 38-41 , bahwa segala Kuasa ada pada-Nya, panjang lebar Tuhan Allah menguraikan nya pada Ayub. Hingga akhirnya Ayub berkata. Lihat Ayub 42 : 2 “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal”  Ayub 42 : 5 “ Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau, Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku, dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Philip Yance bertanya, jika Tuhan itu memang terbatas kemampuan-Nya, mengapa Ia memilih situasi yang terburuk di mana kuasa-Nya diperlukan untuk menjelaskan tentang kuasa-Nya? Elie Wiesel seorang Yahudi yang lahir di Rumania, ia juga seorang pemenang Nobel thn 1986 berkomentar demikian “ Jika benar Tuhan yang digambarkan Kushner seperti itu, maka saya pikir Ia harus mengundurkan diri dan membiarkan seseorang yang lain menggantiakn posisi-Nya sebagai Tuhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Allah yang kita sembah tidak seperti yang  digambarkan Kushner, bukan? Ia Tuhan yang kekal. Ia yang menjaga dan menaungi kita untuk selama-lamanya.  Bagi orang yang berjalan bersama Tuhan, tidak ada keraguan jika ia gagal. Tidak ada kecemasan kalau kita tidak berhasil. Tidak ada penyesalan kalaupun kita susah. Karena rancangan Allah selalu indah pada waktunya.  Rom 8:28  Kita tahu bahwa Allah mengatur segala hal, sehingga menghasilkan yang baik untuk orang-orang yang mengasihi Dia dan yang dipanggil-Nya sesuai dengan rencana-Nya. (BIS)&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-114650171502915259?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/114650171502915259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=114650171502915259&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/114650171502915259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/114650171502915259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/05/berjalan-bersama-tuhan.html' title='BERJALAN BERSAMA TUHAN'/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-114539081326807826</id><published>2006-04-18T13:05:00.000-07:00</published><updated>2006-04-18T13:06:57.163-07:00</updated><title type='text'>KEBANGKITAN KRISTUS : REAL  ATAU MIMPI</title><content type='html'>&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;KEBANGKITAN KRISTUS : REAL  ATAU MIMPI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Lukas 23 : 56b  s/d 24 12, 1  Kor  15 : 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian itu adalah musuh besar manusia. Itu sebabnya dengan berbagai cara manusia berusaha menghindarnya. Jikalau muncul gejala sakit, kita cepat-cepat mencari obat, apabila tidak sembuh maka dokter yang dicari. Mengadakan diet yang ketat supaya tubuh stabil. Giat berolah raga supaya tetap sehat. Minum vitamin supaya awet muda dan sebagainya. Semua ini untuk melawan atau paling sedikit mencegah kematian dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Demikian juga dengan Tuhan Yesus. Sebagai manusia Ia juga bergumul dengan kematian. Kalimat yang Ia mengucapkan, kalau bisa cawan ini berlalu dari pada-Nya. Yang artinya jikalau memungkinkan Jalan Salib ini tidak perlu ditempuh. Di Taman Getsemani Ia berdoa dengan peluh bercampur darah. Tiga kali berturut-turut Ia berdoa untuk permohonan yang sama, hingga akhirnya Ia menyerahkanNya di dalam kehendak Allah.&lt;br /&gt;          Di saat-saat yang menggentarkan itu, muncul salah seorang murid-Nya yang bernama Yudas Iskariot. Ia mengantar para tentara untuk menangkap Yesus. Pada malam itu juga Yesus diseret ke pengadilan. Ia diadili dengan cara yang paling tidak adil. Ia dicambuk dengan cambuk yang bermata kail, hingga kulitnya remuk. Ia disiksa dengan paksa, Ia ditendang dan diterjang. Ia diludahi dan dihina. Dan akhirnya, demi kepentingannya Pilatus akhirnya memutuskan menyalibkan Dia dan membebaskan Barabas si penjahat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Bukit Golgota merupakan saksi sebab di sinilah Yesus disalibkan. Salib yang bagi orang dunia suatu penghinaan dan kekalahan, namun bagi Tuhan Yesus justru  kemenangan. Mengapa? Karena Yesus bukan hanya mati disalibkan, tetapi Ia juga bangkit dari kubur.  Alkitab mencatat, tatkala pagi-pagi buta, para wanita menuju ke kubur Yesus. Mereka bermaksud hendak merempahi mayat Yesus. Namun apa yang terjadi? Batu penutup kubu telah bergeser dan kubur-Nya terbuka. Yesus tidak ada di dalam. Lukas 26 : 6 mencatat “ Ia tidak di sini, Ia telah bangkit”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa arti Kebangkitan ini bagi kita?  Saya mencatat ada 3 hal, yakni : Kebangkitan Kristus ini ini real, bukan iluminasi atau angan-angan. Kedahsyatannya melampaui segala-segalanya. Ada 3 hal yang akan kita lihat pada bagian ini. Kebangkitan Kristus menunjukkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran Melampaui Dusta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus mengajarkan Kebenaran, tetapi justru Ia ditangkap dan dibunuh kareana Kebenaran ini. Ia dituduh dengan tuduhan palsu. Dunia yang penuh dusta sering membuat kita juga merasa demikian. Tidak jarang kita mendengar di dunia ini lebih gampang mendirikan Night Club dari pada gereja. Tidak jarang kita menemukan orang yang berbuat baik justru dirugikan. Ketika ada orang yang  berlaku jujur justru disakiti.  Sehingga ada orang mengatakan, jika saya berbohong justru tidak terjadi apa-apa, namun ketika saya jujur malah dipermasalahkan dan dipersulit. Lalau kita harus bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangktan Tuhan Yesus itu real. Jika kita tidak membuktikannya-pun, kebangkitan-Nya tidak dapat disangkal. Namun, kalaupun harus dibuktikan maka kita dapat menyampaikan dengan beberapa argumentasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubur Kosong boleh dikatakan bukti yang cukup nyata. Namun bagi orang yang tidak percaya tentu akan mengatakan bahwa mungkin Yesus pergi ke kubur yang salah. Atau Yesus hanya pinsan sehingga mayatnya dicuri oleh murid-murid-Nya. Tetapi bukankah para pengawal tidak mungkin menjaga kubur yang salah? Kubur itu ditempel materai. Walaupun pengetahaun kedokteran tidak secanggih saat ini, namun orang-orang yang menyalibkan Yesus itu bukan orang yang bodoh, sehingga mereka tidak dapat membedakan orang mati atau pinsan. Justru dusta para penjaga kubur yang harus dipertanyakan? Mengapa mereka sebagai penjaga tidak berusaha melawan “si pencuri” mayat itu? Bukankah murid-murid Yesus itu tanpa senjata? Lagi pula sebagai penjaga semestinya mereka yang bertanggung jawab atas pencurian ini, paling sedikit mereka yang ditangkap? Namun kenapa hal ini tidak dilakukan? Apa yang terjadi dibalik itu? Bukankah ini hanya dusta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman maut Yudas Iskariot di Taman Getsemani  dan 30 puluh keping perak uang yang sempat disentuhnya,   tidak sanggup melumpuhkan Yesus. Paku di tangan dan kaki Yesus, tombak di perut-Nya kematian-Nya di atas kayu salib bahkan batu penutup kubur tidak dapat menahan kebangkitan-Nya. Makanya rasul Paulus mengatakan dalam 1 Korintus 15 :17 “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sia kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu”. Jika Tuhan Yesus tidak bangkit,. Maka hari ini kita telah dibohongi secara besar-besaran. Sia-sialah pengorbanan murid-murid Yesus, sia-sisalha pengorbanan para misionaris. Dan sia-sia kita percaya kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Kebaikan Melampaui Kejahatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejahatan atau dosa ingin membinasakan Tuhan Yesus. Namun Yesus bangkit dan itu menandakan bahwa terbatasnya kejahatan itu. Dunia berusaha meruntuhkan Iman kita, namun kebangkitan Yesu justru meningkatkan iman kita. Banyak sekali cara yang dilakukan orang untuk menggoncang iman kita. Ada teolog yang menganggap Kebangkitan Tuhan Yesus tidak penting. Ia bahkan mengatakan bahwa kebangkitan  hanya mitos. Lalu muncul Dan Brown yang menulis novel Da Vinci Code. Beliau mengatakan bahwa Yesus menikah dengan Maria Magdalena, padahal Alkitab tidak menulis hal itu. Ditambah lagi belakangan ini dengan santernya muncul Injil Yudas. Tidak tahu apa motivasi mereka yang sesungguhnya, tetapi kemungkinan ingin menggoyahkan Iman orang percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun segala kejahatan yang berlabel “rohani” ini tidak sanggup menggoyahkan atau meruntuhkan iman kita. Karena kebaikan Tuhan Yesus yang telah bangkit  ini melampaui segala perbuatan jahat itu. Untuk menyatakan diri sebagai orang percaya yang sejati maka ia harus mempraktekkan perbuatan baik, karena tanpa kebaikan maka sia-sia iman kepercayaan kita. Di atas kayu salib Yesus memperlihatkan integritas-Nya. Kepada orang-orang yang menyalibkan-Nya,  Ia berkata “Ya Bapa Ampunilah mereka sebab&lt;br /&gt;mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”  Ia mengasihi mereka, Ia mengampuni mereka, bahkan Ia menerima seorang penjahat yang bertobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita? Bagaimana caranya kita menghadapi orang-orang yang selalu berbuat jahat pada kita? Apakah saat ini kita sedang melakukan pembalasan atau tuntutan pada mereka? Bagaimana cara mempertanggung-jawabakan diri kita sebagai orang percaya? Iman itu tidak kelihatan, justru yang terlihat itu adalah perbuatan kita. Bagaimana seseorang dikatakan beriman jikalau kenyataannya tidak disertai perbuatannya? Jikalau keangkitan Tuhan Yesus telah mengalahkan kejahatan. Mengapa  kita masih berada dalam posisi yang kalah?&lt;br /&gt;                                     &lt;br /&gt;Kasih Melampaui Dendam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia benci  Yesus, tetapi Allah mengasihi dunia ini. Itu sebabnya di dalam Yohanes 3 :16 kita dapat membaca “Karena Begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan Anaknya tunggal supaya setiap orang yang percaya tidak binasa melainkan beroleh hiduap yang kekal”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih Allah adalah kasih Agape, kasih yang walaupun (uncondisional love). Jadi walaupun IA disakiti, dihina,didera, bahkan disalibkan, Ia tetap saja mengasihi mereka yang meyalibkan Dia.  Tuhan Yesus tidak menyimpan dendam, IA tidak memperhitungkan kesalahan. Kasih yang dipraktekkannya telah melampaui segala dendam yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita diam sejenak. Coba kita evaluasi diri kita. Pernahkah kita mencoba menghitung seberapa kali kita mengasihi orang-orang yang menyakiti kita dibandingkan dengan membalasnya kembali? Kadang mungkin kita tidak berani secara langsung mebalasnya, karena orang yang menyakiti kita itu adalah atasan kita. Namun dengan menyimpan kekesalaan di hati saja sudah termasuk membalas dendam bukan? Dan terlalu sering  kita melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini saya menerima sms dari seorang kawan, yang memberitahu perihal sekelompok anak Tuhan yang di dalamnya juga ada hamba Tuhan sedang menuntut seorang gembala sidang ke pengadilan. Apakah ini merupakan hadiah paska baginya?. Jikalau yang dituntut itu karena kriminal tentu tidak masalah, namun jikalau Ia dituntut karena pelayanan; maka kita perlu bertanya-tanya? Ada apa gerangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kadang kemerosotan orang percaya bukan karena pihak luar, tetapi karean ulah dan prilaku kita sendiri. Ingat, orang percaya bukan “badut” yang siap ditertawai oleh orang-orang., tetapi ia adalah teladan yang mesti dicontoh dihargai karena integritasnya, komitmennya, karakternya, kejujurannya dan kebaikan serta kesuciannnya. Kadang hanya gara-gara segelintir “oknum” telah merusak seluruh komunitas orang percaya itu secara menyeluruh. Jangan mengotori karya Agung Kebangkitan Tuhan Yesus, Kasihnya melampaui dendam. Jadi jika Anda menyimpan demdam maka Anda yang perlu dipertanyakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Kebangkitanm Kristus ini apa yang dapat kita pelajari hari ini?  1 Kebenaran Melampaui Dusta, 2. Kebaikan Melampaui Kejahatan dan Kasih Melampaui Dendam.  Itu sebabnya mari bangkit dan sambutlah kemenangan ini. Bersatu kita bangkit menuju pengharapan yang pasti. Ya pengharapan yang pasti. Real bukan Mimpi,- (Paska 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-114539081326807826?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/114539081326807826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=114539081326807826&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/114539081326807826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/114539081326807826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/04/kebangkitan-kristus-real-atau-mimpi.html' title='KEBANGKITAN KRISTUS : REAL  ATAU MIMPI'/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-114383163811553903</id><published>2006-03-31T10:59:00.000-08:00</published><updated>2006-06-01T12:38:33.470-07:00</updated><title type='text'>BERBAHAGIA ORANG YANG SUCI HATINYA</title><content type='html'>&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;BERBAHAGIA ORANG YANG SUCI HATINYA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;(Matius 5 : 8 &amp;amp; Maz 24 : 3-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin semua orang ingin memiliki standar yang “suci hati”, namun kita tidak sanggup karena kehidupan manusia sejak dahulu telah dicemari oleh dosa sehingga sangat sulit mencapai stadar ini. Itu sebabnya satu-satunya cara yang ditempuh adalah meminta pertolongan Tuhan Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suci hati” terdiri dari dua kata, yakni kata “Suci” yang sering diterjemahkan dengan kata murni. Murni juga berarti dipisahkan dan ditempatkan ke tempat yang khusus., jadi lebih menuju kepada yang seteril. Seperti orang yang menambang emas, ada usaha keras untuk memisahkan emas dari lumpur dan pasir. Sedangkan kalau “Hati” itu urusan yang di dalam dan ini biasanya menyangkut tiga hal, yakni Pikiran, Kehendak dan Emosi. (coba bnd Maz 24 : 3-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manusia melihat apa yang di depan mata, namun Tuhan melihat hati” (1 Sam 16 :7). Kesucian dan kemurnian hati seseorang tidak dapat dipantau oleh mata manusia ataupun alat-alat kedokteran yang secanggih apapun, hanya Tuhan saja yang dapat memantau kita. Kepada manuisia kita dapat mengelabui, namun jangan sekali-kali kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pikiran kita jahat, otomatis mempengaruhi hati kita berbuat jahat pula. Itu sebabnya maka kita tidak dapat terlepas begitu saja antara pikiran dan hati. Pikiran kita sering kali dikotori dengan hal-hal yang negatif. Terlihatlah di sana motivasi yang tidak murni, sehingga menjadi tidak suci. Kalau pikiran kita baik, otomatis yang kita kerjakan juga baik. Yesus mengatakan justru hanya dengan pikiran kita saja kita telah berbuat dosa. Jadi apabila kita tetap hendak mempertahankan hidupa suci, maka kita harus membereskan pikiran kita terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Daud sudah menghampiri Batsyeba isteri Uria itu, maka ada ketakutan tersendiri dalam dirinya, karena ternyata Batsyeba itu hamil ( 2 Sam 11: 4 -5) Itu sebabnya ia memanggil Uria kembali dari medan perang, dengan maksud agar Uria itu boleh menginap satu dua malam di rumah (2 Sam 11 : 8). Dengan demikian maka kehamilan Batsyeba tidak menjadi masalah. Inilah pikiran yang tertanam di hati Daud. Kelihatannya apa yang dilakukan oleh Daud itu baik, namun motivasinya jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya Uria itu sangat tulus dan setia pada Daud, sehingga walaupun ia pulang namun ia tidak menginap di rumahnya tetapi ia tetap siaga menjaga sang rajanya. Bahkan suatu malam diadakan pesta dengan maksud agar Uria mabuk , lalu secara tidak sadar ia pulang ke rumah, namun Uris tetap saja nginap di Istana. Dasar pemikiran Daud sudah jahat, maka akhirnya ia mengirim Uria ke medan perang dan dipasang pada barisan terdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita gugurlah Uria. Dalam keadaan begini juga Daud masih mengatakan sudah biasa kalau orang mati dalam suatu peperangan. Pikiran yang jahat akan menghasilkan perbuatan-perbuatan yang jahat pula. Jadi bahaya sekali orang yang hatinya tidak suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu kita sempat kaget mendengar berita bahwa ada seorang aktifis yang menghabiskan nyawa pendetanya hanya karena ia dilarang memakai fasilitas gereja untuk berpacaran. Mestinya sebagai anak Tuhan ia akan menerima dengan rendah hati teguran ini dan tingkah lakunya diperbaharui. Namun yang terjadi justru terbalik, ia malah pergi membunuh pendetanya. Hati yang jahat menghasilkan pemikiran yang jahat pula. Dan melalui pemikiran yang jahat tercipta perbuatan yang jahat, sehingga banyak orang percaya jatuh dalam keadaan demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tendensi kita belum sampai bunuh membunuh, tetapi kalau sebagai anak Tuhan di dalam hatinya ada tersimpan rencana mencelakakan orang lain, maka kita perlu pertanyakan kekristenannya. Ketika ada ornag merugikan kita, ketika ada orang yang menyakiti hati kita, ketika ada orang yang mengkhianati kita bahkan ketika ada orang yang merebut kedudukan kita. Apa yang kita lakukan terhadapnya? Orang percaya semestinya memiliki pikiran yang jernih dan kokoh, ia tidak akan tergoyahkan hanya karena ada orang yang berbuat jahat kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kehendak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memberikan kepada setiap ciptaan-Nya kehendak bebas, namun bukan berarti ia dapat sebebas-bebasnya melakukan segala sesuatu. Saya senang sekali dengan definisi kehendak bebas kita sebagai suatu kehendak yang mengakibatkan kita bebas untuk memilih yang baik dan menjauhkan yang jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang “Suci Hati”nya tentu memiliki kehendak yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Kitau sering mendengar orang-orang yang selalu ingin menyesuaikan kehendaknya dengan kehendak Tuhan, itu tidak salah. Namun yang terjadi adalah, kadang ada orang yang memaksa kehendak Tuhan itu agar sama dengan kehendaknya. Ini yang menjadi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul Paulus secara manusia ia mengehendaki agar penyakit yang di deritanya segera sembuh, namun Tuhan tidak pernah menyembuhkan penyakitnya (2 Kor 12 : 7) . Tuhan Yesus secara manusia ingin agar cawan penderitaan itu berlalu dari kehidupan-Nya, karena Ia tahu itu sangat menyakitkan. Namun Tuhan Yesus ternyata harus menjalani penderitaan tersebut. Makanya di dalam doa Tuhan Yesus di taman Getsemani Ia berkata “ Biarlah Kehendak-MU yang jadi bukan kehendak-Ku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak-anak Tuhan kita mesti demikain bukan? Doa yang diajarkan Tuhan Yesus juga menyebutkan bahwa “Jadilah Kehendak-Mu” , mengapa kita mesti memperjuangkan jadilah kehendakku? Orang yang suci hatinya selalu mengutamakan kehendak Tuhan, ketimbang kehendak diri sendiri. Jikalau semua orang percaya melakukan hal ini, tentu di gereja tidak pernah ada pertikaian lagi. Yang sering terjadi adalah kehendak pribadi yang ditonjolkan, sehingga tercipta pertikaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Emosi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya orang percaya itu harus memiliki emosi yang stabil, karena berasal dari hati yang suci. Namun karena pencemaran dosa yang begitu dahsyat sehingga di dunia ini juga terjadi orang-orang pecaya yang emosinya tidak stabil. Memang ada berbagai alasan yang dikemukakan untuk membenarkan dan untuk memaafkan diri sendiri apabila emosi seseorang itu tidak stabil. Mengkambing-hitamkan penyakit darah tinggi, stress, pekerjaan menumpuk, masalah keluarga dan sebagainya, dengan demikian kalau seseorang itu “emosisnya tidak stabil” boleh dimaklumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Tuhan mengajarkan bahwa kita ini harus cepat mendengar dan lambat berkata-kata. Tuhan menciptakan telinga kita dua dengan mulut satu juga ada makna rohaninya. Ia ingin agar kita lebih banyak mendengar dan lambat bicara, dan juga tidak lekas marah. Seorang penulis mengatakan bahwa orang yang lekas marah maka hasilnya selalu malu. Kemudian hari ia akan menyesal dan minta maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kelemahan Dauda adalah ketika ia merasa terhina oleh Nabal, maka ia begitu cepat sekali naik darah, sehingga dengan emosi tinggi ia hendak mebunuhnya. Namun untunglah ada Abigail isteri Nabal yang datang dengan lembut dan meminta belas kasihan padanya ( 1 Sam 25 : 9 – 30). Orang yang sedang emosi tinggi, tidak boleh mengambil keputusan penting, hasilnya kebanyakan merugikan orang lain dan mencelakakan. Semestinya ia harus menungggu hingga emosinya stabil, baru boleh memutuskan sesuatu. Orang Kristen tidak seharusnya memiliki model yang begini. Terutama Anda yang sebagai pengurus atau majelis di gereja, sering kali emosi yang tidak stabil menghasilkan keputusan-keputusan pelayanan yang tidak rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita hendak menjadi orang percaya yang berbahagia, maka hati kita perlu suci, karena dengan hati yang sucikita tidak menyimpan sesuatu yang hendak merugikan dan mencelakakan orang lain. Istilah nya “tidak ada udang di balik batu” Namun hati yang suci senantiasa hendak membuat orang lain bersuka-cita dan menikmati hidup yang lebih baik. Kalau hati kita tidak suci, maka pikiran kita, kehendak kita, dan emosi kita selalu diwarnai dengan kejahatan dan ketakutan, maka jelas sekali hidup kita tidak akan tenteram. Bila hidup seseorang tidak tenteram, bagaimana mungkin ia berbahagia. Sangat masuk akal bukan&lt;/span&gt;?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-114383163811553903?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/114383163811553903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=114383163811553903&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/114383163811553903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/114383163811553903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/03/berbahagia-orang-yang-suci-hatinya.html' title='BERBAHAGIA ORANG YANG SUCI HATINYA'/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-114283474919906123</id><published>2006-03-19T22:05:00.000-08:00</published><updated>2006-03-19T22:05:49.446-08:00</updated><title type='text'>SEBUAH PENGAMPUNAN</title><content type='html'>SEBUAH PENGAMPUNAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku”. (Filemon 1 :11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau Filemon bukan pengikut Kristus yang sejati, maka persoalan yang dialaminya sangat gampang diselesaikan. Ada seorang budaknya yang mencuri barang, sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku maka si budak tersebut harus dibunuh, maka sesudah itu habis perkara. Atau kalau Filemon tidak mau melakukannya sendiri ia bisa membayar orang untuk melakukannya. Yang menjadi sulit karena Filemon ini adalah orang percaya, istilah kita Filemon itu orang Kristen. Itu sebabnya dalam hal ini Filemon tidak ada pilihan lain. Ia telah belajar bagaimana mengasihi, maka ia harus mempraktekkan kasih. Ia bahkan belajar juga tentang bagaimana mengasihi musuh, maka ia harus melakukannya juga. Makanya kalau kita ketemu ada orang yang mengaku percaya pada Tuhan Yesus pada hari ini, namun ia masih melakukan tindakan “balas dendam”, kita tentu pertanyakan kekeristenannya. Saat ini muncul sebuah pertanyaan penting, mengapa Filemon harus mengampuni budaknya itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Filemon harus mengampuni, karena Tuhan Yesus juga telah mengampuni nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Tuhan mengajarkan kita harus mengampuni musuh bahkan orang-orang yang menganiaya kamu. Hal ini sudah Tuhan Yesus praktekkan ketika Ia hidup sebagai manusia di dunia ini. Bahkan ketika suatu hari Petrus bertanya kepada Yesus harus berapa kali kita mengampuni orang lain. Yesus seakan-akan memberikan jawaban kepada Petrus bahwa kita selama-lamanya harus mengampuni orang lain. Perhatikan Matius 18 :22 “ Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya Filemon sangat bergumul terhadap kasus ini. Apabila ia melakukan kesalahan di dalam mengambil tindakan, maksudnya bila ia memutuskan hal yang bertentangan dengan pengajaran Yesus, maka akan mempengaruhi orang-orang percaya pada waktu itu. Paling sedikit terhadap jemaat yang berada di dalam rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tradisi masyarakat Yunani –Roma tidak ada kamus kalau harus ada perasaaan takut kepada “budak” yang berontak. Sang tuan sebebas-bebasnya melakukan apa saja terhadap si budak itu. Namun kalau Filemon tidak melakukannya, bukan berarti ia takut pada budak itu. Tetapi lebih dari itu ia takut pada Tuhan yang dilayaninya. Itu sebabnya maka kita lihat Onesimus berhasil menghindari hukuman yang semestinya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filemon bukan orang Kristen biasa atau istilah kita Kristen KTP, namun ia seorang yang aktif terlibat di dalam pelayanan di Kolose. Itulah sebabnya maka rasul Paulus menyebutnya sebagai “teman yang setia” dan “teman sekerja”. Panggilan ini juga sebagai suatu penghormatan kepada Filemon. Rupanya selain ia seorang Kristen, karakter hidupnya juga baik. Tidak semua orang Kristen yang memiliki karakter yang baik seperti Filemon. Kekristenan menjadi distorsi kadang bukan karena ulah orang-orang luar, namun sering kali karena ulah orang-orang Kristen sendiri yang tidak menjadi contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan itu saja, selain isterinya Apfia dan anaknya Arkhipus, juga ada kaum wanita dan jemaat lain yang aktif di dalam pelayanan bersama Filemon. Itu sebabnya jikalau Filemon mengalami pergumulan tentu hal semacam itu pernah di ceritakan juga pada rekan-rekan pelayanannya. Iman kepercayaan seseorang akan bertumbuh dan semakin teguh bila mendengar kesaksian dan menyaksikan peristiwa-peristiwa yang memuliakan nama Tuhan. Sebaliknya bila ada peristiwa-peristiwa yang tidak memuliakan nama Tuhan terjadi tentu sangat berdampak terhadap kehidupan rohani orang-orang Kristen lainnya. Sebagai salah seorang pelayan Tuhan dalam hal ini pasti banyak mata yang sedang menyoroti kehidupan Filemon. Oleh sebab itu masalah yang dihadapi Filemon sudah tentu perlu disingkapi dengan berbagai pertimbangan. Apabila ia salah mengambil keputusan, sangat mempengaruhi pelayanannya pada masa mendatang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai budak Filemon, tentu Onesimus sangat beruntung. Sudah pasti ia diperlakukan sangat baik oleh sang tuan. Namun kita tidak tidak tahu pergumulan apa yang dialami oleh Onesimus sehingga ia kesalahan yakni mencuri barang milik Filemon, dan nampaknya Filemon masih menutup sebelah mata. Sehingga memungkinkan Onesimus melarikan diri. Untungnya tatkala Onesimus melarikan diri ia mencari orang yang tepat yakni rasul Paulus yang waktu itu masih di penjara tahanan rumah. Sebenarnya sesuai dengan hukum yang ada pada waktu, menyembunyikan seorang budak yang melarikan diri juga termasuk suatu kesalahan besar. Dan kalau hal ini dilakukan oleh Paulus, sangat memungkinkan di dalam hati Paulus tersisa suatu pengharapan yang pasti bahwa Onesimus itu masih dapat diselamatkan. Mengingat kembali dirinya sendiri yang diubah Tuhan begitu luar biasa, tentu tidak menutup kemungkinan hal ini berlaku bagi Onesimus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Filemon harus mengampuni, karena kehidupan budaknya sudah diperbaharui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita ditanya bagaimana Onesimus dapat bertemu dengan Paulus, maka secara pasti caranya kurang jelas namun ada yang memperkirakan kemungkinan besar Epafras sang pendiri dan gembala sidang di Kolose (Kol 4 :12) yang memperkenalkannya kepada Paulus. Mereka bertemu di rumah “sewa” Paulus di Roma (Kis 28 :30). Dan di sanalah Paulus memimpin Onesimus percaya kepada Tuhan Yesus. Arti nama Onesimus itu sendiri adalah berguna, namun yang berguna ini telah menjadi tidak berguna karena mencuri barang tuannya (ay 18). Memang benar kata pribahasa, “gara –gara nila setitik, rusak susu sebelanga”. Nama baik Onesimus telah rusak karena ia melakukan kesalahan yang mengakibatkan kerugian bagi sang tuan. Dalam kondisi yang demikian tentu ia telah kehilangan kepercayaan. Namun karena Onesimus sudah bertobat, maka saat ini dia bukan lagi Onesimus yang “tidak berguna” tetapi ia menjadi “sangat berguna”. Itu sebabnya, Filemon tidak punya alas an lagi untuk menghakimi Onesimus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesetiaannya bersama-sama dengan rasul Paulus dan juga keakrabannya dengan Paulus, bahkan Paulus telah menganggapnya sebagai anak rohani ( Fil 1 : 11-13). Paulus merasa sudah saatnya ia wajib mengembalikan Onesimus pulang, karena hukum Romawi menuntut agar semua budak pelarian itu harus kembali kepada tuan mereka. Bagi Paulus saat ini merupakan saat yang tepat, itu sebabnya bersamaan dengan Tithikus menuju ke Kolose digunakan Paulus untuk mengirim kembali Onesimus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus tidak pernah memaksa Filemon menerima Onesimus kembali, karena bagi Paulus apabila Filemon secara terpaksa menerima Onesimus tidak ada gunanya, akan menjadi bebannya saja. Padahal kalaupun Paulus mau memaksakan Filemon juga bisa, karena sesungguhnya Filemon sendiri juga hasil buah penginjilan rasul Paulus (1:19). Jadi secara rohani Filemon berhutang juga pada Paulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus mengerti perasaan Filemon. Tidak gampang baginya menerima orang yang pernah menyakiti hatinya kembali kembali. Bukan itu saja, Paulus mengatakan bahwa anggaplah ia sebagai saudara. Lihat Fil 1:16 “ bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan”. Jadi Onesimus yang pernah menyakiti Filemon ini bukan hanya akan tinggal kembali bersama-sama dengan Filemon dan statusnya juga berubah dari seorang budak menjadi saudara. Sekali lagi kalau bukan hanya karena mengingat Anugerah Tuhan yang juga pernah dialmi oleh Filemon, sudah tentu dia tidak sanggup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 10 September 2005 harian sore Sinar Harapan memuat sebuah kesaksian singkat saya yang berjudul Makna sebuah Pengampunan , isinya kira-kira demikian :&lt;br /&gt;“ Kejadian Sabtu itu merupakan peristiwa yang tidak terlupakan, memang tanggal persisnya saya tidak ingat, namun saya ingat tahun 1982. Waktu itu kebetulan saya sebagai guru Agama kelas enam di sebuah sekolah Kristen. Suasana kelas tidak begitu menyenangkan, sehingga kalau kita yang sedang mengajar sering terpancing kemarahan. Waktu itu kebetulan saya baru saja memperingatkan anak-anak supaya tidak berisik, namun kemudian saya mendengar di bangku paling depan ada dua anak wanita tetap saja ngobrol dan tertawa-tawa. Saya tidak dapat menahan emosi, itu sebabnya anak itu mendapat hukuman.&lt;br /&gt;Dasar anak Mami barangkali, sehingga baru dihukum begitu, langsung ia menangis. Ceritanya tidak sampai di sini, tetapi rupanya ketika ia pulang ke rumah melaporkan kejadian ini pada kakak lakinya. Kira-kira jam dua siang , kakaknya datang ke rumah saya, tanpa ba-bi-bu dia langsung melempari batu ke rumah, sesudah saya keluar dan tiba-tiba dia sempat meninju ke arah saya. Saya berusaha menjelaskan duduk perkaranya, namun orang itu tidak mau tahu, ia seperti “kesetanan’ seakan-akan ingin menghancurkan saya. Waktu itu saya sempat sempoyongan, namun tidak terbersit di dalam hati saya untuk membalas, walaupun adik-adik saya sudah siap menyongsong ke luar dari belakang untuk membalas. Saya hanya berkata “ Jangan lakukan itu!! ”. Selesai itu, rumah saya dikerumuni banyak orang, sepertinya ada kejadian yang luar biasa, mereka pada umumnya pengin tahu apa yang sedang terjadi. Ada yang minta saya segera lapor pada polisi, ada pula yang mengatakan minta ganti rugi. Waktu itu saya hanya berpikir, apa yang harus saya lakukan? Perlukah saya menuntut ganti rugi? Bukankah saya sebagai guru Agama di sekolah, saya orang Kristen; rasanya tidak sesuai dengan iman kepercayaan saya untuk melakukan hal tuntut-menuntut. Itu sebabnya saya memutuskan untuk tidak menuntutnya dan minta ganti rugi.&lt;br /&gt;Dua jam kemudian ayahnya datang ke sekolah, dan dipertemukan dengan saya. Waktu itu dia mewakili keluarga minta maaf atas kejadian ini. Saya terima dan memaafkannya, walaupun sesungguhnya saya tahu di dalam hati bergumul sekali. Sebagai guru Agama saya mengajarkan Firman Tuhan supya mengampuni orang lain, sementara saya diminta menuntut pembalasan, walaupun saya berhak. Saya tidak bisa bayangkan seandainya waktu itu kedua orang adik saya juga ikut-ikutan membalas, bagaimana mungkin saya melanjutkan profesi saya sebagai seorang guru Agama?&lt;br /&gt;Saya bersyukur untuk kejadian ini yang melatih saya sabar dan menahan diri. Bagi saya kejadian ini merupakan suatu kemenangan, di hati saya tidak tidak tersimpan kebencian dan dendam termasuk terhadap anak itu, sebab saya tahu Tuhan Yesus telah terlebih dahulu mengampuni saya, dan Dia juga yang akan memberikan kesanggupan pada saya untuk mengampuni orang lain, seperti yang tertulis di dalam Kolose 3:13 “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.&lt;br /&gt;3. Filemon harus mengampuni, karena sebagai orang percaya ia mesti mempraktekkan Kasih Karunia Tuhan&lt;br /&gt;Filemon menghadapi kasus pergumulan yang cukup berat. Sesuai suarat pengantar rasul Paulus, ia diminta menerima Onesimus di rumah, tinggal bersama dan hidup sebagai saudara, bukan sebagai budak lagi. Itu berarti Filemon harus melupakan semua kejadian pada masa-masa lalu. Itu berarti Filemon harus menerima kembali Onesimus apa adanya. Itu berarti Filemon harus dengan rendah hati menyambut Onesimus. Itu juga berarti Filemon harus berjuang keras melawan unsur manusia di dalam dirinya yang tidak menghendaki pengampunan uini terjadi. Sama seperti yang Tuhan Yesus laakukan terhadap kita, Ia membenci dosa yang kita lakukan, namaun Ia tidak pernah mebenci kita. Kalau hari itu Filemon berhasil melakukan semuanya hanya itu semata-mata karena Kasih Karunia dari Tuhan Yesus yang memberikan dia kekuatan.&lt;br /&gt;Sering kali kita mendengar keluhan dari mereka yang pernah jatuh ke dalam dosa kemudian bertobat, Tuhan Yesus sudah mengampuni dosanya namun orang-orang di sekitar termasuk juga orang –orang di gerja tidak dapat menerimanya. Contoh konkretnya sewaktu rasul Paulus baru bertobat ia juga merasakan demikian, jemaat di Yerusalem takut menerimanya. Namun Barnabas yang percaya akan pertobatan Paulus ia dapat menerimanya (Kis 9 :26-28). Begitu juga sewaktu ada sekelompok orang menyeret seorang perempuan yang berbuat dosa, maka Tuhan Yesus meminta kepada siapa yang tidak berdosa supaya melemparnya dengan batu terlebih dahulu. Namun satu-persatu mundur, tidak ada berani melakukannya, karena mereka sadar bahwa mereka juga adalah orang berdosa. (Yohanes 8 : 7)&lt;br /&gt;Lewis B. Smedes di dalam bukunya yang berjudul Mengampuni &amp; Melupakan (Forgive &amp;amp; Forget) menuliskan ada empat tahap Pemberian Maaf.&lt;br /&gt;Tahap pertama adalah sakit hati; ketika seseorang menyebabkan Anda sakit hati begitu mendalam dan secara curang sehingga Anda tidak dapat melupakannya. Anda terdorong ke tahap pertama krisis pemberian maaf.&lt;br /&gt;Tahap yang kedua adalah membenci ; Anda tidak bisa mengenyahkan ingatan tentang seberapa besar Anda sakit hati, dan Anda tidak bisa mengharapkan musuh Anda baik-baik saja. Anda kadang-kadang menginginkan orang yang menyakiti Anda juga menderita seperti Anda.&lt;br /&gt;Tahap ketiga adalah menyembuhkan; Anda diberi sebuah “mata ajaib” untuk melihat orang yang menyakiti hati Anda dengan pandangan baru. Anda disembuhkan, Anda menolak kembali aliran rasa sakit dan Anda bebas kembali.&lt;br /&gt;Tahap yang keempat adalah berjalan bersama; Anda mengundang orang yang pernah menyakiti hati Anda memasuki kembali dalam kehidupan Anda. Kalau ia datang secar tulus amak Anda berdua akan menikmati hubungan yang dipulihkan kembali.&lt;br /&gt;Filemon memasuki tahap keempat, hubungannya harus dipulihkan kembali dengan Onesimus. Ia mengundang kembali orang yang pernah menyakiti hatinya kembali ke dalam hidupnya. Sekali lagui, Sola Gracia, hanya Anugerah yang memungkinkan semua ini terjadi. Kalau hari ini Anda dan saya sadar bahwa kita adalah orang berdosa, sudah tentu kita tidak akan menganggap remeh orang-orang yang pernah jatuh ke dalam dosa. Beda antara kita dengan meraka hanya, “Dosa yang diperbuatnya sudah ketahuan, sedangkan dosa yang diperbuat kita belum ketahuan”. Tatkala Tuhan Yesus berada di atas kayu salib, salah satu ucapan Agung-Nya adalah “Ya Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” Permisi Tanya beranikan kita membuka hati kita menerima orang-orang yang pernah menyakiti kita kembali? Saya tidak tahu siapa mereka? Mungkin mereka itu adalah orang tua kita? Anak-anak kita? Keponakan kita? Pasangan kita? Amantan pacar kita? Sekali lagi sya tidak tahu siap mereka? Kalau Filemon bisa mengampuni Onesimus maka kita juga semestinya harus bisa melakukannya. Mari teladanilah perbuatan Filemon ini. Mari teladi Tuhan Yesus juga. Sebelum kita datang memohon pengampunan kepada-Nya, sesungguhnya Ia telah mengampuni kita. Lalu, mengapa kita begitu sulit mengampuni orang lain? (Saud’S)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-114283474919906123?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/114283474919906123/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=114283474919906123&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/114283474919906123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/114283474919906123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/03/sebuah-pengampunan_19.html' title='SEBUAH PENGAMPUNAN'/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-114201034057626707</id><published>2006-03-10T09:05:00.000-08:00</published><updated>2006-03-10T09:05:40.756-08:00</updated><title type='text'>MENJADI SAKSI KRISTUS</title><content type='html'>MENJADI SAKSI KRISTUS&lt;br /&gt;(Matius 28 : 18-20, Kisah 1 : 8b)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak diminta Tuhan Yesus datang ke gereja dengan konsep 5 D. Apa maksudnya? 5 D itu adalah , Datang, Duduk , Diam, Dengar, Duit, tetapi kita perlu 5 P, apa itu? Persiapkan hati, Pikirkan baik-baik, Pelajari Firman Tuhan, Pakailah diri sendiri, dan Pergi menjadi saksi Kristus. Seberapa pentingkankah Menjadi Saksi Kristus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai umat Tuhan, sering kali kita lalai akan tugas kita yang paling penting. Kita berpikir apabila telah menghabiskan waktu berjam-jam melayani di gereja itu sudah cukup. Padahal ada suatu tugas yang sangat mendasar, yang harus kita lakukan. Yakni pergi menjadi saksi Kristus. Menyaksikan kepada orang banyak, apa yang Yesus perbuat terhadap diri kita. Menyaksikan Karya dan Kasih Kristus kepada orang-orang yang berada di luar gereja. Apabila kita terlalau santai di gereja, maka sering kalai yang timbul adalah masalah. Namun kalau kita sibuk menjadi saksi Kristus, kita tidak sempat lagi mencampuri urusan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah majalah bulanan Moody diceritakan tentang seorang bernama Peter Stam. Di situ dikatakan bahwa ia tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk bersaksi bagi Kristus. Pada suatu hari ia masuk ke dalam sebuah “Lift”. Dalam lift itu Peter Stam hanya berdua dengan wanita petugas lift itu. Peter Stam berkata kepada petugas lift itu; “Kiranya perjalanan anda yang terakhir did lam hidup ini adalah naik (menuju ke sorga), bukan turun (menuju ke neraka)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas itu kaget mendengar perkataan itu. Sebagai jawaban, Peter Stam hanya memberikan senyuman manis. Selanjutnya Peter Stam berkata : “Sekarang saya berumur 70 tahun dan tidak lama lagi saya akan bertemu dengan Juruselamat saya. Saya harap saya akan bertemu dengan anda nanti di sana” Inilah kesaksian yang diberikan dengan berani oleh Peter Stam. Kesaksian yang singkat, namun sangat menyentuh hati seseorang. Saya pikir kita juga dapat melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang timbul pertanyaan? Apa itu bersaksi? Mengapa bersaksi itu harus dilakukan? Mari kita lihat apa yang dimaksud dengan bersaksi bagi kristus itu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersaksi adalah menceritakan apa yang kita alami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang mengaku Yesus sebagai Juruselamatnya, maka panggilan untuknya adalah menjadi saksi. Setiap orang percaya harus mengetahui tugas ini.(Matius 28 : 18-20) Namun tidak jarang kita temukan masih banyak orang-orang percaya yang masih takut bersaksi. Mengapa takut? Apabila kita pergi kepengadilan, jika ada seorang saksi yang takut bersaksi maka kemungkinan besar bahwa kesaksiannya itu bohong atau tidak benar dan omong kosong. Kemungkinan lain adalah saksi tersebut sedang diintimidasi, ditekan, diancam dan sebagainya, sehingga ia takut berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa orang Kristen tidak berani bersaksi? Apakah kita sedang percaya pada Juruselamat yang palsu? Apakah kita sedang berada di bawah ancaman? Ingatlah, ayat 18 berbunyi : “Yesus telah menerima segala kuasa baik di sorga dan di bumi” Artinya bahwa, Yesus berkuasa atas segala-galanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya di pengadilan, seorang saksi dihadirkan tugasnya untuk menceritakan dengan jujur dan benar apa yang diketahuinya saja. Ia tidak perlu membela diri, berdebat atau berusaha meyakinkan orang lain. Bahkan ia tidak perlu menceritakan apa yang dialami atau yang diketahui tentang masalah lain. Orang lain mau percaya atau tidak, bukan masalah yang penting saksi tersebut telah menceritakan dengan jujur dan benar. Ketidakpercayaan seseorang tidak akan mengubah kebenaran menjadi salah atau keaslian menjadi palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk membela ada tugas orang lain lagi, yang kita sebut dengan pengacara atau pembela. Orang ini dibekali berbagai ilmu dan ahli untuk membela kliennya. Jadi jelas sekali, bersaksi cukup gampang bukan. Ceritakanlah apa saja yang anda ketahui, yang penting ceritakan dengan jujur dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konteknya kita sebagi orang percaya, kalau kita diminta menjadi saksi Kristus artinya; kita mesti ceritakan apa saja yang kita alami bersama Tuhan Yesus. Memang saya mengetahui untuk memulainya tidak gampang. Apalagi kadang kita harus menghadapi mereka yang keras kepala dan tegar tengkuk, sehingga menutup telinga ketika mendengar kesaksian kita. Itu sebabnya kita perlu mencari cela-cela dan momen dan kesempatan percakapan yang tepat, sehingga dengan mulus menceritakan kesaksian kita. Kita juga memerlukan adanya cara dan teknik yang memancing agar pintu hati orang-orang boleh terbuka mendengar kesaksian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba memberikan beberapa tips untuk kita., saya yakin setiap kita juga dapat membuat tips itu sendiri untuk memancing diri supaya anda dapat masuk dengan mulus untuk bersaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Misalnya ketika anda bertemu dengan seseorang? Maka biasanya kita berbasa-basi dengan berkata Hallo, apa kabar? Mungkin dia akan menjawab Kabar baik? Lalu pasti ia akan bertanya balik pada bagaimana kabar kita? Maka kita bisa menjawab dengan jawaban yang memancing: “Keadaan saya lebih baik dari waktu-waktu kemarin?” Dia bakal bertanya, “apakah anda sakit?” Maka terbukalah kesempatan bagi anda untuk mulai bersaksi. “ Saya tidak sakit, namun semenjak tiga tahun yang lalu saya menerima keselamatan dari Tuhan Yesus, maka hidupku rasanya setiap hari lebih baik dari kemarin”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kalau anda kebetulan naik taksi, lalu hendak memulai pembicaraan anda dengan sang sopir. Mungkin kalimat ini dapat membantu “Saya dengar sangat berbahaya kalau jalan di jalan ini pada waktu malam?” Mungkin iya akan menjawab, iya banyak perampoknya atau apa saja? Lalu kita bertanya lagi, “tahukah anda di mana yang paling aman?” Barangkali ia akan menjawab tidak tahu, satu dia sebutkan satu tempat.. Maka kita dapat mengatakan : “Hidup yang paling aman dalam diri saya adalah adalah semenjak saya menyerahkan pimpinannya kepada Tuhan Yesus “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Selain uang dan kartu krediit ada orang yang bangga meletakkan foto-foto keluarganya di dalam dompet. Anda boleh coba itu. Lalu anda keluarkan dompet dan memperkenalkan diri, ini isteri atau suami dan anak-anak. Lalu anda dapat melanjutkannya, namun sesunggunya, sejak 5 tahun yang lalu saya tidak menjadi kepala rumah tangga. Atau semenjak 5 tahun lalau suami saya tidak menjadi kepala rumah tangga, kalau anda seorang wanita. Tentu hal ini mengundang pertanyaan? Mengapa? Maka jawaban kita: “Semenjak saya percaya pada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadi saya, maka kepala Rumah Tangga kami adalah Yesus Kristus,. Itu sebabnya saya tidak pernah merasa kuatir akan kehidupan keluarga kami baik keuangan, kesehatan , pekerjaan, kemanan dan sekolah anak-anak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersaksi bukan untuk memenangkan jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas sekali Alkitab mencatat bahwa kita diminta bersaksi. Hanya bersaksi dan tidak ada tugas memenangkan jiwa, walaupun akhirnya ada orang yang dimenangkan bagi Tuhan. “Dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung Bumi “(Kis 1 :8b) Kesaksian kita akan Kristus itu tidak hanya dilakukan di dalam lingkungan gereja, tetapi kita akan keluar menerobos komunitas umum. Maksudnya, kesaksian itu akan disampaikan kepada mereka yang menembus ras, bangsa dan bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep pelayanan yang ada di dalam Matius 10:5-6 agak berbeda. Waktu itu sasaran penginjilannya masih hanya orang-orang Yahudi, maka sekarang sasarannya adalah ‘semua bangsa’! Untuk mencapai ini maka orang-orang percaya pada saat itu mengalami tekanan dan ancaman, sehingga karena pekabaran Injil mereka diancam, ditangkap bahkan dibunuh. Dengan demikian maka diaspora terjadi, para rasul dan pekabar Injil beserta orang-orang percaya harus berpencar ke seluruh penjuru bumi. Itu sebabnya hari ini kita mendapat kesempatan mendengarkan kabar keselamatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu egois, kalau kekristenan adalah agamanya orang Yahudi saja. Bahkan ada konsep pemikiran yang salah yang mengatakan bahwa Kristus adalah Juruselamat untuk orang Yahudi saja. Kristus datang ke dunia hendak menyelamatkan semua orang, itu sebabnya Kristus bukan hanya untuk golongan atau untuk bangsa tertentu saja. Tugas kita menjadi saksi buat semua orang di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi pada jaman itu sebagai saksi Kristus tentu sangat berbahaya, sebab pihak pemerintah Roma tidak segan-segan menangkap mereka. Jadi walaupun bersaksi itu gampang, namun pelaksanaannya cukup sulit. Namun kita perlu bersyukur kalau saat ini kita masih diberi kesempatan bercerita pada orang lain, itu sebabnya maka bersaksilah tentang Kristus. Ketimbang bercerita hal-hal yang tidak berguna, bukankah lebih baik kita menceritakan tentang Yesus. Tugas yang diberikan Tuhan Yesus bukan untuk memenangkan orang, hanya bersaksi. Dan Roh Kudus yang bekerja untuk mengubah hati mereka yang mendengar kesaksian kita. Syukur kalau melalui kesaksian kita ada yang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersaksi itu mandatnya dari Yesus Kristus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus tidak memanggil kita untuk mati bagi-Nya, hal ini tidak ada gunanya, sia-sia. Tetapi Yesus memanggil kita untuk hidup bagi-Nya, memberitakan Injil-Nya. Pertanyaannya adalah , mana lebih sulit hidup bagi Tuhan Yesus atau mati bagi Tuhan Yesus? Spontanitas ada yang mengatakan mati bagi Tuhan Yesus? Sebab ia merasakan betapa menderitanya mati bagi Kristus itu. Tetapi saya ingin mengatakan kepada anda, bahwa hidup bagi Kristus akan lebih sulit. Sebab seumur hidup kita berjuang untuk Kristus. Kalau mati bagi Kristus gampang saja, mungkin secepat selentikan, kita sudah mati. Namun bila hidup bagi Kristus kita memiliki tantangan dan godaan seumur hidup. Itu sebabnya, tidak kalah penting kehidupan pribadi dari orang yang menjadi saksi ini juga sangat diperhitungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat ayat 19-20: Amanat Agung Tuhan Yesus. Di sana dikatakan “‘Jadikanlah semua bangsa muridKu’. Kalau kita perhatikan di dalam teks bahasa aslinya ‘jadikan murid’ adalah satu-satunya kata perintah dalam bagian ini. Sedang ‘pergilah’, ‘baptislah’, dan ‘ajarlah’ apa yang merupakan tindakan seorang murid. Karena Amanat Agung adalah perintah Tuhan sedangkan Tuhan juga telah memiliki kuasa di sorga maupun di bumi, tentu kita tidak perlu takut lagi menjadi saksi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang untuk menjadi saksi Kristus kita perlu hikmat, supaya kita tidak terjebak pada orang-orang yang hendak mencelakakan kita sebelum waktunya tiba. Artinya, tatkala di dalam bersaksi itu ternyata ada bahaya yang terjadi, jika memang masih ada kesempatan bagi kita melepaskan diri, tentu dengan hikmat kita mengambil kesempatan tersebut. Kemungkinan Tuhan Yesus akan memakai kita lagi dikesempatan dan waktu yang lain. Tuhan Yesus sendiri sebelum waktunya tiba, Ia tidak akan menyerah begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada orang bertanya, mengapa kita ngotot menyaksikan tentang Kristus. Maka jawabannya adalah di dalam Kisah 4:12 - “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan”. Jadi tidak dapat ditawar-tawar lagi, hanya Tuhan Yesus yang paling berkuasa dan siapapun orangnya harus tunduk pada-Nya. 1Yohanes5:11-12 - “Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam AnakNya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya apabila dikatakan bahwa orang yang tidak percaya pada Tuhan Yesus Kristus sebgai Juruselamat pribadinya akan masuk neraka, hal ini bukan menakut-nakuti, tetapi kebenarannya memang demikian. Karena Kristus adalah satu-satunya Juruselamat manusia. Tentu bagi yang tidak mau percaya dan menerima Yesus sebagai Jurusela&amp;shy;mat harus membayar dosanya sendiri. Demi Tuhan Yesus dan kita mengasihi sesama , maka jangan takut menajdi saksi bagi Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah Tuhan Yesus itu meminta kita “pergi”, dengan demikian kita didorong untuk keluar, bukan hanya tunggu di dalam gereja. Pergi juga berarti, kita harus keluar dari gereja dan menjadi saksi. Di mana , kapan dan untuk siapa saja. Mungkin tempat itu adalah kantor, kampus, pasar, di atas kereta api, bus, pesawat, alun-alun dan ryumah kita sendiri. Sudah dan bersediakah kita menjadi saksi-Nya? Ingatlah, Amamat Agung ini berlaku bagi semua orang yang mengaku percaya pada-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-114201034057626707?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/114201034057626707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=114201034057626707&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/114201034057626707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/114201034057626707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/03/menjadi-saksi-kristus.html' title='MENJADI SAKSI KRISTUS'/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-113987169809869344</id><published>2006-02-13T14:56:00.000-08:00</published><updated>2006-02-13T15:01:41.606-08:00</updated><title type='text'>MUJIZAT UNTUK MENEGUHKAN IMAN</title><content type='html'>&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;MUJIZAT UNTUK MENEGUHKAN IMAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Markus 2 : 1- 12&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;span style="color:#003300;"&gt;       Sering kali anak-anak Tuhan salah kaprah terhadap masalah mujizat ini. Ada orang berpikir bahwa selama hidupnya apabila tidak ada kejadian yang spektakuler, maka ia tidak dapat bersaksi untuk memuliakan nama Tuhan. Hanya orang-orang tertentu saja yang telah mengalami kejadian-kejadian bin  “Ajaib” yang boleh bersaksi bahwa ia mengalami mujizat Tuhan. Pandangan semacam ini tentunya salah, sebab Alkitab justru tidak mengajarkan demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kehidupan kita sehari-hari saja saat ini merupakan mujizat yang besar, karena pekerjaan Tuhan nyata dalam diri kita setiap pribadi, dan itu luar biasa. Hari ini kita dapat berpikir, melihat , membaca, menulis, makan dan sebagainya, hal ini semua adalah mujizat Tuhan yang sedang bekerja setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Melalui bacaan Alkitab hari ini kita akan melihat sebenarnya apa peranan mujizat bagai kehidupan kita orang percaya? Apakah orang percaya harus  mengalami mujizat yang terlihat spektakuler? Apakah orang kristen baru dikatakan rohani kalau mujizat di da lam hidupnya luar biasa? Seberapa pentingkah mujizat itu? Mari kita lihat hal ini di da lam kontek Markus 2 : 1-12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       MUJIZAT BUKAN TUJUAN UTAMA PELAYAN YESUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah bahwa setiap kali Tuhan Yesus melayani, ia tidak mendahulukan mujizat tersebut. Sebab baginya mujizat itu tidak begitu penting, yang penting justru pengajaran Tuhan. Ia mau orang-orang yang mengikut Dia mengerti bahwa  untuk mengikuti Dia bukan oleh karena mujizat.  Tetapi orang-orang yang mengikutnya harus sadar bahwa ia memerlukan Yesus, karean yesus adalah Juruselamat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat ayat 1 mencatat, bahwa berbondong-bondong orang datang pada Yesus, tujuan utama mereka bukan mencari mujizat. Apa yang mereke lakukan? Markus 2 : 2 mencatat “Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka Merka mendengar dengan setia apa yang diajarkan Tuhan Yesus” Jadi di sini merka mendengar dengan setia apa yang dijarkan oleh Tuhan Yesus.  Saya takut kalau kesalah-pahaman ini kita bawa-bawa, maka akhirnya kita juga menganggap mujizat itu sebagai suatu entertainment. Jadi mujizat itu sebagai demonstrasi tentang kedahsyatan Tuhan, tentu bukan itu tujuan utama mujizat itu. Buktinya Yesus di Kapernaum ini Yesus bukan memperagakan mujizat, tetapi mengajar murid-murid-Nya. Kalaupun akhirnya ada orang yang disembuhkan, hal ini merupakan bekal kuasa pelayanan yang dimiliki Yesus.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;       2. .    MUJIZAT BUKAN SARANA UTAMA SUPAYA ORANG PERCAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Tuhan Yesus diperhadapkan oleh orang yang lumpuh itu, maka kalimat yang dikatakan Tuhan Yesus adalah “ Dosamu telah diampuni”.  Yesus ingain mengajarkan kepada orang banyak itu bahwa yang paling penting di dalam kehidupan manusia justru pengampunan dosa kita.  Apa artinya si lumpuh berjalan, namun ia tidak memperolah keselamatan dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kita banyak bertemu dengan orang-orang sehat, kaya, dan memiliki segalanya, namun satu-satunya yang tidak dimiliki adalah Keselamatan dari Tuhan Yesus. Kalau demikian apa artinya hidupa ini? Mungkin orang tersbut boleh bersuka ciat , berpesta pora dengan harta kekayaannya yang bersifat sementara itu, namun ia tetap saja tidak memiliki bagian did lam kerjaan Surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada gereja-gereja tertentu saat ini yang sangat menekankan mujizat. DI surat-surat Kbar tidak jarang kita temukan kalimat yang berbunyi “ Hadirilah beramai-ramai di dalam Kebaktian Kebangunan Rohani malam ini, yang lumpuh, yang tuli, yang buta semua akan disembuhkan”  Saya bukan tidak percaya Yesus berkuasa menyatakan mujizatnya hari ini. Namun kalau memang sarana kesembuhan ini mau dikedepankan, bukankah lebih baik si pendeta datang saja ke panti Tuna Netra, ke Rumah sakit orang lumpuh, sehingga lebih tepat bagi mereka untuk dilayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatiakan Markus 1 : 44  "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka”  Kejadian di dalam bagian ini juga membuktikan bahwa Yesus tidak ingin , karena mujizat baru orang-orang percaya kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  MUJIZAT BUKAN KEBUTUHAN UTAMA ORANG PERCAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu kerdil iman orang percaya kalau harus ada mujizat yang terlihat baru percaya. Mujizat justru diulakukan bagi oprang-orang yang imannya tidak kuat, sehingga mereka dikuat kembali. Masalahnya hari ini kita sudah seperti dikelabui terhadap masalah ini, seakan-akan mereka yang mengalami mujizat spektakuler  baru disebut orang-orang rohani, sedangakn merka yang biasa-biasa saja dikatakan kurang beriman. Apalagi kalau doa-doa yang dipanjatkan belum terkabul, mulailah diselidiki apakah orang tersebut berbuat dosa, sehingga Tuhan tidak menjawab doanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh praktis yang hendak saya sampaikan untuk membuktikan bahwa sesunguhnya bukan Mujizat spektakuler yang kita perlukan adalah “ Suatu hari misalnya anggota gereja kita hendak mengadakan acara piknik bersama ke Puncak, lalu berangkatlah dua bus dari halaman gereja penuh dengan penumpang. Sebelum berangkat sang pendeta sudah berdoa, kiranya Tuhan Yesus melindungi perjalanan ini sehingga tiba di tempat tujuan dengan tiada kurang apapun. Namun apa lacur, salah satu bus, katakanlah bus “A”, tiba-tiba bannya meledak dan  sempat oleng serta menabrak pagar jalan tol. Kaca-kaca bus banyak yang pecah, ada anggota yang kejeduk kepalanya dan benjol, beberapa luka-luka karena pecahan kaca, ada yang sempat pinsan karena kaget. Namun puji Tuhan, busnya masih bisa dipakai untuk menuju tempat tujuan.  Setelah mereka yang luka itu diobati di puskesmas terdekat, maka diputuskan perjalana ini dilanjutkan. Maka tibalah merka di Puncak dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya mereka mengadakan persekutuan, kemudian pendeta meminta jemaatnya bersaksi? Permisi tanya kira-kira  penumpang bus mana yang yang lebih banyak bersaksi? Ternyata yang bersaksi kebanyakan dari bus yang “A” yakni yang kecelakaan itu. Mereka mengatakan puji Tuhan, Tuhan telah mengerjakan yang luar biasa di dalam hidupnya, walau bus sempat oleng menabrak pagar , namun dia tetap hidup walaupun penuh luka-luka. Lihatlah, inilah yang saya sebut dengan kita telah dikelabui. Mengapa demikian? Sebab kalau memang kita lebih senang dengan kejadian yang spektakuler, mengapa pada saat pendeta berdoa di gereja tidak meminta agar bus yang membawa penumpang ini mengalami kecelakaan dahsyat, supaya kita lebih memuji Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sekali lagi, jikalau manusia telah mengalami pertobatan, dan menerima keselamatan dari Tuhan Yesus, itu jauh lebih penting dari segala mujizat spektakuler yang ada, sebab semua itu bersifat sementara. Dan kalau Tuhan Yesus sampai harus menyembuhkan orang yang lumpuh itu, semata-mata karena iman, dan juga karena ia hendak menyatakan kuasaNya, bukan sarana utama untuk mengabarkan berita keselamatan itu. Tuhan Yesus ingin kita mengenal Dia bukan sekadar sebagai dukun atau dokter yang menyembuhkan sakit-penyakit, tetapi Tuhan yang berkuasa di atas segalanya, tentunya termasuk sakit-penyakit. Ia sanggup memeberikan keselamatan kepada kita yang tiada bandingnya, hal ini  lebih berarti dari kesembuhan,  kekayaan, jabatan, kepandaian dan segala-galanya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-113987169809869344?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/113987169809869344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=113987169809869344&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113987169809869344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113987169809869344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/02/mujizat-untuk-meneguhkan-iman.html' title='MUJIZAT UNTUK MENEGUHKAN IMAN'/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-113821727067264874</id><published>2006-01-25T11:26:00.000-08:00</published><updated>2006-01-27T16:43:03.226-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color:#330000;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Step Out of Comfort Zone&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Langkah keluar dari Zona Nyaman)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Saumiman Saud *)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Setiap kita memiliki kenyamanan, kenikmatan dan kesenangan yang berbeda. Ada orang yang suka memancing ikan, jadi liburannya berhari-hari dihabiskan hanya di tepi kolam atau pantai hanya untuk memancing ikan. Ia begitu sabar menunggu, ia rela diterpa sinar terik matahari, ia rela menghabiskan waktunya demi kesenangannya ini. Lain pula dengan orang yang hobbynya shopping, ia tidak merasa capek keliling-keliling seluruh plaza, padahal tanpa membeli sesuatu apapun, ia begitu menikmati akan kesenangannya ini. Teman saya hobbynya membaca buku, kalau ia sudah memiliki buku baru, ia tidak akan beranjak dari buku itu berjam-jam bahkan berhari-hari bahkan tatkala ia ke WC buku tersebut juga di bawa.  Inilah beberapa contoh kenikmatan yang dimiliki manusia. Belum lagi yang hobbynya sepak bola, tinju, nonton film, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ketika kita menerima anugerah Tuhan sebagai orang percaya, dan mendapatkan keselamatan itu.  Ada tugas penting yang  Tuhan inginkan kita perbuat. Kita juga harus keluar dari manusia lama kita, menuju suatu kehidupan yang baru. Tidak gampang, perlu pengorbanan. Pengorbanan ini juga relatif, tergantung pada orang tersebut. Mungkin  bagi seseorang pengorbanan itu tidak terlalu besar, karena masalah itu bukan kesukaannya. Misalnya pada jam pertandingan sepak bola, bagi  yang sudah terikat akan hobby ini, maka ia akan merasa pengorbanan yang sangat besar, apabila pada waktu yang bersamaan ia harus memilih  meninggalkan sepak bola hanya karena hendak melakukan sesuatu buat orang lain. Namun bagi mereka yang tidak hobby sepak bola, tentu hal ini tidak menjadi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Lalu bagaimana? Saya mencatat ada tiga step yang harus diketahui dan dipahami oleh kita sehubungan out of comfort zone ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Langkah pertama ,  harus ada kerelaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Alkitab ada beberapa tokoh yang secara suka-rela meninggalkan “zona nyaman”nya  (comfort zone),  misalkan  Musa. Sejak kecil ia sudah hidup di kerajaan raja Firaun, segala kesenangan sudah dimiliki. Boleh dibilang sebagai orang Israel yang telah diadopsi sebagai anak angkat puteri Firaun, ia adalah orang yang paling beruntung.  Haknya tentu tidak berbeda dengan seorang putera Mahkota. Namun ia harus tinggalkan semua ini, sebab ada tugas panggilan yang berasal dari Tuhan yakni memimpin bangsanya keluar dari Mesir menuju tanah Perjanjian. (Ibrani 11 : 24, 27). Beda dengan Saul, ketika ia tahu “zona nyamannya” terancam, maka ia berusaha membunuh sipengancamnya? Akibatnya Daud harus lari meninggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini mungkin kita tidak dipanggil Tuhan untuk meninggalkan segalanya, kita juga tidak dipanggil untuk satu tugas yang berat yakni meningalkan keluarga kita. Namun apabila kita  diminta Tuhan untuk mengorbankan waktu sejenak, untuk melakukan pekerjaanNya, apakah kita rela?  Saya ingat John Sung dalam hal ini, ia seoarang yang pintar, dan cerdas. Hasil ujiannya juga gemilang. Ia bahkan mencapai gelar doktor di sebuah Universitas  bergengsi di Amerika. Namun ia rela membuang segala ijasahnya, hanya untuk menjadi seorang hamba, yakni hamba Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang bilang hidup itu seperti roda yang sedang berputar, kadang kita berada di posisi atas dan kadang pula di bawah. Ketika seseorang berada pada posisi bawah, ia berharap suatu saat dapat mencapai posisi atas, namun ketika ia mencapai posisi atas ia kadang kala lupa bahwa hidup ini ibarat “roda”, sehingga pada waktunya turun, ia ngotot bertahan. Hal inilah yang sering kali mengakibatkan gereja terjadi pertikaian. Kalau menjadi majelis harus yang seumur hidup, kalau menjadi Gembala Sidang juga harus seumur hidup, jabatan gereja ibarat dinasti, bahkan anak cucu juga telah dipersiapan menggantikan tahtanya. Rekan kerja dianggap saingan dan musuh.  Ia tidak rela melepaskan jabatan itu, mati-matian mempertahankannya. Karena jabatan ia juga bisa menjadi keras kepala, tidak mau taat pada  pada Tuhan. Henry Ward Beecher mengatakan “ Salah satu perbedaan antara ketekunan dan keras kepala adalah bahwa yang satu berasal dari kemauan yang keras, sedangakan yang lainnya berasal dari ketidak-mauan yang keras.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beda sekali dengan sikap Jonatan anak raja Saul itu. Mestinya ia adalah calon pengganti ayahnya yakni sang putera mahkota, namun ia tidak keras kepala mempertahankan jabatan itu, bahkan secara suka-rela ia memberikan jabatan tersebut pada Daud.  "Janganlah takut, sebab tangan ayahku Saul tidak akan menangkap engkau; engkau akan menjadi raja atas Israel, dan aku akan menjadi orang kedau di bawahmu. Juga ayahku Saul telah mengetahui yang demikian itu."  ( 1 Samuel 23 : 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu sering saya mendengar  orang-orang meninggalkan Tuhan kalau ia sudah gagal, artinya ia kehilangan comfort zonenya. Ketika usahanya bangkrut, ketika ia sudah gagal total, baru dengan penuh rohani mengatakan, kali ini Tuhan memukul saya, jadi saya terpaksa harus ikut Tuhan. Ada lagi yang saya temukan teman muda-mudi, mereka baru berpacaran saja sudah meninggalkan persekutuan, bahkan kadang hari Minggu tidak ke gereja. Alasannya, malam minggu harus “apel” (kunjungi pacar), jadi minggunya  terlambat bangun.   Berbeda sekali dengan Musa dan john Sung  ini bukan!, tatkala segala kesenangan ia miliki, ia rela tinggalkan semua, dan memilih taat pada  Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Langkah ke dua, harus berani berkorban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga nabi Nehemia, ia seorang kepercayaan raja Arthasasta. Boleh dikatakan jabatannya sudah cukup mapan. Namun ketika mendengar berita dari kampung halamannya, ia menjadi sedih dan menangis. Itu sebabnya dengan keberanian dan  iman ia berkata kepada raja. " Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali."  (Nehemia 2 :5) Keputusan yang diambil Nehemia ini cukup berani, sebab saat itu ia berhadapan dengan raja. Sebagai orang kepercayaan namun bersungut-sungut karena Tembok Yerusalem, tentu ia bakal mendapat hukuman dari raja. Namun kita lihat, ia berani mengutarakan perihal ini kepada raja. Artinya apa? Artinya Nehemia siap meninggalkan kesenangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kalau kita tidak berani mengambil resiko, maka kita tidak akan pernah dapat meninggalkan “wilayah kesenangan” kita. Ada orang memang tidak mau mengalami kesusahan sedikitpun.  Percaya kepada Tuhan Yesus, berbakti di gereja, memberi persembahan baginya itu sudah cukup. Kalau diajak untuk terlibat di dalam pelayanan, maka hal ini yang menjadi pergumulannya. Baginya tugas ini rasanya berat sekali, ia merasa seperti mengorbankan segala-galanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Nabi Hosea diminta Tuhan untuk mengawini perempuan sundal, tentu hal ini bukan suatu tugas yang gampang. Namun Hosea rela mengorbankan harga dirinya, keluar dari kenikmatan hidup sebagi seorang nabi, yang kemungkinan besar karena hal ini ia akan diejek dan dicaci. Hosea berani membayar harga, karena ia tahu  Tuhan Allah telah membayar harga kepadanya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman sekarang di gereja kita tidak susah mencari orang yang mau melayani Tuhan, apalagi yang peranannya di depan, misalnya Paduan Suara, Pemimpin Pujian dan sebagainya yang dapat terlihat oleh orang banyak, karena baginya ada nilai plus dan kebanggaan tersendiri. Namun kita sulit mencari orang-orang yang rela berkorban buat Tuhan.  Apalagi karena itu mereka yang harus mengeluarkan uang, diejek, dicaci, dimarahi.  Tidak banyak yang berani mengambil resiko dan berkorban? Bagaimana dengan anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Langkah ke tiga, harus beriman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Abraham diminta Tuhan Allah keluar dari tanah Ur Kasdim, tentunya hal ini bukan suatu keputusan panggilan yang gampang. Apalagi Abraham sendiri tidak tahu kemana ia harus pergi, sebab Allah hanya memberikan suatu petunjuk pergilah ke suatu negeri. Negeri yang mana? Dahulu belum ada peta yang jelas, itu berarti ia harus keluar dari kesenangan yang telah dibangun bertahun-tahun beserta sanak saudaranya. Kejadian 15 : 7 mencatat  firman TUHAN kepadanya: "Akulah TUHAN, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu."  Kalau tidak hanya dengan iman, tentu tidak mungkin Abraham dapat melangkah maju. Apalagi ketika ia harus mempersembahkan anak kesayangannya Ishak, anak yang ditunggu kelahirannya selama 25 tahun, tentu ini pergumulan berat. Sekali lagi, jika tidak dengan iman, tentu iman yang dimaksud di sini bukan hanya sekadar percaya kepada Allah, tetapi sekaligus ada penyerahan secara total kepada Tuhan, dan mempercayakan seluruh hidup kita kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kurang tahu bagaimana pergumulan anda tatkala suatu hari harus keluar dari “wilayah”  yang anda suka dan senangi selama ini? Banyak orang maunya yang senang dan gampang., asalkan semua sudah dipersiapkan dan terjamin baru melangkah.  Di gereja juga sering ditemukan kejadian seperti ini, apabila semua dana telah tersedia, barulah semua program itu dikerjakan, maunya yang instan. Kalau dana belum tersedia, jangan pikir ada tindakan lanjutnya. Hal ini tentu tidak sesuai dengan prinsip kekristen yang  mengatakan bahwa “Allah akan Menyediakan”.  Lihat Abraham ketika keluar dari kesenangan hidupnya, Allah tetap memeliharanya, lihat Musa, Allah juga menjaga dan memeliharanya, walaupun kadang ada kesukaran dan jalan buntu namun Allah membuka jalan keluar. “ Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. “ (1 Korintus 10 : 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Ibrani mencatat banyak tokoh-tokoh yang diminta keluar dari kesenangannya, dan hanya dengan iman saja mereka  lakukan itu. (lihat Ibrani 11). Dengan iman maka Petrus keluar dari wilayah kesenangannya, kemudian berjalan di atas air. Namun tatakala imannya goyah, maka iapun tenggelam. Dengan iman Daniel dan kawan-kawan harus mempertahan diri, dan mereka tidak makan makanan hidangan raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat sekali tatkala kuliah di Seminari, salah satu peristiwa penting di dalam hidup saya yang  harus out of comfort zome adalah masalah kehidupan di Asrama. Di sana kami dibentuk dengan tidak mengalami kebebasan seperti biasanya. Setiap hari harus kuliah, bangun dan tidur ditetapkan jamnya, kehidupan dipantau dan diatur, masuk-keluar juga terbatas, seminggu hanya boleh sekali saja. Tidak boleh berpacaran, tidak boleh nonton dan banyak lagi. Nah untuk menghadapi zona yang baru ini, kalau tidak berdasarkan kesukarelaan, rela berkorban dan berjalan dengan iman, tentu tidak dapat melewati hari-hari dengan penuh suka-cita, hidup rasanya seperti tersiksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berpikir setiap kita out dari comfort zone itu berarti memasuki kondisi yang tidak menyenangkan? Tatkala kita memutuskan untuk berpacaran, menikah, pindah pekerjaan, kuliah di Luar Negeri dan sebagainya,  kita sudah memutuskan untuk keluar dari wilayah kenyamanan kita. Jadi mestinya kita tidak perlu gentar dan takut, karena di zona yang baru ini pasti kita akan menemukan comfort yang yang tersendiri. Masalahnya adalah, sudah siapkah anda melangkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Penulis adalah rohaniwan, penulis, lulusan Seminari Alkitab Asia Tenggara Malang, yang saat ini melayani di Gereja Injili Indonesia San Jose, California.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-113821727067264874?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/113821727067264874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=113821727067264874&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113821727067264874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113821727067264874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/01/step-out-of-comfort-zone-langkah.html' title=''/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-113778221337636787</id><published>2006-01-20T10:35:00.000-08:00</published><updated>2006-01-20T10:36:53.463-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#330099;"&gt;&lt;strong&gt;KETIKA AKU TIDAK TERPILIH&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           &lt;span style="color:#000099;"&gt; Sebenarnya sejak kecil setiap orang sudah mempunyai cita-cita. Tentu kita masih ingat pada saat kita kecil, banyak orang yang bertanya apa cita-citamu kalau ntar udah gede? Biasanya kita jawab saja dengan  yang muluk-muluk, dari mulai insyinyur sampai ke dokter. Tidak ada tu yang bilang mau jadi pengemis atau tukang Ojek. Itu sebabnya ada pribahasa mengatakan “Gantungkanlah cita-cita anda setinggi langit”, artinya berikanlah pengharapanmu pada sesuatu yang kamu harapkan setinggi mungkin. Namun saya menganjurkan kita mengubah sedikit kata-kata pribahasa tersebut, sebab kalau kita katakan “Gantungkan cita-citamu setinggi langit, tentu kita tidak bakal mencapainya. Biarlah kita “gantungkan cita-cita pada suatu posisi (titik) tertentu sehingga kita dapat mencapainya, terserah mau tinggi atau tinggi sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saya mempunyai seorang tokoh favorit di Alkitab yang bernama Daud. Saya sendiri sejak kecil saya suka sekali dengan ceritanya, mengapa? Sebab sebagai seorang gembala ternak, tubuhnya yang masih kecil, namun ia diberikan Tuhan kekuatan yang luar biasa untuk mengalahkan raksasa Goliat  yang ditakuti semua orang Israel. Oleh sebab itu Daudpun dipuji di mana-mana,  termasuk para perempuan di Yerusalem, mereka memujinya berupa nyanyian yang yang mengatakan “Saul mengalahkan beribu-ribu orang, namun Daud mengalahkan berlaksa-laksa”. Kalimat pujian inilah yang akhirnya menjadi sumber kesulitan baginya, karena raja Saul tidak senang akan hal itu. Raja Saul marah!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Maka mulailah timbul dendam di hati Saul, ia berusaha dengan berbagai cara untuk membunuh Daud, padahal Daud itu menantunya senditri. Rupanya saingan bisa muncul kapan saja dan dari siap saja, semenatar saat ini sedang berkecamuk di dalam kehidupan Daud, yang akhirnya harus membuat Daud lari sana sini untuk menyelamatkan diri dari ancaman pembunuhan Saul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Daud mempunyai suatu kerinduan atau cita-cita yang mulia. Coba perhatikan apa cita-cita Daud itu “Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda.” Lalu berkatalah Natan kepada raja: “Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau.” (2 Samual 7 :2-3). Namun rupanya keinginan yang mulia tidak terwujud, sebab nyatanya nanti yang membangun Bait Allah bukan Daud, tetapi anaknya Salomo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Mengapa terjadi demikian? Saya mengajak kita mempelajarinya, ada tiga konsep kehidupan yang terjadi di dunia ini yang nampaknya berlawanan apa yang manusia pikirkan dan harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA MULIA DAUD TIDAK DIRESTUI TUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Coba kita baca 2 Samuel 7 :1 “Ketika raja telah menetap di rumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling......”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kita lihat di sini Daud sedang berada dalam kondisi aman dan damai. Ia seakan-akan menuliskan sebauh kata shalom buat keadaannya.  Semua dalam keadan damai, jiwanya, anak-anak mungkin sedang bermain-main di sekeliling rumah atau menikmatai pekerjaannya masing-masing, Isteri-isteri bahagia, dan Daud sendiri merasakan sekali ketenangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Seperti yang kita ketahui, Daud jarang menikmati keadaan seperti ini. Pertempuran yang berlarut-larut dengan orang-orang Filistin selesai sejenak, semua tenaga boleh dipakai untuk istirahat sejenak. Tidak ada raksasa Goliat lagi yang tampil lagi. Tidak ada yang menyerbu untuk sementara waktu. Dan pada waktu itulah Daud merenung akan berkat-berkat Tuhan yang dialami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Perenungan Daud adalah saat ini ia hidup dengan damai di dalam rumah yang indah terbuat dari kayu aras, lalu ia mulai membicarakan impian daqn keinginan hatinya kepada Natan. Natan mengatakan “Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Siapa Natan itu? Ia adalah seorang nabi kepercayaan Daud, sebenarnya ia yang kemudian hari menuding raja yang berjinah. Pada saat seperti ini sang nabi sebagai seorang sahabat yang memberi nasihat.  Lihat respon Allah terhadap rencana Daud ini: Tetapi pada malam itu juga  datanglah firman  “Tetapi malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian : “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: “Beginilah firman TUHAN “Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami?”  (lihat dan baca juga 1 Tawarikh 17 :3-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sungguh suatu jawaban yang harus disampaikan kepada raja, sebelumnya Natan sudah mengatakan  “Tuhan menyertai engkau, Daud. Lanjutkanlah dan buatlah rencanamu.” Nah hanya berselang beberapa saat saja, Natan mendengar suara Tuhan yang berkata , tidak bisa, tidak bisa! Tugas ini bukan tugas Daud, ia hanya sebagai raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Lihatlah , bahwa rencana yang baik itu belum tentu rencana Tuhan. Bagi Daud, ia merasa bersalah , kalau rumahnya lebih bagus ketimbang rumah Tuhan, karena tabut perjanjian pada waktu itu hanya diletakkan di bawah tenda. Namun Tuhan tegaskan, tidak, tugasmu bukan untuk membangun Bait Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            “Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel.” ( 2 Samuel 7 :8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. (2 Samuel 7: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tuhan mau katakan Daud, engkau adalah seorang prajurit. Hatimu berada di medan pertempuran. Engkau adalah seorang tentara dan pejuang, bukan seoarang pembangun. Engkau adalah seorang pria yang berlindung di selokan dan gua-gua. Aku akan membnerkati engkau terus,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            “Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya”. (2 Samuel 7 : 12-13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Bagaimana dengan kita? Pada waktu senggang, apa yang kita lakukan? Pernahkah kita pada waktu senggang mengambil waktu pergi menghadap pendeta lalau bertanya, apa yang saya dapat kerjakan buat gereja kita? Pernah kita merasa sungkan, sementara rumah kita sudah terbuat dari marmer, namun rumah Tuhan masih di bawah tenda?&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt; KESEMPATAN DAUD MENDUKUNG PEMBANGUNAN DIPAKAI BAIK-BAIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Jelas Daud bermaksud melakukan sesuatu yang baik bagi Tuhan, ia merasa bersalah kalau ia saat ini menikmati rumah begitu indah sementara Bait ALLAH masih berbentuk tenda. IA bermaksud membangun suatu yang permanen buat Tuhan. Namun apa boleh buat, Tuhan berkata “Tidak” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ternyata Tuhan bukan menggagalkan rencananya, Tuhan mengalihkan rencananya yang mulia ini dengan menyerahkan kepada keturunannya yang nantinya membangun Bait Allah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Apakah Daud bersalah merencanakan membangun Bait Allah? Masalahnya bukan terletak pada salah atau tidak salah, tetapi terletak pada “Kemisterinya” kehendak Allah. Kita manusia selalu memakai logika untuk menjalani kehidupan ini, dan pada saat yang sama juga kita menghendaki logika Allah itu sama dengan logika kita. Manusia saking engoisnya kadang kala seakan-akan membuat rencana untuk Allah. Padahal; yang berkuasa adalah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            “Daud, ayahku, ingin membangun rumah tempat kediaman nama TUIHAN, Allah  Israel. Tetapi TUHAN berfirman kepadanya, 'Maksudmu untuk membangun rumah tempat kediaman nama-Ku memang baik,  namun bukan engkau yang akan membangunnya, melainkan anak yang akan lahir bagimu kelak”. (2 Tawarikh 6 :-9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir dari ayat 8 sangat berarti sekali, karena Allah berkata kepada Daud “Maksudmu itu memanglah baik” Bukan melihat hasrat untuk membangun Bait Allah sebagai sutu kesalahan, tetapi Allah berkata kepadanya “Aku menghargai karena pemikiran itu. Aku menghargai karena engkau memiliki hati yang peka kepada ku. Maksudmu memang baik baik. Tetapi rencanaKU untuk masalah pembangunan bukan maslah engkau Daud, tetapi masalah Anakmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah respon  Daud :&lt;br /&gt;“Lalu masuklah Raja Daud ke dalam , kemudian duduklah ia dihadapan TUHAN..(2 Samuel 7 :18). Lihat ia duduk ketika Allah berkata “tidak” kepadanya. Alkitab mencatat Daud duduk seperti anak kecil, ia mulai menunjukkan pertanyaan-pertanyaan syukuran kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?  Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Tuhan ALLAH; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya Tuhan ALLAH. Apakah yang dapat dikatakan Daud kepada-Mu lebih lagi dari pada itu. Bukankah Engkau yang mengenal hamba-Mu ini, ya Tuhan ALLAH? (2 Samuel 7 :18-20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pada keadaan yang demikian, Daud masih selalu memuji Alah, padahal momen itu adalah momen yang sangat mengecewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujiannya ada di 2 Samuel  7 :22, 25, 28 dan 29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            (22) Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami&lt;br /&gt;            (25) Dan sekarang, ya TUHAN Allah, tepatilah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu.  (28) Oleh sebab itu, ya Tuhan ALLAH, Engkaulah Allah dan segala firman-Mulah kebenaran; Engkau telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu.&lt;br /&gt;            (29) Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab, ya Tuhan ALLAH, Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkat-Mu keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENOLAKAN TERHADAP DAUD TIDAK MEMBUATNYA NGAMBEK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Walaupun Daud tidak mendapat kesempatan membangun sendiri Bait Allah itu, ia ternyata tetap mendukung pembangunan Bait Allah itu.  1 Tawarik 22 :1  Lalu berkatalah Daud: "Di sinilah rumah TUHAN, Allah kita, dan di sinilah mezbah untuk korban bakaran orang Israel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Daud menyuruh mengumpulkan orang-orang asing yang ada di negeri orang Israel, lalu ditempatkannya tukang-tukang untuk memahat batu-batu pahat yang akan dipakai untuk mendirikan rumah Allah.  Selanjutnya Daud menyediakan sangat banyak besi untuk paku-paku bagi daun pintu gerbang dan bagi tupai-tupai, juga sangat banyak tembaga yang tidak tertimbang beratnya,  dan kayu aras yang tidak terbilang banyaknya, sebab orang Sidon dan orang Tirus membawa sangat banyak kayu aras bagi Daud.  Karena pikir Daud: "Salomo, anakku, masih muda dan kurang berpengalaman, dan rumah yang harus didirikannya bagi TUHAN haruslah luar biasa besarnya sehingga menjadi kenamaan dan termasyhur di segala negeri; sebab itu baiklah aku mengadakan persediaan baginya!" Lalu Daud membuat sangat banyak persediaan sebelum ia mati. ( 2-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Terlalu sering kita menemukan di gereja orang-orang yang ngambek, ketika usul dan rencananya (gagasannya) tidak kesampaian. Ini respon yang salah tentunya. Kecuali memang disinyalir ada tekanan dari orang-orang tertentu yang sentimen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saya akan megutip sebuah puisi yang yang cukup menarik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-persatu diambil-Nya dari padaku,&lt;br /&gt;Semua perkara yang paling kuhargai,&lt;br /&gt;Samapi tanganku menjadi hampa,&lt;br /&gt;Setiap mainan yang berkilauan sudah hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku berjalan di jalan-jalan raya bumi, berduka,&lt;br /&gt;Dalam pakaian compang camping dan kemiskinan ku&lt;br /&gt;Sampai aku mendengar suara-Nya mengundang&lt;br /&gt;“Angkatlah tangan-tangan yang hampa itu kepada-Ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku mengangkat tanganku ke Surga&lt;br /&gt;Dan ia mengisinya dari tempat penyimpanan&lt;br /&gt;Dari kekayaan-Nya sendiri yang luar biasa&lt;br /&gt;Sampai tangan-tanganku tidak mampu menampung lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada akhirnya aku mengerti&lt;br /&gt;Dengan pikiranku yang bodoh dan tumpul&lt;br /&gt;Bahwa Allah tidak DAPAT menuangkan kekekayaan-Nya&lt;br /&gt;Ke dalam tangan-tangan yang  sudah penuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti seorang anak kecil yang Anak kecil yang sedang mencuri permen di sebuah Toples, ketika degan tamaknya ia mengambil permen itu sebenyak-banyaknya maka tangannya tidak dapat dikeluarkan dari mulut Toples tersebut. Satu-satunya cara supaya tangannya dapat keluar adal;ah dengan melepaskan permen itu kembali ke dalam Toples, dan pelana-pelan tangannya dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tuhan akan menuangkan berkat pada tangan yang suka memberi bukan kepada mereka yang menahan berkat atau yang menggenggam berkat itu erat-erat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-113778221337636787?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/113778221337636787/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=113778221337636787&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113778221337636787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113778221337636787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/01/ketika-aku-tidak-terpilih-sebenarnya.html' title=''/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-113778136117381365</id><published>2006-01-20T10:22:00.000-08:00</published><updated>2006-01-20T10:22:41.290-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#330033;"&gt;&lt;strong&gt;WANITA YANG KREATIF&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(2 Raja-raja 4:8-37, Keluaran 20 :12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Selamat Hari Ibu, Kiranya Tuhan selalu memberkati anda menjadi ibu yang baik, yang menjadi berkat bagi keluarga, bagi gereja dan bagi masyarakat. Di Amerika peringatan Hari ibu di awali oleh seorang ibu yang bernama Anna M Jarvis (1864-1948) dari Filadelphia. Ide ini datang dari kepala Sekolah Minggu di kota Virginia. Mengenang kembali akan kasih seorang ibu, dia mengandung anak , menyusui, membesarkannnya, mendidik anak, menyekolahkannya, sampai anak itu dewasa kemudian menikah, sampai dia yang menjaga cucu dan sebagainya. Anna J Jarvis kemudian mempopulerkan Hari Ibu pada 8 Mei 1908, tatkala acara Memorial Servive mengenang sang ibunya. Tepatnya tanggal 8 Mei 1914 di dalam sebuah konggres, Presiden Amerika Woodrow Wilson memploklamirkan Minggu ke dua bulan Mei dirayakan sewcara Nasional sebagai S Hari Ibu.&lt;br /&gt;Ungkapan dalam bahasa Indonesia yang pernah kita dengar “Surga ada di telapak kaki ibu”, ini menunjukkan bahwa peran dari seorang ibu bukan hanya sekedar melahirkan anak itu, tetapi ia akan mendidik anak itu menjadi orang; yang pengertiannya secara Kristen, menjadikan anak itu menjadi anak yang takut Tuhan. Tidak gampang menjadi ibu yang berhasil seperti itu, tetapi kalau sekedar menjadi ibu yang baik mungkin saja gampang. Ibu yang baik ia akan memberikan segala sesuatu buat anak-anaknya sehingga anak itu akan mengatakan ibuku itu baik sekali. Tetapi ibu yang berhasil ia bukan hanya memberi segala sesuatu yang baik buat anak-anaknya , tetapi ia juga akan mendidik anak-anaknya terutama dalam hal takut akanTuhan.&lt;br /&gt;Alkitab sering menggambarkan tentang para tokoh wanita yang berhasil. Salah satunya yang akan kita lihat lebih jauh yakni perempuan Sunem. Disebut perempuan Sunem karena ia tinggal di Sunem, kota yang terletak di sebelah Utara Yizreel dekat Nain, sebuah kota yang 900 tahun kemudian menjadi sangat terkenal sebab Tuhan Yesus pernah menghidupkan kembali anak seorang janda yang sudah meninggal. Perempuan ini juga digambarkan sebagai wanita yang terpandang, kaya, menikah dengan suami yang lebih tua dari padanya dan namun saying sampai saat ini belum memiliki anak.&lt;br /&gt;Alkitab memang mengajarkan kita bahwa suami itu kepala rumah tangga, namun tidak berarti wanita itu dipaksakan secara “diktator” harus mendengar apa saja yang telah diputuskan suami, tanpa ia sendirti memiliki inisiatif yang kreatif. Kalau wanita sebagai isteri bersifat pasif, maka akan menjadi sangat lemah sekali apabila sang suaminya juga orang yang pasif, jadi perlu keseimbangan sehingga ada ide-ide baru dalam rumah tangga ini. Wanita yang kreatif dengan sepengetahuan suami dapat mengajukan hal-hal yang sifatnya positif . Mengapa saya katakan kita perlu ide yang positif? Sebab memang ada ide-ide yang sifatnya negatif, hal itu tidak membangun iman kerohanian malah menjerumuskan kita ke dalam dosa. Kita akan melihat secara kilat, bahwa di dalam Alkitab sendiri ada beberapa wanita yang secara terus-terang mengajukan ide yang negatif. Misalkan saja :&lt;br /&gt;1. Sara (Kejadian 16:1-18, 21:8-21)&lt;br /&gt;Salah satu ide di dalam kehidupan berumah-tangganya dengan suaminya Abraham, ia mengusulkan agar Abraham kawin lagi, sebab ia merasa tidak sanggup lagi memberikan keturunan bagi Abraham, apalagi sekarang mereka sudah lanjut usia. Berkatalah Sara kepada Abraham: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampirilah hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." (Kejadian 16:2) Inilah ide Sara untuk suaminya. Sebenarnya ide ini sangat bertentangan dalam konteks masa kini, tetapi saya lihat tidak terlepas akibat negatif yang dialami oleh Sara. Sebab tatkala Abraham kawin lagi dan mempunyai anak Ismael, kemudian timbul masalah. Sara mulai dipandang rendah oleh Hagar (16:4), inilah ide kreatif Sara tujuan semula adalah baik, namun caranya salah sehinga hasilnyapun negatif. Hagar akhirnya “terpaksa” harus diusir keluar dari keluarga besar Abraham (lihat Kejadian 21:8-21). Permusuhan ini berlangsung sampai saat ini.&lt;br /&gt;2. Izebel (1 Raja-raja 21)&lt;br /&gt;Tatkala Nabot orang Yizreel tidak mau menjual kebun Anggurnya kepada raja Ahab, maka timbul niat jahat yang diusulkan oleh isterinya Izebel untuk merampas dengan paksa. Izebel berkata kepada Ahab "Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa raja atas Israel? Bangunlah, makanlah biar hatimu gembira! Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu." Kemudian Izebel menulis surat atas nama Ahab dan dikirimnya surat itu kepada pemuka-pemuka kota di Yizreel. Bunyi suratnya demikian "Maklumkanlah puasa dan suruhlah Nabot duduk paling depan di antara rakyat. Suruh jugalah dua orang dursila duduk menghadapinya, dan mereka harus naik saksi terhadap dia, dengan mengatakan: Engkau telah mengutuk Allah dan raja. Sesudah itu bawalah dia ke luar dan lemparlah dia dengan batu sampai mati." (1 Raja-raja 21:7-9). Jadi secara tidak langsung akhirnya raja Ahab membunuh Nabot hanya untuk mendapatkan kebun anggurnya, sungguh sangat memalukan. Padahal sebagai seorang raja yang boleh dikatakan memiliki segala-galanya, berkuasa atas segala-galanya, masalah kebun anggur tentu merupakan masalah yang sepele. Tetapi lantaran hasutan sang isteri, masalah yang kecil ini menjadi besar dan membuat Ahab melakukan pembunuhan.&lt;br /&gt;3. Herodias (Matius 14:1-13, Lukas 3:19,20)&lt;br /&gt;Herodias ini mantan isteri Filipus yang kemudian berselingkuh dengan Herodes dan menjadi isterinya. Semua orang bungkam terhadap masalah ini, kecuali Yohanes Pembaptis yang dengan berani menegor mereka. Matius 14:4 "Tidak halal engkau Herodias", inilah teguran Yohanes buat Herodes. Akibat teguran yang disampaikan oleh Yohanes ini membuat Herodias sangat benci kepadanya, dan kemudian memasukkan Yohanes Pembaptis ke dalam penjara (Lukas 3:19,20). Bahkan ketika anaknya Salome menari-nari, raja Herodes dengan penuh suka-cita akan memberikan hadiah kepada anaknya. Kesempatan ini dipakai oleh Herodias untuk membalas dendam lamanya yang terpendam yakni membunuh Yohanes Pembaptis, walaupun dilakukan tidak secara langsung (Matius 14:1-12)&lt;br /&gt;Wanita kreatif yang diharapkan dalam bagian ini tentunya mereka yang dapat menghasilkan hal-hal positif, yang sifatnya membangun, wanita yang sanggup mendorong semangat pelayanan sang suami. Masih ingat kisah Ayub bukan? Tatkala Ayub mengalami puncak pergumulan, sang isteri bukannya menghibur dan memberikan kekuatan, tetapi justru mematahkan semangatnya. Bagi Ayub isteri yang demikian sama dengan perempuan gila.&lt;br /&gt;Mari kita lanjutkan melihat ada beberapa orang tokoh wanita di dalam Alkitab yang telah mengerjakan hal-hal yang positif:&lt;br /&gt;1. Ester&lt;br /&gt;Zaman Ester sebenarnya zaman yang sangat genting bagi orang-orangYahudi, sebab ada seorang panglima yang bernama Haman mau menghabisi mereka. Namun Ester sang tokoh wanita ini sangat berperan, ia memakai kesempatannya sebagai ratu untuk menyelamatkan bangsanya. Semua ini tentu tidak terlepas dari pertolongan dan kasih sayang Tuhan. Haman yang sudah membuat tiang gantungan untuk menggantung Mordekhai paman Esther, sekarang gantungan itu dipakai untuk menggantung dirinya. Esther telah melakukan suatu karya besar untuk menyelamatkan orang-orang Yahudi.&lt;br /&gt;2. Rut&lt;br /&gt;Tatkala suaminya sudah mati, Rut mengajukan inisiatif sendiri untuk mengikuti mertuanya Naomi, di sini tidak ada unsur paksaan. Sebenarnya ia diperbolehkan bebas seperti Orpa, toh suami mereka sudah meninggal dan ia masih muda. Kalau berpisah dengan sang mertua, paling sedikit kesempatan untuk kawin lagi masih ada. Tetapi Rut memilih ikut Naomi, dia mengatakan pada Naomi "Bangsamu adalah bangsaku, Allahmu adalah Allahku, kemana engkau pergi kesitu aku pergi". Suatu keputusan yang bagi orang-orang dunia sangat merugikan, tetapi Rut menganggap ini sebagai suatu keuntungan, sebab ada dasar kepercayaan yang ditanamkan oleh sang mertua yakni bersandar pada Allah. Itulah sebabnya Tuhan Allah senantiasa memberkatinya, sehingga akhirnya Rut boleh kawin dengan Boas.&lt;br /&gt;3. Maria ibu Yesus&lt;br /&gt;Maria ibu Yesus juga seorang wanita yang kreatif berinisiatif. Tatkala mereka diundang hadir dalam pesta pernikahan di Kana, tuan rumah itu kehabisan persediaan anggur. Lalu Maria berinisiatif meminta kepada Yesus untuk menolong. Di tempat inilah Yesus pertama kali mengadakan mujizat yakni Air Menjadi Anggur.&lt;br /&gt;Sekarang kita kembali kepada perempuan Sunem, dengan kekayaan yang ia miliki sebenarnya ia bisa hidup dengan gaya berfoya-foya, bersenang-senang menpergunakan uang dengan seenaknya. Perempuan Sunem ini tidak perlu mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, tidak perlu mengantar anaknya ke sekolah, karena suaminya sudah tua maka ia juga tidak perlu mendampingi suaminya, cukup ditinggalkan di rumah atau dikirim ke Panti Jompo seperti yang dikerjakan oleh (maaf) banyak isteri-isteri masa kini.&lt;br /&gt;Bukankah kita bisa membayangkan dan membandingkan dengan gaya hidup wanita zaman modern seperti ini menghabiskan waktu? Dia akan Ke Salon, dia akan ke Shopping Center, Senam Arisan dan sebagainya. Tetapi berbeda dengan perempuan Sunem ini; walaupun sesungguhnya konteks waktunya berbeda, saya percaya ada kegiatan-kegiatan duniawi yang dapat dikerjakannya pada saat itu. Wanita ini mempunyai wawasan perhatian yang sangat serius terhadap sekitarnya, ia peka terhadap keadaan lingkungan, namun tidak pernah berusaha mencampuri urusan orang lain. Dengan teliti ia selalu memperhatikan orang-orang yang melintasi rumahnya,namun ia bukan mata-mata atau diktektif. Kali ini ada seorang yang agak lain, bukan karena ia orang aneh; tetapi sifatnya sangat ramah dan baik tentunya yang telah menggerakkan wanita ini mengundangnya makan di rumah. Bukan hanya sekadar makan, tetapi juga tawaran menumpang di rumahnya; bahkan ia bermaksud mendirikan sebuah kamar untuk hamba Tuhan itu. Apa yang dipersiapkan oleh perempuan Sunem ini merupakan yang terbaik, ia mendirikan kamar yang permanen, bukan kamar darurat, artinya ia memberikan dan mengerjakan yang terbaik buat seorang hamba Tuhan.&lt;br /&gt;Sekarang timbul pertanyaan? Setelah melewati berkali-kali dalam setiap tahun kita memperingati Hari Ibu, apa ide kreatif anda sebagai wanita Kristen di gereja ini? Pernahkah anda merencanakan dan mengerjakan sesuatu, baik itu karya yang kecil maupun yang besar untuk Tuhan dan hamba-Nya. Pernahkah anda mencoba untuk mencari tahu sebenarnya apa yang sedang diperlukan oleh gereja kita lalu berusaha untuk mencari jalan keluar. Para pria sesuai dengan tugasnya di kantor dan perusahaan biasanya tidak sempat memikirkan semua ini, dan hal ini memang sangat cocok dikerjakan oleh seorang wanita yang kreatif. Selain itu, pernahkah sebagai ibu rumah tangga, anda memikirkan suatu rancangan untuk masa depan keluarga anda? Permisi tanya, anak-anak anda itu ada di mana saat ini ? sudah ke gereja belum? Lalu suami anda saat ini di mana? Sudahkah mereka mengalami Anugerah Keselamatan dari Tuhan. Kalau mau menjadi ibu yang berhasil, kita harus mencari mereka dan memenangkan mereka buat Tuhan. Ini hadiah yang terbesar yang bisa diberikan oleh seorang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu buat anda yang menjadi anak atau masih mempunayi ibu, apa yang engakau kerjakan buat ibumu sela ini? Kalau memang kita mau menyatakan kasih saying kita kepada ibu kita, lalukanlah sekarang semas ia masih hidup. Kalau ia sudah mati tidak ada gunanya lagi. Anada bisa menangis sekeras-keras untuk menyatakan kasihmu, tetapi tidak ada gunanya. Sudah terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, di Tiongkok ada seorang ibu yang sangat mengasihi anaknya, bahkan sampai anak ini sudah dewasa dan menikah. Sejak kecil ayah dari anak itu sudah meninggal dan hanya dia satu-satunya menjadi tumpuan harapan si ibu. Namun sangat disayangkan anak yang selama ini begitu dikasihi, ternyata tidak membalas budi baik ibunya, ibarat pepatah yang berbunyi "Air susu dibalas dengan air tuba."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ibu setiap hari selalu mengantar nasi untuk anaknya di ladang, karena kerja anaknya sebagai pertani. Tidak pernah ada ucapan terima kasih yang terlontar keluar dari mulut si anak ; tetapi sebaliknya omelan dan kemarahan. Apabila ibunya datang agak cepat, maka ia memarahi ibunya dan sebaliknya kalau datang terlambat, tidak jarang ia memukul ibunya.Si Ibu hanya bisa mengelus-ngelus dada, tidak ada tempat untuk mengadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi di ladang, ada kejadian yang sangat menarik yaitu petani tersebut duduk-duduk sambil memperhatikan anak-anak burung yang terbang mondar-mandir. Karena rasa ingin tahu maka iapun memanjat pohon tempat sang burung itu berada. Sungguh terkejut tatkala ia melihat seekor induk burung yang sedang menunggu anaknya yang sedang mencari makanan untuknya. Lalu iapun berpikir, selama ini ibunya yang mengantar nasi untuknya, tetapi ia berlaku kejam tehadap ibunya. Sedangkan anak-anak burung itu justru yang mencari makanan untuk ibunya. Petani ini mulai sadar dan ia merasa mnyesal sekali dengan perbutannya selama ini. Iapun berjanji pada dirinya, apabila nanti siang ibunnya datang, ia akan minta maaf dan memohon pengampunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu ia tidak dapat bekerja dengan tenang, hatinya sangat kacau untuk menunggu kedatangan ibunya.Dari jauh mulai kelihatan seorang ibu yang berjalan terseok-seok sambil membawa rantang. Petani ini melihat ibunya datang ia melompat dengan penuh gembira. Ia ingin segera memluk ibunya dan minta maaf. Ia merasa tidak sabar lagi melihat ibunya yang berjalan sangat lambat, maka iapun segra beranjak kearah ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya dari jauh si ibu melihat anaknya datang dengan langkah berlari, maka ia menjadi ketakutan sekali. Sebab biasanya kalau keadaan demikian itu pertanda bahwa anaknya sedang marah, itulah sebabnya maka si ibu berbalik dan berlari. Anaknya terus mengejar, hingga si ibu merasa putus asa, kemudian tanpa pikir panjang lagi ia lompat ke sungai dan mati. Tidak ada kesempatan baginya untuk mengasihi sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan orang-orang percaya? Perhatikanlah bahwa di dalam Alkitab tidak pernah diajarkan seorang anak itu kurang ajar terhadap orang tuanya, bahkan dengan jelas Alkitab meminta kepada kita supaya mengormati mereka. Yesus sendiri, pada masa akhir hidupnya, di atas kayu salib, IA tidak lupa menitipkan ibunya kepada Yohanes, karena Yesus tahu hal itu sangat penting. Menghormati orang tua bagi seorang Kristen tentu bukan pada saat mereka sudah mati, tetapi selagi mereka masih hidup. Dan ingat; dengan menghormati orang tua kita, Tuhan memberikan garansi umur panjang kepada kita. Permisi Tanya Sudahkah anda melakukannya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-113778136117381365?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/113778136117381365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=113778136117381365&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113778136117381365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113778136117381365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/01/wanita-yang-kreatif-2-raja-raja-48-37.html' title=''/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-113778114726675358</id><published>2006-01-20T10:18:00.000-08:00</published><updated>2006-01-20T10:19:07.340-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;JANJI ORANG PERCAYA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;           &lt;span style="color:#336666;"&gt; Kehidupan manusia sungguh terbatas, kita sering gagal memenuhi standard kita sebagai manusia yang normal.  Dikatakan standard manusia yang normal adalah  tatakala manusia itu telah sanggup hidup sehari-harinya mengikuti jalan yang benar. Ternyata untuk  standard normal ini saja cukup sulit mencapainya. Sebenarnya standard tuntutan Tuhan Yesus terhadap orang –orang  percaya adalah di atas normal, artinya ia mesti berada di atas rata-rata manusia yang yang disebut sebagai orang baik. Diantara  sekian banyak hal kegagalan , salah satu hal yang membuat manusia tidak mencapai di atas normal adalah masalah janji; sering kita mengecewakan orang lain karena tidak menepati janji. Kita menjadi tidak dipercaya orang lain  karena sering kali menmgingkari janji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tidak jarang kita mendengar kalimat “Janji gombal” , “Janji palsu” , lalu ada istilah “Janji tinggal janji” dan dulu ada lagu lama yang berjudul “Lidah tak bertulang” kata-katanya seperti demikian, 'Memang lidah tak bertulang, tak terbatas kata-kata. Tinggi gunung seribu janji, lain di bibir lain di hati...''. Semua itu berhubungan dengan kegagalan manusia memenuhi janji itu.  Konon hanya ada pribahasa di Indonesia yang bunyinya “Merpati yang Tak pernah ingkar janji”,  saya juga tidak tahu kenapa bisa demikian? Hari ini kita akan  coba belajar  tiga hal yang sangat penting tentang janji, secara khusus janji kita pada Tuhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus Mengingat Janji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Mengucapkan janji gampang sekali, itu yang biasa kita sebut dengan kata janji yang muluk-muluk. Janji itu akan muncul dimana-mana , di Televisi hamper setiap hari kita melihat tebaran janji itu, para pemasang iklan, pemilik produk, selalu mengucapkan janji-janji yang indah atas barang produksinya. Lalu pada saat mulai mau kampanye Pemilihan Umum juga demikian. Di Indonesia ada ada 24 Partai politik yang berhasil masuk untuk bersaing di dalam Pemilu. Saya yakin seperti biasanya setiap partai akan mengumbar janji kepada masyarakat, untuk menarik publik agar memilih mereka.  Namun, seperti biasanya juga , janji tinggallah janji, setelah itu janjinya diingat atau tidak kita tidak tahu lagi. Pada saat itu para pemilih itu berkata dibelakang, kalau saya tahu saya tidak akan memilih partai itu. Pdt Eka Darmaputra mengistilahkan ini dalkam sebuah renungannya di harian Sinar Harapan dengat kalimat singkat “Ketika Sumpah menjadi Sampah”, yang artinya sumpah itu telah tidak bermakna lagi. Sangat tragis sekali bahwa jaman sekarang orang-orang tidak menganggap serius sebuah janji, ketika janji tidak bisa ditepati masih dianggap lumrah atau sudah biasa.  Bagi Allah, janji itu suatu yang serius, di dalam 2 Petrus 3:9 “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. “ Mengapa Allah begitu serius dengan janji-Nya? Karena firman Allah itu memang suatu hal yang serius? Petrus ingin menjelaskan kepada kita bahwa Tuhan itu tidak pernah main-main dengan janji, Tuhan itu juga tidak pernah mengingkari janji, justru manusialah yang selalu mengingkari janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ingatlah , bahwa janji yang Tuhan berikan kepada manusia itu sifatnya kontrak, artinya ada dua pihak, dan di situ juga mencakup masalah hak dan kewajiban. Manusia cenderung mengingat haknya saja, dan lupa pada kewajibannya. Tuhan berjanji akan memberkati kita, akan memelihara kita, dan kewajibannya kita harus setia dan taat pada-firman-Nya; namun yang manusia lakukan adalah mengklaim janji Tuhan dan ingat selalu akan janji Tuhan tanpa mengevaluasi hidupnya sendiri. Tuhan mengatakan , ketika perjanjian itu berlangsung maka  kekonsistenan seorang pembuat janji sangat diperlukan. Ketika kita tidak konsisten pada janji,  dan mencoba untuk melanggarnya; maka manfaat janji itu menjadi lemah bahkan tidak ada. Janji itu dibuat justru membuat kita terikat, yang diputuskan secara bersama dan diambil keputusannya secara suka-rela. Dan Salomo, ketika melantunkan puji-pujiannya pun berkata, ”Terpujilah Tuhan yang memberikan tepat seperti yang difirmankan-Nya … tidak ada satu pun yang tidak dipenuhi” (1 Raja-Raja 8:56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Allah tidak pernah memaksakan kehendak-Nya pada kita, sebaliknya kita juga tidak boleh memaksakan kehendak kita kepada Allah. Ketika kita memaksakan apa yang kita inginkan dihapan Allah, kita telah merusak rencana Allah yang Agung itu. Artinya, kita yakin janji Allah dalam hidup kita adalah rencana yang Agung dan mulia, namun kita juga mempunyai rencana yang menurut “kita” itu baik, satu pihak kita yakin Allah kita adalah Allah yang maha tahu, maha Pencipta, dan maha Kuasa; nah ketika kita memaksakan apa yang kita kehendaki terjadi; kita telah merusak rencana-Nya yang Agung itu.  Sekarang permisi tanya , pernahkah kita membuat janji kita pada Tuhan? Masih ingatkah kita akan janji itu? Atau kita hanya mengingat janji Tuhan saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dalam pidatonya presiden Bush beberapa bulan sebelum terpilih kembali, beliau mengatakan bahwa akan ada kelonggaran bagi imigran yang illegal di Amerika, lalu mungkin ada embel-embel lain lagi sebagai tambahan beliau untuk para imigran. Ini janji seorang presiden, mudah-mudahan kalau beliau masih tetap memgingat janji itu.. Namun karena ada terbongkarnya kasus pemalsuan surat-surat yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung-jawab di Virginia beberapa waktu yangn lalu, telah hampitr membuat presiden Bush menunda bahkan membatalakan janjinya. Ini janji seorang presiden, yang juga seorang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sekali lagi, ingatkah janji kita kepada Tuhan? Mungkin yang paling gampang diingat adalah janji kita mau hidup baik dihadapan Tuhan? Atau sewaktu pulang dari suatu Retreat, kita mungkin pernah berjanji pada Tuhan akan melayani Dia dengan sungguh-sungguh? Kita bertekad untuk setia pada Dia?  Kita berjanji mau melibatkan diri dalam tugas pelayanan?  Kita berjanji mau terlibat dalam misi? Atau kita berjanji pada Tuhan untuk berdamai dengan musuh kita? Kita berjanji tidak mau melakukan ini dan itu lagi? Kita berjanji akan mendukung pekerjaan Tuhan, baik dengan tenaga maupun dana? Banyak janji pemisi tanya, apakah kita masih ingat akan janji itu? Hanya ingat saja, tidak lebih dari itu? Masih ingatkah? Atau sudah dilupakan? Kalau sudah dilupakan, maka kita perlu ambil catatan, untuk mencatat kembali janji-janji yang pernah kita ucapkan kepada Tuhan  baik melalui orang lain; artinya melalui pengurus, atau majelis serta hamba Tuhan  maupun secara pribadi kita dengan Tuhan, yang tanpa diketahui oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;            2. Kita harus  Memelihara Janji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Memang, mengingat janji itu sangat penting, namun tidak cukup; kita harus tetap memelihara janji tersebut. Beda antara janji manusia dengan manusia dan janji manusia dengan Tuhan adalah, kepada manusia kita bisa dengan “topeng”,  kita membohonginya, namun kepada Tuhan kita tidak bisa membohong-Nya.  Kalau kita lihat di Alkitab, Tuhan begitu setia memelihara janji-Nya, mulai dari Abraham, Yakub lalu Yusuf sampai pada Daud dan kepada Tuhan Yesus, kita melihat ada suatu rangkaian khusus yang sambung menyambung. Di dalam perjalanan yang panjang ini ternyata tidak berlangsung dengan mulus, tetapi ada liku-liku yang sampai pada penggenapan Janji Tuhan yakni Yesus disalibkan, mati dan bangkit dari kubur. Tuhan memelihara Janji-Nya begitu rupa hingga Ia menggenapi Janji-Nya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saya yakin kita semua mempunya janji dan kita akan dinilai baik oleh orang kalau kita bisa memelihara janji itu dengan baik, artinya kalau janji itu berupa rahasia, maka kita akan pelihara secara rahasia pula. Sering kali timbul keributan antara teman-teman dekat kita disebabkan karena kita tidak konsekwen dengan janji kita. “ Tolong ya, yang saya ngomong ini rahasia loh ya ; jangan diceritaiin ke orang lain”. Namun sebentar saja rahasianya itu tersebar dan kalimat yang diucapkan juga sama “ tolong ya, jangan ceritaan ke orang lain ini merupakan rahasia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Di Alkitab ada dua tokoh yang sangat terkenal, yakni Daud dan Yonatan. Kedua orang ini pernah membuat janji. Perhatikanlah I Samuel 20 secara keseluruhan, Daud dan Yonatan kedua orang yang bersahabat akrab, namun pada saat-saat terakhir jabatan Saul ia menjauhkan diri dari Tuhan. Oleh sebab itu maka melalui Samuel, Tuhan memilih Daud untuk menggantikan kedudukannya. Oleh karena itu raja Saul sangat geram dan ia berkali-kali hendak membunuh Daud. Bagian ini menceritakan bagaimana perjanjian persahabatan Daud dan Yonatan benar-benar terpelihara dengan baik, walaupun musuh berbuyutan Daud itu adalah ayah Yonatan sendiri. Perjanjian mereka begitu terpelihara bahakan sampai pada keturunan mereka, yang mana Daud tyetap memperlakukan anak Yonatan yang cacat kaki bernama Mefiboset itu sebagai orang yang terhormat di kerajannya. (Lihat  1 Samuael 20 : 42 “Kemudian berkatalah Yonatan kepada Daud “Pergilah dengan selamat; bukankah kita telah bersumpah demi nama TUHAN, demikian : TUHAN akan ada diantara aku dan engakau serta diantara keturunanmu samapi selam-lamanya” perhatiakn juga II Samuel 21 :7 “”Tetapi raja merasa sayang kepada Mefiboset bin Yonatan bin Saul, karena sumpah demi TUHAN ada diantara mereka,  di antara Daud dan Yonatan bin Saul”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kalau kepada sesama manusia saja Daud dan Yonatan memelihara janji mereka samapi mati, bagaimana dengan kita? Lalu lebih focus lagi bagi kita memelihara janji kita kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3        Kita harus  Menepati Janji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            MENEPATI janji adalah sesuatu yang sangat sentral dalam iman Israel, dan seharusnya begitu juga dalam iman kita. Mengapa? Karena bentuk atau ”format” hubungan antara Allah dan umat-Nya, adalah ”hubungan perjanjian”; ”hubungan kontrak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            MENEPATI janji adalah sesuatu yang sangat sentral dalam iman Israel, dan seharusnya begitu juga dalam iman kita. Mengapa? Karena bentuk atau ”format” hubungan antara Allah dan umat-Nya, adalah ”hubungan perjanjian”; ”hubungan kontrak”. DI SEPANJANG perjalanan hidup setiap orang, pasti 1001 macam janji telah dibuat. Dari yang besar, sampai yang kecil. Dari yang resmi pakai akte notaris, sampai yang tidak tertulis. Dari janji kepada orang lain, sampai janji terhadap diri sendiri. Dan di sepanjang jalan itu pula, bila orang menengok ke belakang, akan jelas sekali kelihatan betapa kotornya jalan-jalan itu. Kotor oleh ”sampah” dan ”limbah”, yang bernama ”Janji-janji Yang Tak Tertepati”. Broken promises&lt;br /&gt;Kita berjanji untuk melakukan ini, untuk melihat itu, untuk berada di sini, untuk pergi ke situ. Tapi berkali-kali, bahkan setiap kali, janji-janji itu tidak pernah terpenuhi. Lebih celaka, memikirkannya atau mengingat-ingatnya pun kita tidak. Hidup berjalan seperti ”biasa”, seolah-olah tak pernah ada janji apa pun kita ucapkan. Apa lagi, orang pun merasa tidak perlu lagi menagihnya. Sebab, bukankah janji dibuat untuk dilanggar?             ADA janji yang terselip di setiap kontrak kerja yang dibuat. Si pemberi kerja berjanji memberi gaji dan fasilitas—ini, ini, ini. Di pihak yang lain, si penerima kerja berjanji untuk melakukan bagi perusahaan—ini, ini, ini. Semuanya fair dan transparan. Jelas dan terbuka. Tak ada unsur paksa memaksa. Begitulah kelihatannya.  Tapi benarkah begitu? Bila benar begitu, mengapa ada begitu banyak kecurangan? Di mana pengusaha mengeksploitasi buruh-buruhnya. Dan buruh merongrong perusahaannya. Jawabnya: karena janji yang tidak ditepati! Sejak awal, perjanjian memang dibuat dengan niat tidak bersih. Maksud saya, tidak dengan niat merealisasikannya, tetapi sebaliknya bagaimana mengingkarinya, dengan memanfaatkan kesempatan dan kelemahan yang ada. P engusaha berusaha membayar serendah-rendahnya (”Bila Anda tidak bersedia, silakan cari perusahaan yang lain saja!”). Sementara para pekerja bermalas-malasan, mencuri apa saja begitu ada kesempatan (”Di sini gaji kecil, tapi ‘sabetan’nya bung!”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            SECARA teknis, tidak ada tempat lain di mana janji berhamburan, kecuali di ruang pengadilan. Di tempat di mana kebenaran dicari, dan keadilan ditegakkan. Di situ ada pembela yang menjamin agar hak-hak terdakwa diindahkan. Ada jaksa yang menuntut agar kebenaran ditegakkan, kejahatan dihukum setimpal, dan hak-hak korban dibela. Dan kemudian ada hakim, yang—atas nama Tuhan—menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya dan yang sebenar-benarnya. Semuanya—termasuk para saksi—menjalankan peran yang berbeda-beda, tapi tujuannya sama: mengungkap kebenaran, seluruh kebenaran, dan tiada yang lain kecuali kebenaran. Telling the truth, the whole truth, and nothing but the truth. Tapi mengapa—seperti terjadi dalam praktik sehari-hari—ruang pengadilan justru menjadi tempat di mana ketidak-adilan dipamerkan, di mana kebenaran dipalsukan, dan keadilan diperjual-belikan—dengan malu-malu maupun terang-terangan? Jawabnya: karena janji dan sumpah telah menjadi sekadar proforma! Siapa berani mengatakan tidak ada sumpah yang dilanggar, ketika bagi orang-orang besar dan orang-orang kaya berlaku prinsip ”asumsi tidak bersalah”, sementara para penjahat ”kelas teri” sudah dijatuhi mati, bahkan sebelum sempat dibawa ke kantor polisi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-113778114726675358?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/113778114726675358/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=113778114726675358&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113778114726675358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113778114726675358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/01/janji-orang-percaya-kehidupan-manusia.html' title=''/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-113778088406300208</id><published>2006-01-20T10:14:00.000-08:00</published><updated>2006-01-20T10:14:44.130-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#330000;"&gt;&lt;strong&gt;RAHASIA HIDUP YANG BERKELIMPAHAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yohanes 15 :1-8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Apabila kita sebut berbuah itu berarti suatu tanda, yakni untuk membedakan anatara Ciptaan Allah dan Buatan tangan Manusia. Yang dibuat oleh tangan manusia tidak bisa berbuah, tetapi apa yang diciptakan oleh Allah itu bisa berbuah. Dengan kata lain, setiap yang Allah ciptakan itu hidup, sedang apa yang dibuat oleh manusia itu tidak hidup alias mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda pergi ke pusat perbelanjaan misalnya, terutama di Boutique, kita bisa melihat ada boneka yang dipajang, kemudian diberi pakaian yang indah, dan kelihatannya cantik sekali. Namun ia hanya boneka, tidak mempunyai hidup. Demikian juga kalau kita melihat ada bunga-bunga plastic yang kita pernah beli, dan kita pajangkan di rumah kita; bunga itu tidak ada hidupnya, ia hanya imitasi.&lt;br /&gt;Yesus berkata : “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah , dibersihkan-Nya supaya ia lebih banyak berbuah” Inilah perintah Tuhan Yesus kepada orang-orang percaya agar kita menjadi orang Kristen yang berbuah, bahakan berbuah lebat. Mengapa harus berbuah? Apa maksudnya! Perhatikan bnahwa kita tidak memfokuskan hal-hala kelimpahan yang bersifat materi, namun kita akan memfokuskan yang bersifat rohani. Ada empat poin penting yang yang kita lihat bersama pada hari ini, sebagai jawaban atas Hidup yang berkelimpahan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Buah merupakan Tanda Ada-nya Hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yohanes 15 ini berbicara tentang pokok Anggur. Tuhan Yesus menyimpulkan bahwa “Akulah pokok Anggur itu, dan kamu adalah ranting-rantingnya harus berbuah banyak”. Yesus memakai pokok Anggur, suatu contoh yang sangat sederhana sekali, IA tidak mau meninggikan diri-Nya sendiri dengan mengambil pohon-pohonan lain sebagai contoh. Kalau pokok Anggur ini boleh disebut pohon, maka ia adalah pohon yang paling tidak berbentuk, sebab tumbuhnya bisa menjalar sesuai dengan selera yang menanamnya. Kalau Tuhan Yesus mengidentikkan diri-Nya dengan pokok Anggur yang rela dibentuk, maka kita semestinya sebagai orang-orang percaya juga harus rela dibentuk. Pokok Anggur itu akan berguna kalau ia berbuah. Selama pokok Anggur itu belum berbuah, ia hanay menjadi pajangan saja, tidak sesuai dengan tujuan kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala sebuah pohon berbuah, ini menandakan bahwa pohon itu masih hidup’ jadi buahnya merupakan tanda hidup. Dengan kata lain kalau kita sebagai manusia menganggap diri kita masih hidup, konsekwensinya adalah hidup kita itu harus berbuah. Masalahnya sekarang buah yang bagiamana? Yang pahit, yang manis , yang enak atau yang tidak enak, yang masih segar atau yang busuk. Alkitab megatakan : “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” (Yakobus 2:17) Dan Alkitab berkata dengan jelas kepada kita bahwa tubuh tanpa jiwa adalah mayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman itu sendiri Invisible (tidak kelihatan), sebab adanya di dalam; namun lengkapnya adalah iman harus disertai perbuatan, yakni tingkah laku kita yang terlihat di luar. Yohanes Pembaptis berkata : “Hasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan”(baca Lukas 3:8 ) . Coba kita bedakan antara hati pertobatan dan buah pertobatan, hati pertobatan hanya dilihat oleh Tuhan, sedangkan buah pertobatan dilihat oleh manusia. Jikalau hati anda berimana kepada Tuhan, namun buahnya tidak baik, maka kita bukan hanya tidak memuliakan Tuhan, tetapi juga memberri kesempatan kepada orang lain untuk mencemooh dan memfitnah orang-orang Kristen lainnya. Itu sebabnya mari kita insaf sebagai orang percaya; harus ada buah yang bermanfaat senantiasa disalurkan pada orang lin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Buah merupakan Tanda Pertumbuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah dibersihkan-Nya supaya ia lebih banyak berbuah. Dalam terjemahan lain “dibersihkan” berarti “dipotong supaya lebih rapi”. Apa yang tidak diperlukan pada pohon itu dibuang, dan sisanya hanya yang perlu-perlu saja. Tujuan pemotongan ini semuanya supaya pokok Anggur itu bertumbuh, kalau tadinya ranting pokok anggur itu banyak serang dikurangi; supaya pokok anggur itu punya tenaga untuk menumbuhkan daun-dauan lainnya, bahkan berbuah juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang hobby menanam pohon, tentu mempunyai pengalaman yang indah tentang menanam pohon tertentu. Biasanya dengan telaten ia menyirami dan menanti sampai pohon itu bertumbuh, kemudian ia akan memangkas daun-daun yang tidak diperlukan, yang dimakan ulat, yang busuk dan sebagainya; supaya dapat tumbuh lebih lebat lagi. Apabila pohon tersebut mengalami pertumbuhan , maka si penanam itu akan merasa terhibur sekali. Demikian juga kehidupan orang Kristen. Rasul Paulus mengatakan bahwa ia sendiri bagaikan ibu rohani yang terus bertahan untuk melahirkan anak rohani. Di sini diperlukan kesabaran dan penderitaan seperti seorang ibu yang melahirkan. Pertumbuhan juga tidak bisa berlangsung mendadak dalam satu hari, tetapi melaui proses yang ada, itu sebabnya diperlukan kesabaran untuk menanti dan menunggu; namun ada batasnya tidak terlalau lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita ingin menjadi orang Kristen yang bertumbuh, nyatakanlah Anugerah Tuhan yang kita terima kepada orang lain; salah satu cara yang penting adalah memberitakan Injil. Setiap orang yang mau melayani Tuhan harus belajar bergumul untuk bertumbuh, karena bertumbuh tidak bisa dibantu oleh orang lain. Harus ia sendiri yang bertumbuh. Saya kurang tahu jelas anda sudah berapa lama menjadi orang percaya, ada yang baru satu tahaun, ada yang sudah limna tahun, ada yang sudah melebihi sepuluhan tahaun, mungkin ada juga yang sudah diatas tiga puluh tahaun. Permisi tanya? Selama menjadi orang percaya sampai saat ini, bagaimana kehidupan doa anda? Lalu ada satu hal lagi yang sangat penting, apakah anda secara rutin membaca Firman Tuhan? Kemudian apakah anda mentaati firman Tuhan? Tatkala firman Tuhan katakana Kasihilah orang lain, apakah anda melaklukannya? Tatkala firman Tuhan katakana berilah tumpangan pada orang laian, apakah anda lakukan? Tatkala firman Tuhan mengatakan kasihilah musuhmu, apkaha anda lakukan? Tatkala firman Tuhan mengatakan mari, melayanai tuhan, apakah anda melakukannya? Tatkala firman Tuhan katakana, ayo bayar perpuluhan, sebeb perpuluhan itu sesungguhnya bukan milikmu. Apakah kita sudah melakukannnya? Yang pasti, kalau sebelum anda percaya pada Tuhan Yesus, dibandingkan anda sudah percaya kepada Tuhan Yesus tidak ada yang berubah, itu berarti anda sedang berada dalam kondisi stagnasi. Itulah yang disebut orang Kristen Bonsai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu kita selalu mengalami hambatan dan kesulitan tatkala memasuki pertumbuhan rohani; itu sebabnya mulai Oktober ini kita galakkan program Membaca Alkitab, salah satu yang paling basic dari kita. Omong kosong kalau kita bisa bertumbuh, kalau hidup kita tidak pernah diisi firman Tuhan. Insyah Allah, kalau anda ikuti program ini, dalam 96 Mingu anda akan menyelesaikan satu kali membaca Alkitab secara keseluruhan. Ayo ikut, mumpung baru mulai minggu yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Buah merupakan Tanda Kematangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila sebuah pohon itu berbuah, maka buah tidak hanya menyatakan pohon itu hidup dan bertumbuh, tetapi juga menyatakan bahwa pohon itu sudah matang. Mengapa ada orang yang mengaku Kristen, sudah dibaptis puluhan tahun, sudah melayani juga puluhan tahun, sudah menjadi pengurus juga puluhan tahun, tetapi kehidupan rohaninya tidak matang? Kehidupan orang percaya yang demikianlah yang sering kali menjadi batu sandungan, sehingga orang-orang yang mestinya mau ke gereja, tetapi karena melihat sikap orang Kristen yang modelnya tidak karuan; sehingga membuat mereka mengurungkan niatnya ke gereja. Sebab, ke gereja dengan tidak ke gereja tidak ada bedanya, malah lebih gawat tingkah lakunya. Dan seriung kalai mereka yang tidak matang itu selalu menjadi trouble maker dalam melayani Tuhan, ribut saja melulu, protes ini , protes itu; mungkin Tuhan memberikan Talenta pada dia,tapi talenta protes dan rebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang timbul pertanyaan? Apa Tanda-tanda Kematangan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Orang yang matang adalah orang yang tidak lagi mementingkan diri sendiri. Kalau anda masih merasa kurang diperhatikan oleh orang lain, maka anda belum memiliki kematangan. Oleh sebab itu hari ini kita perlu belajar supaya kita ini rendah hati; mungkin kita harus melakukan hal yang belum pernah kita lakukan, yakni menyapa orang lain terlebih dahulu. Dalam traning Care Ministry dikatakan, sebenarnya kita itu bisa menjadi mujizat hari hari ini; asal kita mau menyalurkan Anugerah yang kita terima buat orang lain. Salah satunya yaitu menyapa orang lain terlebih dahulu. Mari, sehabis kebaktian ini kita akan praktekkan, jangan biarkan orang lain menyapa kita terlebih dahulu, kita masing-masing berlomba menyapa orang lain terlebih dahulu. Tidak ada alasan kita tidak mengenal orangnya, justru kalau pas berpapasan pada yang tidak kita kenal, maka berkenalanlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Masalah Bertanggung Jawab, atau Komitmen kita. Apa saja yang pernah kita janjikan pada orang lain, harus kita lakukan. Seorang anak kecil ia akan memperhatikan keagungan dan juga keburukkan dari orangtuanya. Di gereja biasanya ada dua macam orang yang dinilai kurang bertanggung-jawab; yaitu orang yang tidak melakukan sesuatu apapun jika tidak memberikan keuntungan bagi dia. Yang `kedua adalah orang yang setiap kali megiakan setiap pekerjaan atau janji atau komitmen , tetapai tidak pernah melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus pernah memberikan contoh tentang dua orang anak yang diperintahakan oleh ayahnya ke ladang. Anak yang satu menolak perintah ayahnya, sedangkan anak yang lain mengiayakan orang tuanya. Namun akhirnya yang menolak perintah ayahnya ia akhirnya pergi ke ladang, sedangkan yang mengiakan ayahnya, ia tidak pergi. Siapa yang lebih baik dari kedua orang ini? Jawabannnya dua-duanya tidak baik, semestinya yang baik adalah bila megatakan ya dan laksanakan tugas itu. Permisi tanya: anda termasuk golongna mana?? Jika kita mau menjadi orang Kristen berbuah, kunci utamanya harus memiliki kematangan hidup, matang di dalam menyangkali diri dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Buah merupakan Tanda dari Jenis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah yang kita produksikan, menunjukkan sampai dimana derajat hidup kita. Pernahkah kita mempunyai kerinduan untuk lebih rajin mengerjakan sesuatu buat Tuhan? Kalau itu merupakan kerinduan kita, saya yakin kita akan menjalani hidup yang penuh suka-cita, baik di dalam keluarga, dalam kampus, dalam kantor atau juga di dalam gereja, kalau selama ini kita selalu mengeluh, maka sekarang tidak lagi; sebab kita mau menjadi orang percaya yang jenis kualitasnya yang lebih baik. Setiap yang kita lakukan dengan terpaksa, tentu tidak ada suka-citanya, termasuk dalam pekrjaan dan juga pelayanan di gereja. Ibarat segelas air yang diisi sampai penuh, berkelimpahan dan mengalir ke tempat lain, ini yang alamiah……namun yang kalau yang terpaksa, ibarat segelas air yang mengalir, tetapi bukan karean aiarnya melimpah, tetapi karena gelasnya bocor. Beda bukan? Yang melimpah, maka gelas tetap akan penuh dengan air, tetapi gelas yang bocor; sampai pada waktunya akan mengalami kekeringan. Pada waktu itulah, yang tadinya penuh suka-cita; sekarang penuh keluhan dan omelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menyimpan rasa benci di dalam hatinya, tidak mungkin tidak banyak mengutuk orang lain di dalam perkataannya, tetapi orang yang banyak mempunyai cinta kasih di dalam hatinya, maka dengan sungguh-sungguh ia akan mengeluarkan kelakuan dan perbuatan yang sejati. Tuhan selalu yang memberikan yang terbaik buat kita. Di dalam kitab Yeremia, firman Tuhan berkata bahwa anggur-anggur pilihan yang ditanam-Nya berubah menjadi anggur berbau busuk busuk dan liar (Yeremia 2:21). Apakah hidup kita sesuai dengan firman Tuhan? Kita tidak pernah akan hidup sesuai dengan firman Tuhan selama kita tidak mengetahui firman Tuhan itu sendiri, dan untuk mengetahuinya kita perlu membacanya dan mempraktekkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-113778088406300208?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/113778088406300208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=113778088406300208&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113778088406300208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113778088406300208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/01/rahasia-hidup-yang-berkelimpahan.html' title=''/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-113778048581564005</id><published>2006-01-20T10:07:00.000-08:00</published><updated>2006-01-20T10:08:05.933-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#003333;"&gt;&lt;strong&gt;IMANUEL : TUHAN BESERTA KITA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Yesaya 7 : 14; 8:8 dan Matius 1:23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#336666;"&gt;Kata Imanuel semestinya tidak asing bagi orang percaya, khususnya menjelang Natal. Imanuel yang berarti Tuhan Beserta Kita ini hanya muncul tiga kali di dalam Alkitab kita. Di dalam Perjanjian Lama dua kali ykni di Kitab Yesaya 7:14 dan 8:8 sedangkan di dalam Perjanjian Baru tepatnya di dalam Injil Matius ditemukan di 1:23 merupakan kegenapan tulisan Yesaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyertaan manusia itu sungguh tidak kekal, sebab sifatnya sementara. Walaupun yang menyertai kita itu orang tua kita, suami atau isetri kita tetap saja mereka terbatas. Di dalam kurun waktu dua Minggu akhir Nopember dan awal Desember 2002, di gereja saya menemukan berturut tiga keluarga yang berduka karena orang-orang yangf merweka kasihi itu meninggal dunia. Hal ini sekali lagi membuktikan bahwa manusia sangat terbatas. Siapapun dia, baik kaya maupun miskin, tua maupun muda, berpendidikan maupun tidak, berpangkat atau tidak; mereka pasti akan merninggalkan kita. Perlunya penyertaan dari orang lain juga membuktikan bahwa manusia tidak sanggup untuk hidup menyendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sering kali kita mendengar ada orang yang takut kalau ditinggal sendirian, ada yang tidak berani tidur sendiri di kamar; ada teman yang baru melihat film atau mendengar cerita “horror”, tidak berani sendiri masuk Toilet. Orang-orang seperti ini butuh kawan, butuh pendamping, namun sekali lagi pendamping mereka itu sifatnya sementara, suatu saat kalau pendampingnya sakit, berhalangan atau meninggal dunia, maka ia sudah tidak ada yang menemani lagi. Itu sebabnya kalau di dalam Alkitab dikatakan Imanuel : Tuhan Beserta Kita, tentunya ini merupakan suatu suka-cita dan penghiburan yang besar bnagi kita sekalian, sebab penyertaan Tuhan tidak bersifat sementara, tetapi bersifat kekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya untuk memahami lebih jelas kata Imanuel ini, kita harus memperhatikan kontek awal tatkala munculnya istilah ini. Waktu itu Kerajaan Aram dan Kerajaan Israel hendak membentuk koalisi dengan Kerajaan Yehuda supaya mencegah laju perkembangan kekuasaan Asyur. Waktu itu Kerajaan Yehuda sangat ragu sehingga mereka tidak mengambil keputusan untuk mengikuti ajakan koalisi itu, sehingga hal tersebut menimbulkan kemarahan dapi pihak Aram dan Israel. Itu sebabnya Aram dan Israel mengambil keputusan untuk menghukum Yehuda. Mendengar berita ini , Ahas raja Yehuda menjadi gematar dan takut. Bersamaan dengan itu Yesaya diutus Tuhan untuk menjumpai Ahas untuk memberitahukan supaya beliau jangan takut, sebab kekuasaan musuhnya hampir berakhir dan mereka tidak dapat membahayakan lagi. Bahkan Yesaya menyuruh Ahas memohon pertanda untuk membuktikan kebenarnnya, namun Ahas tetap saja menolak.  Menanggapi hal ini maka Yesaya memberitahukan bahwa Tuhan akan memberikan suatu pertanda bagi bangsa Yehuda. Dalam penglihatan nabi ia melihat seorang anak darah (dalam bahasa Ibrani dipakai kata “alma”) yang artinya seorang wanita yang belum atau tidak menikah tetapi akan melahirkan seorang bayi yang diberi nama Imanuel yang artinya Tuhan Beserta Kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu bayi itu seorang wanita yang belum menikah, yang masih suci atau perawan, Yesaya dalam hal ini memakai kata “alma”. Ada orang mengatakan bahwa Yesaya tidak ingin mengajarkan kelilahian bayi melulu dari seorang dara, seandainya ia mengini itu ada kata yang lebih cocok yakni “betula”.  Tetapi penyelidikan di Perjanjian Lama mengungkapkan bahwa kata ini kurang mantap sebab mempunyai dua pengertian. Kata “betula” dapat mengacu kepada seorang dara, tetapi kalau itu maksudnya maka kata itu sering ditambah ucapan dia belum pernah bersetubuh dengan laki-laki (Kejadian 24:16). Kata “betula” juga dapat menggambarkan seorang perawan yang sudah tunangan, tetapi lebih sering kata “betula” mengacu pada wanita yang sudah kawin (Yoel 1:8) Ada lagi kata lain yang bisa mengacu kepada “wanita muda” yakni “Na’ara”, tetapi Yesaya dalam hal ini memakai “alma”.  Konsep pemakaian kata ini sesungguhnya hampir sama dengan bahasa Indonesia, kalau kita mengatakan “wanita” itu mengacu kepada wanita yang sudah atau belum menikah, atau kalau kita memakai kata”perempuan” itu juga mengacu kepada perempuan yang sudah atau belum menikah, namun kalau kita memakai kata “gadis”, semestinya harus diartikan bahwa wanita itu belum menikah. Kalau dalam bagian ini Yesaya memakai kata “alma” , itu berarti Yesaya mau katakana bahwa wanita muda yang melahirkan anka itu adalah wanita yang yang masih perawan, yang hanya bisa melahirkan anak karena mujizat; dan yang dilahirkan itu diberi nama Imanuel : Allah beserta kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa pentingnya Allah Beserta dengan Kita? Mengapa Allah beserta kita diperlukan?   Ada tiga alasan yang saya catat di dalam bagian ini sehubungan dengan “Imanuel” itu dibutuhkan oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.                   Allah sanggup memberi Damai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan manusia di dunia ini terbatas. Kekayaan, kepandaian, kecantikan, harta benda akan menjadi tidak berarti tatkala penyakait itu datang, apalagi kematian. Benar, semua itu penting bagi kita tatkala kita masih hidup, kita bekerja, kita usaha, kita belajar mati-matian untuk mendapat dan mengumpulkannya. Namun sesungguhnya semua itu sifatnya sementara, ibarat debu atau awan yang sebentar hilang dan terbang diterpa angin. Itu sebannya dibutuhkan “Imanuel” Allah Beserta Kita.   Alkitab mengatakan : Jikalau Allah dipihak kita, siapapun tidak sanggup mengalahkan kita”. Allah dipihak kita saja tidak ada yang bisa mengalahkan kita, apalagi sekarang Allah Beserta Kita, tentunya kekuatannya lebih dahsyat lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ketika seorang pemain Akrobat berhasil memperagakan berjalan di atas seutas tali, menyeberangi sebuah gedung ke gedung yang lain, semua penonton bertepuk tangan riuh ria.  Tatkala pemain Akrobat itu hendak kembali ke tempat semula, ia bermaksud mengajak salah seorang penonton untuk ikut serta dia, tetapi tidak satupun orang yang berani. Tiba-tiba ada seorang anak kecil mengatakan ia mau ikut, dan ternyata si anak kecil itu berhasil jalan di seutas tali bersama pemain Akrobat tersebut. Selidik-punya selidik ternyata, pemain Akrobat itu adalah Ayah dari anak kecil itu.  Seorang ayah tidak mungkin mencelakakan anaknya, apalagi Tuhan, IA beserta kita, mestinya tidak ada yang perlu ditakuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Allah diperlukan karena, sebagai manusia kita tidak sanggup menguasai diri kita sendiri, tetapi Allah sanggup. Manusia tidak mengetahui apa yang akan terjadi besok, rasanya sudah aman, tetapi tidak juga. Walaupun Amrozy dan beberrapa kawan mereka yang disebut otak pengebom di Bali sudah ditangkap, ranya persediaan B om di Indonesia cukup banyak, buktinya tanggal 5 Desember 2002 yang lalu di dekat  Mc Donald kota Makassar- Ujung Pandang muncul Bom lagi. Rupanya dalam rangka menyambut Lebaran, ada yang penasaran kalau kalau Mercon dilarang oleh pemerintah, mereka tidak tidak habis akal, gunakan saja Bom!  Oh…. Kehadiran Allah Beserta Kita sangat diperlukan bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.                Allah Sumber kepercayaan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya semenjak manusia pertama jatuh ke dalam dosa , kita sudah kehilangan kepercayaan dari Allah dan nature dosa kita itu begitu mempengaruhi kita, membuat kita tidak berarti sebagai manusia. Sekarang ditambah lagi dengan peristiwa Word Trade Center di Amerika tanggal 11 September 2001 dan peristiwa pengeboman di Bali – Denpasar tanggal 12 Oktober 2002, manusia itu satu sama lain menjadi tidak saling percaya. Ditambah lagi bencana dahsyat tsunami tanggal 26 Desember 2004 di Aceh dan beberapa Negara lain.Sulit dibedakan, siapa yang baik dan yang jahat, sulit dibedakan yang mana teman dan yang mana lawan. Setiap kita menuju ke Plaza dan Hotel-Hotel atau tempat keramaian lainnya kita harus dideteksi, takut kalau Bom suisa Amrozy itu terbawa oleh kita. Dan celakanya deteksi itu juga bisa meleset, buktinya di Makassar meledak lagi.  Dalam kondisi yang demikian, manusia tidak bisa menyelamatkan kita, hanya Allah tentunya yang akan menyelamatkan kita; itu sebabnya Allah diperlukan untuk menyertai hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu saya baru ketemu seorang pemudi anggota gereja yang saat ini sedang kerja di Jakarta. Beliau menceritakan bagaimana Tuhan menyertai dia di dalam kehidupannya. Pada hari itu di rumah kosnya, mungkin karena konslet listrik maka terjadi kebakaran; herannya yang terbakar itu hanya kamarnya. Memang tidak sampa habis semua, tetapi di dalam kamarnya berisi cukup banyak “harta-benda”nya, ada deposito, uanga asing yang hanya di simpan di dalam lemari plastik. Pemudi itu mengatakan puji Tuhan, walaupun Lemari plastik itu langsung roboh ketika dibuka, namun semua isi di dalamnya tetap utuh. Luar biasa! Kalau ini bukan karena penyertaan Tuhan, mustahil tentunya. Satpam yang jaga tidak dapat berbuat apa-apa dengan api! Seorang penulis pernah mengatakan bahwa “Penyertaan Allah di dalam hidup kita akan menjadi lebih nyata dan alami kalau kita mengalaminya di dalam hidup kita”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.             Allah menguasai seluruh hidup kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti penyertaan Allah di dalam hidup kita tidak menjamin kalau hidup kita itu selalu lancar, aman, bebas dari segala kesulitan dan sakit-penyakit. Tetapi bukti penyertaan Allah di dalam hidup kita adalah; walaupun ada sakit penyakit, kesulitan, permasalahan dan ketidak lancaran, kita percaya Allah yang menyertai kita itu sanggup untuk membawa kita keluar dari segala hambatan itu.  Di dalam nyanyian kita pernah ada sebuah lagu pujian yang berjudul Tuhan Tak Janji, isi syairnya kira-kira demikian; “Tuhan tak janji, lagit Biru; Tuhan tak janji hidup senang, Tuhan Tak janji cuaca selalu cerah : Tetapi Tuhan janjikan hidup kekal……”&lt;br /&gt; Di dalam Perjanjian Lama tatkala Musa membawa orang Israel keluar dari Mesir, sebenarnya penyertaan Allah pada mereka sangat luar biasa. Bayangkan, waktu itu tidak ada peta petunjuk jalan, Allah memberikan p[etunjuk jalan, pagi dan siang hari melalui Tiang Awan, sedangkan pada malam hari merteka dituntun dengan Tiang Api. Ditambah lagi Allah setiap hari memberi mereka makanan berupa  Manna dan burung Puyuh. Mestinya mereka akan hidup penuh kelancaran, tetapi kenyataannya mereka juga menghadapi kesulitan, di depan mereka terbentang Laut Merah, seakan-akan mereka menghadapi jalan buntu. Tetapi siapa sangka, justru Allah yang menyertai mereka itu danmembuka jalan, lautan luas itu menjadi kering, membentuk jalan yang dapat mereka lewati dengan selamat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-113778048581564005?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/113778048581564005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=113778048581564005&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113778048581564005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113778048581564005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/01/imanuel-tuhan-beserta-kita-yesaya-7-14.html' title=''/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-113778015088720325</id><published>2006-01-20T10:02:00.000-08:00</published><updated>2006-01-20T10:02:30.986-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;ANUGERAH YANG DISALURKAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Engkau dan saya orang berdosa, kita menjadi begitu kotor dan tercemar karena dosa yang senantiasa menyerap masuk ke dalam kehidupan ini, sehingga membuat kita tidak berpengharapan lagi untuk mendapat yang terbaik dari Tuhan Allah. Dosa begitu mencekat membuat manusia kehilangan kemulian Allah, tidak ada sesuatu yang bisa dibanggakan lagi.&lt;br /&gt;Dalam keadaan demikian maka manusia itu tidak mungkin diselamatkan oleh Tuhan. Dosa yang sudah berakar dan berkarat di dalam kehidupan kita terus semakin menjerat. Untung Allah itu mengasihi kita. oleh karena itu IA merancang suatu kebaikan untuk kita. Hanya butuh berharap pada Tuhan Yesus yang mengalahkan dosa-dosa kita di atas kayu salib dan sekaligus memberikan kita keselamatan. Inilah yang kita sering sebut dengan anugerah, kata lain yang sama dengan ini adalah Kasih karunia atau rahmat Allah.&lt;br /&gt;Apa yang dimaksud dengan anugerah itu? Kata “anugerah” ini sendiri menunjuk pada suatu sesuatu yang tidak semestinya diperoleh oleh seseorang, namun diberikan kepada kita hanya oleh karena belas kasihan. Pengertian lainnya, anugerah itu ibarat sebuah hadiah yang kita peroleh dan kita tidak perlu membayar dengan uang, dengan kata lain untuk mendapatkannya tanpa usaha kita atau pengorbanan kita.&lt;br /&gt;Setiap hari kita hidup dengan “anugerah demi anugerah” yang luar biasa. Saya yakin, ada banyak kejadian di dalam hidu kita yang berhubungan dengan anugerah Tuhan. Namun terlalu sering kita lupa untuk mengucap syukur terhadap keadaan itu. Dengan diam-diam momen tersebut dilewati begitu saja. Kita perlu merayakan dengan pengucapan syukur, walaupun tidak semuanya harus melalui perta besar di restoran.&lt;br /&gt;Alkitab yang kita baca berbicara tentang anugerah, yakni keselamatan kita, semua ini bukan karena jasa-jasa kita. "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." (Efesus 2:8-9)&lt;br /&gt;Anugerah apa yang kita lihat dari seorang yang bernama Daud, ketika ia baru menjabat sebagai raja? Apa saja yang dilakukannya teerhadap keluarga raja sebelumnya? Apakah ia membunuh mereka? Atau sebaliknya? Mari kita lihat bersama-sama :&lt;br /&gt;1. Anugerah itu diberikan secara cuma-cuma (gratis)&lt;br /&gt;Perhatikanlah Alkitab kita di dalam 2 Samuel 9 :1 maka “ Berkatalah Daud “Masih adakah orang yang tinggal dari keluarga Saul? Maka aku akan menunjukkan kasihku kepadanya oleh karena Yonatan” (NIV menerjemahkan kasihku ini dengan “kindness” yang berarti kebaikan hati , bermurah hati). “Kebaikan hati” atau “bermurah hati” biasanya diberikan sebagai suatu hadiah yang Cuma-Cuma, tanpa memasang syarat apapun. Sipenerima kebaikan hati ini akan menikmati suatu kemurahan yang tujuannya adalah demi kebaikan diri. Tidak ada sedikitpun maksud untuk mencelakakan orang lain. Kalau tadinya dia kelaparan, maka melalui saluran anugerah kita ia menjadi kenyang. Tadinya ia sedih, sekarang menjadi senang, tadinya tidak berpengharaapn sekarang berpengharapan. Masih banyak lagi perubahan bakal terjadi kalau kita benar-benar menyalurkan anugerah yang kita dapatkan buat yang lain.&lt;br /&gt;Kebaikan hati ini juga merupakan suatu praktek kasih yang tidak bersyarat. Itu sebabnya ketika Daud merenungkan kembali lalu ia bertanya “ Masih adakah orang di seluruh daerah ini kepada siapa aku dapat menunjukkan “kebaikan hati” oleh karena Yonatan? Mengapa Daud ingin melakukan hal ini? Bukankah Daud saat ini sibuk sebagai seorang raja, apalagi saat ini kedudukannya masih baru? Sebab sebelumnya ia telah berjanji pada Saul dan Yonatan, yakni untuk meperhatikan sanak keluarganya kelak ia menjabat sebagai raja.&lt;br /&gt;Coba perhatikan 1 Samuel 20 : 13-14 (Pada waktu itu Daud masih lari dari Saul, tetapi sudah jelas kelihatan bahwa Daud bakal menjadi orang nomer satu di negeri Israel)&lt;br /&gt;Demikian firman Tuhan “Tetapi apabila ayahku memandang baik untuk mendatangkan celaka kepadamu, beginilah kiranya TUHAN menghukum Yonatan, bahkan lebih lagi daripada itu, sekiranya aku tidak menyatakannya kepadamu dan membiarkan engkau pergi, sehingga engkau dapat berjalan dengan selamat. TUHAN kiranya menyertai engaku, seperti ia menyertai ayahku dahulu. Jika aku masioh hidup, bukankah engkau akan menunjukkan kepadaku kasih setia (anugerah) Tuhan?”&lt;br /&gt;Suatu tradisi sebenarnya di dalam dinasti-dinasti timur bahwa seorang raja baru mengambil alih, maka seluruh anggota keluarga dari dinasti sebelumnya akan dimusnahkan untuk menghapuskan kemungkinan-kemungkinan terjadi pemberontakan. Jadi di sini Yonatan mengatakan kepada Daud, “Daud, jika kau sudah sampai kepada tahta, sedapat engkau bisa, akankah engkau menunjukkan anugerah kepada keluargaku? Tidak seperti kebiasaan umum dari raja-raja lainnya, akankah engkau mempertahankan kehidupan kami? Akankah engkau menjaga kami dan melindungi kami, sehingga kami tidak dilupakan?&lt;br /&gt;Tanpa sedikitpun menaruh keraguan, maka Daud menyetujui hal ini. Kasihnya kepada Yonatan mendorongnya untuk masuk ke dalam perjanjian yang mengikat dengan sahabatnya. Yang akhirnya secara konsekwen Daud harus pula memenuhi janji ini.&lt;br /&gt;“Janganlah nama Yonatan terhapus dari keturunan Daud, melainkan kiranya TUHAN menuntut balas dari pada musuh-musuh Daud.” Dan Yonatan menyuruh Daud sekali lagi bersumpah demi kasihnya kepadanya, sebab ia mengasihi Daud seperti dirinya sendiri. (1 Samuel 20 : 16-17)&lt;br /&gt;Kemudian kita akan mengingat, setelah Daud membiarkan Saul hidup ketika berada di dalam gua. Kejadiannya begitu, waktu itu Saul mengejar-ngejar Daud, dengan tujuan satu-satuynya untuk membunuh Daud. Daud harus berlalri dan bersembunyi di dalam gua-gua. Suatu hari ketika Saul kembali mengejar-ngejar Daud, akhirnya ia merasa capek sekali dan tertidur. Pada saat-saat Saul tertidur, sebenarnya ada kesempatan bagi Daud untuk melenyapkan Saul. Namun ia tidak mau membutuh orang yang diurapi Tuhan Allah, itu sebabnya Daud hanya menggunting ujung jubah Saul saja.&lt;br /&gt;Keesokan paginya Saul tetap mau membunuh Daud, namun dari temnpatnya Daud mejerit “ Ayah, Daud memanggilnya demikian karena memang Saul adalah mertuanya, mengapa engaku teru-menerus hendak memburu dan hendak membunuh aku. Padahal kemarin malam jikalau aku hendak mebunuh engkaua maka aku dapat melaksanakannya, namun karena aku melihata engakau adaalh orang pilihan All;ah, maka aku mengurungjkan niat untuk mebunuhmu, aku hanay mengunting ujung jubahmu saja.&lt;br /&gt;Itu sebabnya di dalam ayat-ayat terakhir 2 Samuel 24 ini, terjadi sumpah pengikat janji antara Saul dan Daud:&lt;br /&gt;“ Oleh karena itu, sesungguhnya aku tahu , bahwa engkau pasti menjadi raja dan jabatan raja Israel akan kokoh dalam tanganmu. Oleh sebab itu, bersumpahlah kepadaku demi TUHAN, bahwa engakau tidak akan melenyapkan keturunanku dan tidak akan menghapuskan namaku datri kaum keluargaku. Lalu bersumpahlah Daud kepada Saul.. (1 Samuel 24 : 21-23)&lt;br /&gt;Maka Daudpun berjanji baik kepada Yonatan dan Saul (dicatat dalam 2 Samuel 9), kita melihat ia saat ini Daud sedang memikirkan janji itu. Ia hendak memenuhi janji tersebut. Ia bertanggung-jawab terhadap komitmennya.&lt;br /&gt;2. Anugerah diberikan kepada semua orang (tidak pandang bulu)&lt;br /&gt;Coba perhatikan bahwa Daud itu sedang bertanya “Masih adakah seseorang yang tingal kepada siapa aku dapat mendemonstrasikan anugerah oleh karena Yonatan? Pertanyaan ini cukup menarik untuk kita lihat. DAud tidak tidak bertanya “Masih adakah seseorang yang layak..” Masih ada seseorang yang memenuhi syarat? Tetapi ia bertanya masih adakah seseorang? Itu berarti tidak perduli siapa orangnya, yang penting ia masih hidup, yang seharusnya menerima kasih itu. Inilah penerimaan yang tanopa syarat, hanya didasarkan pada anugerah semata-mata.&lt;br /&gt;Adapun keluarga Saul mempunyai seorang hamba, yang bernama Ziba. Ia dipanggil menghadap Daud, lalu raja bertanya kepadanya: “Engkaukah Ziba?” Jawabnya: “Hamba tuanku.”Kemudian berkatalah raja: “Tidak adakah lagi orang yang tinggal dari keluarga Saul? Aku hendak menunjukkan kepadanya kasih yang dari Allah.” Lalu berkatalah Ziba kepada raja: “Masih ada seorang anak laki-laki Yonatan, yang cacat kakinya” ( 1 Samuel 9 :2-3)&lt;br /&gt;Jikalau anda membaca di anatara barisan kalimat tersebut, anda akan merasakan sesuatu maksud di dalam nasihat yang sesungguhnya Ziba berikan kepada raja,. Kita melihat seakan-akan Ziba mau katakana sebaiknya raja Daud berpikir ulang sebelum melakukan hal ini, karena pria ini tidak kelihatan bagus berada di istina. IA tidak sessui untuk lingkungan ini, ruangan tahta ini, rumah baru yang indah di kota Yerusalem. Kau tahu Daud, ia memiliki cacata dibagian kakinya.&lt;br /&gt;Daud bertanya masih ada seseorang, tetapi penasihatnya menjawab dengan menambah embel-embel dibelakang kalimatnya : Ya….. tetapi cacat kakinya”&lt;br /&gt;Apa respons Daud? Ia tidak bertanya, dimanakah cacatnya? Namun ia terus melanjutkan perkataannya dan bertanya, “Di manakah ia? “ Ia tidak bertanya separah apa dia”? Bahkan ia juga tidak bertanay bagaimna ia bisa cacat? Yang dia tanyakan adalah “Dimanakah pria itu berada?”&lt;br /&gt;Inilah yang saya maksudkan dengan anugerah itu, ia tidak memlih. Anugerah tidak mencari hal-hal yang telah diperbuat yang layak mendapatkan kasih. Dalam konsep Perjanjian Baru kita bisa melihat bahwa anugerah ialah Allah memberikan diri-Nya sendiri melalui Yesus Kristus anak-Nya dengan penerimaan sepenuhnya kepada mereka seseorang yang tidak layak menerimanya dan tidak pernah berusaha dan tidak akan pernah mampu untuk membalas. Hal inilah yang mebuat adegan Daud dan Mefiboset menjadi begitu berkesan.&lt;br /&gt;3. Anugerah diberikan untuk mengangkat harkat dan martabat orang berdosa&lt;br /&gt;Jawab Ziba kepada raja, “Dia ada di rumah Makhir bin Amiel di Lodebar” (2 Samuel 9 :4).&lt;br /&gt;Istilah nama tempat yang disebut Lodebar ini sangat menarik. “Lo” di dalam bahasa Ibrani artinya “tidak” mdan “debar” berasal dari akar atau kata dasar yang berarti “padang rumput atau tanah yang berumput.” Jadi keturunan Yonatan ini sedang berada di tempat di mana ada ketandusan yang tidak terbayangkan. Ia tinggal di suatu ladang yang tidak terkenal, dan sekana-akan menunggu ajal saja.&lt;br /&gt;Kita tidak tahu kenapa Mefiboset berada di sana? Namaun dari indikasi bahwa kerajaan Saul itu sudah runtuh, maka kemungkinan besar ia bersembunyi untuk menyelamatkan dirinya, dan satu-satunya otrang yang mengetahui Mefiboset berada adalah Ziba ini.&lt;br /&gt;Daud memng tidak bertanya mengapa Mefiboset anak Yonatan ini cacata kakinya, namun kalau anda penasaran dan pengin tahu, mari kita liht di dalam 2 Samuel 4 :4 “Yonatan, anak Saul, mempunyai seorang anak laki-laki, yang cacat kakinya. Ia berumur lima tahun, ketika datang kabar tentang Saul dan Yonatan dari Yizreel. Inang pengasuhnya mengangkat dia pada waktu itu, lalu lari, tetapi karena terburu-buru larinya, anak itu jatuh dan menjadi timpang. Ia bernama Mefiboset.”&lt;br /&gt;Tatkala ia mendengar bahwa Saul dan Yonatan sudah mati, maka inang pengausuhnya mengangkat anak laki-laki yang diasuhnya dan melarikan diri, untuk melindunginya. Karena ia terburu-buru, mungkin ia tersandung, dan anak laki-laki itu jatuh terguling-guling. Sebagai akibat dari kejatuhan tersebut, ia menjadi cacat seterusnya dan tetap bersembunyi sejal saat itu, karena ketakutan akan kehidupannya.&lt;br /&gt;Dapatkan anda bayangkan betapa kagetnya Mefiboset itu? Tatkala raja memanggilnya? Ada apa lagi ini? Pengawal yang dating ke rumahnya berkata “ Raja ingin bertemu denganmu”? Mungkin Mefiboset berpikir, barangkali inilah saat-saat yang terakhir kehidupan itu.&lt;br /&gt;Kemudian orang-orangnya raja Daud membawanya ke Yerusalem, kehadapan raja yakni Daud.&lt;br /&gt;“Dan Mefiboset bin Yonatan bin Saul masuk menghadap Daud, ia sujud dan menyembah. Kata Daud: "Mefiboset!" Jawabnya: "Inilah hamba tuanku." (2 Samuel 9 :6)&lt;br /&gt;Kemudian berkatalah Daud kepadanya: "Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku." (2 Samuel 9 : 7)&lt;br /&gt;Dapatkah anda bayangkan bagaimana sikap Mefiboset ketika mendengar panggilan raja itu? Namun Daud meyakinkan Mefiboset, bawa dia tetap akan dipelihara oleh kerajaan.&lt;br /&gt;Sepertinya Daud ingin berkata kepadanya begini :”Oh sahabatku Mefiboset, engkau akan mendapat kehormatan seperti yang belum [pernah kau miliki sebelumnyua. Engkau akan menjadi anggota dari keluargaku……. Engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku” (baca dan bandingkan 2 Samuel 9 :8-13)&lt;br /&gt;Lalu sujudlah Mefiboset dan berkata: "Apakah hambamu ini, sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku?" Lalu raja memanggil Ziba, hamba Saul itu, dan berkata kepadanya: "Segala sesuatu yang adalah milik Saul dan milik seluruh keluarganya kuberikan kepada cucu tuanmu itu Engkau harus mengerjakan tanah baginya, engkau, anak-anakmu dan hamba-hambamu, dan harus membawa masuk tuaiannya, supaya cucu tuanmu itu ada makanannya. Mefiboset, cucu tuanmu itu, akan tetap makan sehidangan dengan aku." Ziba mempunyai lima belas orang anak laki-laki dan dua puluh orang hamba. Berkatalah Ziba kepada raja: "Hambamu ini akan melakukan tepat seperti yang diperintahkan tuanku raja kepadanya." Dan Mefiboset makan sehidangan dengan Daud sebagai salah seorang anak raja.Mefiboset mempunyai seorang anak laki-laki yang kecil, yang bernama Mikha. Semua orang yang diam di rumah Ziba adalah hamba-hamba Mefiboset Demikianlah Mefiboset diam di Yerusalem, sebab ia tetap makan sehidangan dengan raja. Adapun kedua kakinya timpang.&lt;br /&gt;Apa yang bisa kita pelajari dari firman Tuhan hari ini? Setiap hari kita menikmati anugerah Tuhan. Namun anugerah yang kita dapatkan dari Tuhan itu kita kemanakan? Tuhan yang kita sembah tidak menuntut kita memberikan dari apa yang tidak kita miliki, tetapi Tuhan kita menuntut dari apa yang sudah kita miliki, yakni dari apa yang diberikan kepada anda dan saya. Kalau sampai hari ini, anda tidak mendapatkan berkat sama sekali dari Tuhan, maka sebagai hamba Tuhan saya sarankan kepada kita semua, jangan sekali-kali memberikannya pada Tuhan. Namun permisi Tanya. Apakah benar kita tidak memiliki berkat Tuhan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-113778015088720325?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/113778015088720325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=113778015088720325&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113778015088720325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113778015088720325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/01/anugerah-yang-disalurkan-engkau-dan.html' title=''/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-113777985566641052</id><published>2006-01-20T09:57:00.000-08:00</published><updated>2006-01-20T09:57:35.770-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#003333;"&gt;&lt;strong&gt;SUDAH TIBA SAATNYA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(IT'S TIME TO WAKE UP! TIME IS SHORT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Roma 13 : 11-14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#336666;"&gt;Beberapa hari yang lalu saya menerima sms dari seorang teman yang mengatakan bahwa salah seorang majelis gereja di kampung halaman saya telah dipanggil Tuhan, saya sempat terkesima juga, soalnya kurang lebih dua bulan yang lalu saya berkunjung ke rumahnya, hendak melihat almarhum, ternyata beliau yang sudah kelihatan sakit itu masih memaksakan diri bekerja. Jadi ceritanya saya tidak ketemu beliau pada waktu itu, hanya ketemu isteri dan anak perempuannya saja. Demikian juga Mingggu ke dua ini saya berkesempatan pelayanan Sacramento, saya masih berbincang-bincang dengan salah seorang aktifis gereja di sana, namun hari Selasanya, saya menerima email yang beritanya saudara tersebut telah meninggal, tanpa ada sebab musabab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merenung demikian, ternyata waktu kita semakin hari semakin dekat. Lalu apa yang kita perbuat dengan waktu yang singkat ini? Walaupun Tuhan memberikan kebebasaan kepada kita untuk memilih berbuat ini dan itu, namun kita perlu minta hikmat dari Dia supaya pilihan kita tidak salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saja tidak semua orang yang datang ke gereja sudah insaf akan peringatan waktunya sudah dekat ini. Sebab masih banyak ditemukan mereka yang senantiasa hidup dengan memilih perbuatan yang salah ketimbangan benar. Rasul Paulus rupanya di sini bukan hanya menekankan hanya sekadar waktu yang singkatnya itu, tetapi apa yang harus dilakukan sebelum waktu yang singakt itu berakhir- artinya sebelum terlambat apa yang perlu dikerjakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman yang tinggal di Amerika tentu sangat mengerti betapa pentingnya waktu itu. Ketika anda ke bengkel memperbaiki mobil ada kemungkinan sparepart yang hendak anda ganti hanya 50 $ tetapi karena untuk mengerjakannya harus membuka mesin-mesinnya, maka memerlukan waktu yang cukup panjang, boleh jadi ongkos total yang harus anda bayar menjadi 400$ atau 500$. Sehingga ada pepatah mengatakan “waktu itu adalah uang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada seorang pendeta yang protes terhadap pepatah ini, sebab menurut beliau kalau benar waktu adalah uang maka kita dapat memakai uang kita untuk membeli waktu itu. Seandainya Tuhan sudah menentukan kita berumur 90 tahuna harus meninggal, maka kita sejak muda bekerja mati-matian mengumpulkan tabungan, lalu dengan uang tersebut kita hendak pergi membeli waktu tambahan, supaya Tuhan jangan memanggil kita pada umur 90, melainkan umur 125, tentu tidak bisa bukan! Sebab uang tidak daapt membeli waktu. Lalu bagaimana usaha kita supaya menyelamatkan diri dari waktu yang ada? Apa yang harus kita kerjakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat 12 rasul Paulus memberikan penegasan kepada kita, kita bakal konsentrasi di ayat ini, saya akan bagi menjadi tiga poin untuk menguraikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. IT'S TIME TO WAKE UP! Time is Short: Ingat, hari sudah jauh malam, telah hampir siang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul Paulus mengerti jelas apa itu waktu yang singkat itu, tatkala mengaitkan dengan kehidupan pribadinya. Sebelum bertobat Paulus sudah sangat terkenal, ia bukan orang bodoh, ia orang yang sangat pintar. Gurunya saja guru besar Gamaliel yang sangat terkenal itu. Akal bulusnya juga banyak, bayangkan dia juga merupakan salah seorang dalang atas kematian Stefanus yang dilempar batu hingga mati gara-gara mempertahankan iman kepercayaan kepada Yesus. Namun Tuhan hendak memakai orang semacam itu. Oleh karena itu atas anugerah Tuhan, ia sanggup berubah. Kita tentu masih ingat perubahan dari Saulus menjadi Paulus berlangsung cukup drastis. Dan ini merupakan perubahan yang spontan, total, dan radikal. Paulus mengahargai sekali momen igtu, sehingga ia tidak menyia-nyiakan waktu tersebut walaupun ia harus menjalani kebutaan selama tiga hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bila kita kembali ke atas melihat ayat 11, di sana dikatakan - ...............saatnya sudah tiba bagi kita untuk bangun dari tidur....., apa maksudnya??? Keadaan rohani yang tidak sesuai dengan dekatnya kita pada Kerajaan Allah dikiaskan dengan kata tidur. Oleh sebab itu apabila kita sungguh mengerti bahwa dunia ini betul-betul fana dan Raja atau Mesias kita bakal segera datang tanpa kita ketahui waktunya, maka tidak masuk akal kalau kita hidup seolah-olah tidak mau tahu atau cuek saja akan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 12 yang kita baca, bagian awalnya berbunyi demikian : .........hari sudah jauh malam, telah hampir siang..... Saya kurang tahu apakah anda pernah memasuki keadaan ini pada dini hari? Ketika anda sibuk dengan paper atau stress dengan berbagai persoalan , sehingga malam hari tidak bisa tidur dan sampai menjelang pagi, di sana kita akan melihat keadaan samar-samar antara gelap menuju terang. Kalau di Indonesia kita mulai mendengar suara ayam berkokok, itu pertanda mau pagi. Maka semua harus segera bangun dari tidur. Kenapa , karena ada banyak hal yang harus dikerjakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang percaya berada pada suatu perbatasan antara kegelapan dan terang. Yang kelihatan hanya samar-samar, namun sekarang saatnya sudah tiba bagi kita untuk bangun dari tidur. Artinya kita perlu waspada dan berjaga-jaga dan mulai melakukan sesuatu. Dan sesuatu yang harus kita lakukan itu adalah sesuatu yang positip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. IT'S TIME TO WAKE UP! Time is short : Mari, tanggalkanlah perbuatan kegelapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;William Barcley mengatakan ayat ini sangat berkesan sekali bagi beberapa teolog dan bapa-bapa gereja, salah satunya adalah Augustinus, yang melalui ayat ini dia bertobat. Suatu hari pada saat Augustinus sedang berjalan di dalam sebuah taman, hatinya sedang menderita, karena kegagalannya untuk hidup dengan baik. Berkali-kali ia berseru dengan sedih, “Berapa lama ? Berapa lama lagi? Besok dan besok lagi – mengapa tiodak sekarang? Mengapa tidak saat ini saja akhir kebobrokan moralku? Tiba-tiba ia mendengar suatu suara berkata : “Ambillah dan bacalah. “Kedengarannya seperti suara seorang anak kecil; ia memeras otaknya mengingat permainan anak-anak yang memakai kata-kata itu, tetapi ia tidak mendapatkannya. Ia lalu pergi dengan cepat ke Alypius, temannya yang sedang duduk , serta menaruh banyak buku-bukunya , khususnya surat kiriman rasul Paulus ini. “Aku mengambilnya dengan cepat dan membaca dengan tenang bagian yang pertama, kulihat : “Jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hari. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan utama dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya” Augustinus mengatakan lagi “saya tidak ingin dan tidak perlu membaca ayat-ayat lebih lanjut. Dengan berakhirnya kalimat itu, seolah-olah sinar jaminan itu tertuang dalam hatiku, semua bayang-bayang keraguan tercerai berai. Aku meletakkan jariku pada halaman itu dan menutup buku itu; aku memandang Alypius dengan tenang dan menceritakan kepadanya pengalamanku. Aku harus tanggalakan semua perbuatanku yang buruk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus anda dan saya ditanggalkan? Tidak kebetulan kalau rasul Paulus memilih secara spesifik dosa-dosa khas yang harus kita singkirkan di dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pesta Pora (komos)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa maksudnya? Apakah berarti orang-orang percaya tidak boleh berpesta? Apakah kita tidak boleh merayakan sesuatu acara, misalnya wisuda, ulang tahun dan sebagainya? Oh tentu tidak demikian. Kata pesta pora yang dipakai di sini adalah kata “komos”, artinya adalah sekelompok teman-teman yang ikut ke rumah pemenang setelah suatu perlombaan, menyanyikan pujian dan merayakan kemenangan itu. Kemudian hari kata itu berarti pesta pora yang terkesan membuat keributan dan onar sepanjang jalanan kota pada malam hari. Dan ini menggambarkan suatu pesta pora yang merendahkan martabat manusia dan mengganggu ketentraman orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa kita tidak pernah berpesta sebrutal itu bukan! Namun tatkala kita hidup bersenang di atas penderitaan orang lain. Misalnya mempekerjakan orang-orang dengan gaji yang murah, memeras tenaganya, memperlakukan orang lainm dengan seenaknya, dan sebagainya , kita sudah tergolong di dalam pesta pora ini. Paulus mengatakan bahwa hal ini harus disingkirkan SEGERA !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kemabukan (methe)&lt;br /&gt;Orang Yunani menganggap mabuk ini adalah hal yang sangat memalukan sekali. Mereka memang peminum anggur, bahkan anak-anak kecil juga. Sarapan pagi mereka itu disebut akratisma, yang terdiri dari sepotong roti yang dicelupkan ke dalam anggur tersebut. Namun kemabukan tetap merupakan hal yang sangat memalukan bagi mereka, sebab anggur yang diminum oleh orang-orang Yunani itu telah diencerkan, dan menjadi minuman sehari-hari mereka, karena kondisi air yang tidak cukup dan membayakan kesehatan. Jadi kalau ada yang mabuk, berarti ada yang curang, kelebihan dosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin anda tidak semabuk ini! Tetapi kalau minuman membuat anda lupa diri hari ini, maka dipersilahkan anda supya tinggalakn minuman itu segera. Pengaruh jaman, banyak sekali orang-orang muda samapi kaum dewasa dipengaruhi obat bius, ekstasi dan sebagainya. Bakah kalau di Amerika kita tidak jarang mendengar berita mereka menanam dan mengkonsumsi Mariyuana untuk konsumsi sendiri. Hiduop begitu bebas, sehingga tidak ada orang-orang yang perlu mengurus lagi. Mabuk kepayang! Paulus menegaskan masalah mabuk juga harus disingkirkan SEGERA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Percabulan (koite)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara harafiah berarti, sebuah tempat tidur dan mempunyai arti keinginan akan tempat tidur yang terlarang. Inilah dosa kekafiran yang khas. Kata itu menggambarkan orang yang tidak punya kesetiaan dan mau menikmati kesenangan kapan dan dimana saja seenak hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala kita katakan anugerah Tuhan itu cukup bagiku, itu berarti manusis yang sadar pasti tidak berusaha menginginkan ini dan itu lagi. Cukuplah apa yang ada padaku. Namun, munculnya percabulan karena ketidakpuasan seseorang. Sekali lagi Paulus menegaskan harus dsingkirkan SEGERA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hawa Nafsu (aselgeia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ini merupakan kata yang terburuk dalam bahasa Yunani. Kata itu tidak hanya menggambarkan kebejatan moral, tetapi secara khusus menggambarkan orang yang telah kehilangan rasa malu. Umumnya orang kan berusaha menyembunyikan perbuatannya yang jahat, bila perlu jangan samapi ketahuan oleh sipapun, tetapi ini tidak, justru di dalam hati orang aselgia ini kadang seakan-akan sudah kebal dengan perbuatan jahatnya, ia tidak peduli bagaimana ia telah memamerkan dirinya sendiri, ia juga tidak peduli lagi pendapat orang-orang. Aselgia adalah berani melakukan dimuka umum hal –hal yang tidak pantas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1988-1989 saya pernah kuliah di sebuah sekolah Teologia di Bandar-Baru –Sumatera-Utara, yang diseberang kompleknya terdapat kompleks Wanita Tuna Susila atau nama kerennya PKS saya lupa kepanjangannya Penjaja Seks Komersial atau Pekerja Seks Komersial, tolong koreksi yang kawan. Jadi kalau saya hampir setiap minggu dua kali harus naik bus dari Medan menuju ke kampus Bandar Baru. Ketika kondekturnya mengetahui saya hendak turun di Bandar Baru, maka sebelumnya iapun menawrkan demikian, Saya lupa dia panggil Mas atau bos, tetapi barangkali “bos’, karena potongan saya kayak bos, tapi jahitannya tidak! (maaf gede rasa -GR) “Bos, apa perlu villa” ! Apa perlu dibantu booking!! Mau yang Tionghoa, hitam manis, putih juga ada!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena berkali-kali demikain maka pada kali yang lain saya naik bus, tatkala ditanya lagi begitu, saya sebut saja tujuan saya ke Sibolangit, maka saya tidak tidak mendapat tawaran lagi. Herannya sewaktu kuliah di Malang, pengalamannya persis, boleh dibilang sewaktu tahun ke tiga, hampir sebulan sekali saya mendapat giliran pelayanan ke sebuah gereja di Tretes – Jawa Timur. Tempat yang tidak ubahnya seperti Bandar Baru, jadi kalau malam minggu sehabis pelayanan, kadang saya bersama seorang teman yang mendapat tugas di Prigen hendak mencari sate. Banyak sekali tawaran semacam di atas muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun terakhir di Surabaya, saya kurang tahu kota lain, saya pikir sama saja, di sana juga bertebaran “nona-nona” cantik di sepanjang jalan tertentu, bahkan di kampus-kampus terkenal yang menawarkan aselgia dengan tanpa rasa malu lagi. Mereka dengan berpenampilan seksi, melambai-lambaikan tangan di pinggir jalan, anda jangan coba-coba berhenti, sebab begitu anda berhenti maka mereka segera menyerbu ke mobil anda, dan kalau perjanjiannya okey, segera boleh naik ke mobil anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin anda mungkin tidak terjerumus sedalam itu, tetapi ingat tatkala di dalam kehidupan kita sudah terdapat ketidak sungkanan melakukan hal yang tidak pantas, apa bedanya dengan aselgia ini. Dengan tegas rasul Paulus mengatakan bahwa perbuatan ini harus disingkirkan juga dengan SEGERA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perselisihan (eris)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eris itu adalah semangat yang timbul dari persaingan yang kotor dan tak terkendalikan,. Hal itu muncul dari keinginan untuk mendapatkan kedudukan, kekuasaan dan kehormatan yang dimilki lawannya. Inilah dosa yang pada awalnya mementingkan diri sendiri dan sama sekali bertentangan dengan kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang kerjanya sebagai pengusaha, perlu hati-hati dalam hal ini. Sebab sudah menjadi rahasia umum kalau di dalam bisnis sering muncul taktik-taktik kotor untuk menghancurkan orang lain. Kehidupan sehari-hari juga demikian, kita begitu senang dan selalu berusaha untuk menyingkirkan orang-orang yang tidak senang pada kita. Inilah eris itu, yang segera harus disingkirkan SEGERA!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Iri hati (zelos)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zelos ini tidak selalu merupakan kata yang pengertiannya negatif atau jahat. Kata itu dapat menggambarkan orang yang ingin menyamai kemuliaan orang lain, bila ia bertemu sifat baik, ia juga ingin memilikinya. Tetapi bisa juga berarti, iri hati atas ke atas kemuliaan dan keunggulan orang lain. Yang digambarkan di sini adalah sifat yang tidak puas dengan apa yang ia miliki dan memandang dengan iri hati setiap berkat yang diberikan pada orang lain, yang belum dimiliki. Zelos yang negatif harus seger disingkirkan SEGERA!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kalau ketemu zelos yang positip, rasanya perlu dipelihara baik-baik, kalau misalnya anda melihat seorang teman di gereja begitu rajin melayani Tuhan, lalu kita iri kepadanya, artinya kita juga berusaha untuk rajin, nah ini yang perlu di pertahankan. Anda melihat seorang teman yang dahulunya hidup bobrok, tetapi sekarang sudah berubah, menjadi orang yang sanat taat pada Tuhan dan baik, kita iri, dan kita juga berjuang untuk itu, tentu hal semacam ini tidak masalah. Bagi Paulus, iri yang menuju ke arah negatip itu harus segera disingkirkan! Tidak boleh menunggu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. IT'S TIME TO WAKE UP! Time Is short : Jangan lupa kenakan perlengkapan senjata terang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlomba, berperang untuk mencapai kemenangan itu lebih gampang dari pada mempertahankan juara. Lihat saja mereka yang juara tinju, baik Muhamad Ali atau juga Mike Tyson, setiap saat harus mempertahankan juara mereka. Tidak gampang, Ia harus selalu menjaga staminanya, menjaga berat badan melalui diet dan latihan yang ketat. Dengan demikian barulah kemenangan itu dapat dapat dipertahankan. Riongrongan dari pihak lawan selalu ada setiap hari, bisa stress kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus mengatakan setelah kita memperhatikan waktu tersebut, sembari menanggalkan perbuatan kegelapan, kita perlu mengangkat senjata, yakni perlengkapan terang . Tuhan Yesus sendiri merupakan perlengkapan senjatan terang itu. Untuk memakai pakaian senjata terang, kita perlu menanggalkan pakaian lama kita yang kusam. Pakaian yang kita kenakan saat ini atau yang sebelum diganti adalah kiasan tentang perbuatan jahat atau kebobrokan kita, sedangkan yang sudah diganti adalah perbuatan baik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bila kita menyimak apa yang Paulus inginkan, ia berkata bahwa perbuatan-perbuatan kegelapan ditanggalkan mendahului perintah untuk untuk mengenakan perlengkapan senjata. Dengan lain kata, kalau kita hendak mengundang Yesus masuk di dalam kehidupan kita, maka kehidupan yang lama itu harus disingkirkan SEGERA!! Sudahkah??&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-113777985566641052?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/113777985566641052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=113777985566641052&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777985566641052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777985566641052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/01/sudah-tiba-saatnya-its-time-to-wake-up_20.html' title=''/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-113777949523627673</id><published>2006-01-20T09:50:00.000-08:00</published><updated>2006-01-20T09:51:35.336-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#330033;"&gt;&lt;strong&gt;MEMPERHATIKAN YANG TIDAK TERPERHATIKAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;(Yohanes 5:1-9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color:#663366;"&gt;Salah-satu isue yang beredar  di akhir tahun 1996 yang cukup menggelisahkan warga metropolis Surabaya adalah isue "penyuntikan AIDS". Diceritakan bahwa di tempat-tempat keramaian ada orang yang sudah mengidap penyakit AIDS mengambil bekas suntikan dirinya lalu disuntik kepada para pengunjung plaza-plaza, supaya mereka juga ditulari penyakit AIDS. Hal ini membuat cukup banyak orang baik remaja, pemuda maupun orang dewasa enggan berkunjung ke plaza-plaza, karena tempat-tempat ini dianggap cukup rawan.&lt;br /&gt;            Motivasi dari penyebar isue tersebut tidak kita ketahui, tetapi yang pasti menurut syinyalir dari berbagai pihak yang bisa dipercaya karena adanya persaingan dalam hal bisnis di plaza-plaza. "Persaingan" itu membuat manusia lupa diri, saling sikut-menyikut, siapa yang kuat dia yang menang, sedangkan yang lemah ditekan dan harus mengalah. Untuk mencapai kemenangan mereka tidak segan-segan memakai cara yang jahat yang penting hasilnya, inilah persaingan.&lt;br /&gt;            Tanggal 2 Januari 1992 yang lalu, terjadilah suatu peristiwa di Aspen, Clublogde Colorado yang cukup mengejutkan orang-orang Indonesia. Masalahnya sebenarnya sangat sepele, yang pasti bukan perang dunia; terjadi pertengkaran kecil antara dua orang sahabat lama yang sudah saling mengenal sejak dua puluh tahun yang silam. Kalau pertengkaran kecil antara dua orang kecil tidak begitu bermasalah, yang menjadi masalah sekarang adalah pertengkaran tersebut dilakukan oleh dua orang yang cukup tersohor.&lt;br /&gt;            Peristiwanya kira-kira begini; Ratna Sari Dewi isteri almarhum mantan presiden pertama Soekarno bertengkar dengan Voctoria Marie Osmena alias Minnie, yang mengakibatkan wajah Minnie berlumuran darah akibat goresan pecahan gelas yang berisi sampanye oleh Dewi.&lt;br /&gt;            Masalahnya kurang jelas, tetapi para wartawan mengambil kesimpilan bahwa masalahnya adalah sekitar iri, cemburu dan dendam atau boleh disimpulkan dengan persaingan yang dipendamkan sejak Agustus tahun sebelumnya. Amarahnya meledak-ledak tatkala secara kebetulan mereka berdua diundang untuk menghadiri suatu pesta. Akibat pertengkaran itu, Mannie menuntut Dewi sahabat lamanya sekitar sepuluh ribu dollar Amerika dan Dewi sempat dipenjara selama 34 hari. Sementara itu menurut Dewi masalah ini tidak mungkin dapat didamaikan lagi.&lt;br /&gt;            "Persaingan" membuat sahabat baik menjadi lawan, saudara kandung menjadi musuh. Tidak pandang bulu, bagi mereka semua yang menjadi penghalang harus disingkirkan, yang bertentangan harus dihancurkan, yang coba-coba melawan harus dilenyapkan dari permukaan bumi.&lt;br /&gt;            Rupanya masalah "persaingan" ini bukan merupakan barang baru, 2000 tahun yang silam peristiwa ini pernah terjadi. Kejadiannya bukan di kota besar seperti di Jakarta, Surabaya atau Medan, tetapi di tepi sebuah kolam yang bernama Betesda. Sebuah kolam yang luasnya diperkirakan hanya 40 m2.&lt;br /&gt;            Konon ceritanya pada dasar kolam itu ada arus-bawah tanah yang kadang-kadang menggelembung udara ke atas sehingga air kolam tampak bergelombang. Orang-orang pada saat itu begitu yakin bahwa goncangan air semacam itu disebabkan oleh malaikat, dan siapapun yang pertama kali masuk ke kolam setelah terjadi goncangan air maka segala macam dan apapun penyakitnya akan segera sembuh.&lt;br /&gt;            Saudara bisa bayangkan bahwa tatkala air kolam itu bergoncang, maka orang-orang yang berada di tepi kolam itu akan saling berlomba terjun ke kolam. Di tepi kolam itu sudah menunggu begitu banyak orang dengan segala sakit-penyakitnya. Yohanes mencatat ada orang buta, orang timpang, orang lumpuh dan tentu saja masih banyak penderita penyakit lainnya.&lt;br /&gt;Kriteria orang-orang yang sakit itu juga bermacam-macam:&lt;br /&gt;            Ada yang sakit, tetapi tubuhnya masih kuat sehingga kalau air kolam itu goncang maka dengan secepat kilat ia dapat melompat ke kolam dan sembuh. Ada yang mungkin sakitnya sudah parah, tubuhnya lemah tetapi ia mempunyai banyak sanak-saudara, sehingga ketika air kolam itu bergoncang maka sanak saudaranya sudah siap siaga melemparkannya ke kolam dan penyakitnya sembuh. Ada yang sakit parah, tubuhnya lemah tidak mempunyai sanak saudara, tetapi mempunyai banyak harta warisan, sehingga ia bisa membayar orang-orang untuk membantu dia, sehingga tatkala air kolam itu bergoncang maka orang-orang yang dibayarnya itu dengan segera akan menolongnya.&lt;br /&gt;            Lalu bagaimana dengan teman kita yang miskin ini, dia lumpuh dan tidak mempunyai sanak-saudara. Di tepi kolam ini tidak ada istilah yang datang duluan, maka dia duluan. Di tepi kolam ini tidak ada kamus "giliran". Di tepi kolam ini tidak ada yang bersifat toleransi, yang ada sifat egoisme tinggi. Yang penting saya, yang penting saya; kira-kira begitu. Siapa yang punya uang dia yang menang, sehingga tidak heran di tepi kolam itu ada seseorang yang sudah 38 tahun berbaring di sana karena lumpuh.&lt;br /&gt;38 tahun bukan suatu waktu yang singkat, tetapi selama waktu ini banyak peristiwa yang sudah terlupakan. 38 tahun yang silam saya belum lahir di dunia ini. 38 tahun yang silam kota Surabaya pasti masih sepi. 38 tahun sama seperti waktunya orang-orang Israel mengembara di padang belantara (lih Ulangan 2:14). 38 tahun merupakan waktu yang cukup lama, sulit dibayangkan. Namun teman kita yang lumpuh ini selama 38 tahun menunggu di tepi kolam, belum ada perubahan. Ia akan tetap berada di tepi kolam itu seandainya Tuhan Yesus tidak mengulurkan tangan dan berbelas kasihan untuk menyembuhkannya.&lt;br /&gt;Di tepi kolam itu bukannya tidak ada orang? Banyak sekali orang berlalu lalang, tetapi mata mereka tidak tertuju pada orang yang lumpuh itu. Mereka sibuk dengan kepentingannya sendiri. Seandainya mereka sudah sembuh, maka mereka segera meninggalkan tempat itu. Tidak ada waktu rasanya untuk menolong orang lain, jadi; sekali lagi kita tidak perlu merasa heran jikalau ada orang yang berbaring lumpuh selama 38 tahun.&lt;br /&gt;Lain halnya dengan Tuhan Yesus, di saat-saat semua orang tidak memperhatikan si lumpuh itu, Tuhan Yesus justru memperhatikannya. Alkitab mencatat bahwa saat itu baru selesai suatu perayaan orangYahudi. Tidak diketahui secara pasti perayaan apa yang baru mereka lakukan. Namun menurut tradisi Yahudi ada 3 macam pesta yang harus dirayakan oleh mereka., yaitu Paskah, Pentakosta dan Pondok Daun. Setiap orang Yahudi yang sudah dewasa dan yang tinggal jarak 20 km dari Yerusalem secara hukum diharuskan ikut serta ketiga pesta ini. Seandainya pasal 6 dicatat terlebih dahulu sebelum pasal 5 maka kita bisa menduga bahwa pesta yang dimaksudkan dalam perikop ini adalah pesta Pentakosta, sebab dalam pasal 6 diceritakan bahwa ketika itu pesta Paskah sudah dekat (Yoh 6:4).&lt;br /&gt;Tatkala Yesus tiba di Yerusalem, ia sendirian saja, keadaan murid-murid-Nya tidak disebutkan. Ia meliwati kolam Betesda, dan mata-Nya tertuju melihat seorang yang lumpuh berbaring di situ. Ayat 6 mencatat "Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah ia kepadanya "Maukah EngkauSembuh". Saudara, tatakala Yesus bertanya "Maukah Engkau Sembuh?" Itu berarti Yesus mau katakan: Maukah engkau menyerahkan dirimu sebagaimana adamu ke dalam tanganku?"Maukah engkau membiarkan Aku berbuat sesuatu yang tak dapat engkau perbuat sendiri? Maukah engkau percaya sepenuhnya kepadaku?" Rupanya tidak selalu orang yang malang mau ditolong. Orang-orang yang tak berdaya kadang-kadang mempergunakan kelemahannya untuk mencari simpati dan keuntungan dari kawannya. ada orangh yang sudah terlalu menderita sehingga putus asa, dan menyerah kepada keadaan; dan orang-orang seperti ini biasanya merindukan supya dirinya cepat mati. Kita tidak tahu bagaimana motivasi si lumpuh ini, tetapi saya yakin orang ini masih murni, ingin dirinya sembuh tentunya.&lt;br /&gt;Baca ayat 7, jawaban orang sakit itu "Tuhan, tidak ada orang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya goncang. Dan aku sementara menuju kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku" Saudara, hal ini sangat menyedihkan tetapi cocok dengan kehidupan. Ketika "TabibAgung" itu bertanya "Maukah engkausembuh"? Orang lumpuh itu tidak segera menjawab "Ya Tuhan tolonglah saya" atau "Ya Tuhan saya mau". Tetapi jawabnya "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu? Si lumpuh bingung dengan apa yang paling dia harapkan, yakni kesembuhan. Namun Tuhan Yesus tidak memperdulikan itu. Ayat 8 mencatat Yesus menyuruh dia "Bangunlah, angkat tilammu dan berjalanlah, inilah anugerah." (Nb: tilam mereka pada waktu terbuat dari kain yang sangat mudah digulung)."&lt;br /&gt;Secara manusia sebenarnya si lumpuh tidak sanggup berbuat apa-apa lagi, tetapi Yesus datng dan berkata "Angkatlah tilammu dan berjalanlah". Itu berarti ia harus membuang jauh-jauh tilam yang selama ini membuat ia menderita. Sekarang ia segera bebas dari segala penderitaan, dan kebebasannya merupakan kebebasan yang bertanggung jawab.&lt;br /&gt;Peristiwa di tepi kolam Betesda sudah berlalu, orang yang lumpuh itupun sudah sembuh. Namun saudara, tahukah anda bahwa hari ini banyak orang-orang percaya masih menciptakan Betesda-Betesda baru? Sebagai orang percaya, bukankah kita sudah diselamatkan oleh Tuhan Yesus? Kita ibaratnya orang lumpuh yang berada di tepi kolam, sudah tidak ada pengharapan lagi. Namun Yesus datang, seakan-akan kita diterjunkan ke kolam dan sembuh. Harus diingat semua itu bukan jasa kita&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Hari ini masih banyak saudara, tetangga, dan teman-teman kita yang masih di "tepi kolam". Mereka sedang menanti dan menanti terus, sementara itu tidak pernah ada tangan yang datng menolong. Mengapa? Sebab tatkala kita ketemu mereka, bukan berita Injil yang kita ceritakan, tetapi masalah film, belanja (shopping), pesta dan lain-lain. Lain halnya denganYesus, Ia tidak demikian, tetapi Yesus memberikan yang terbaik bagi orang-orang yang Dia temui. Yesus memperhatikan mereka yang tidak diperhatikan.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-113777949523627673?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/113777949523627673/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=113777949523627673&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777949523627673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777949523627673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/01/memperhatikan-yang-tidak-terperhatikan.html' title=''/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-113777913726252911</id><published>2006-01-20T09:44:00.000-08:00</published><updated>2006-01-20T09:45:37.390-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#003333;"&gt;&lt;strong&gt;MENEGAKKAN KEBENARAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color:#336666;"&gt;Kebenaran itu bukanlah suatu cetusan hati atau perasaan saja, yang tersimpan di dalam diri kita. Kebenaran itu juga tidak boleh hanya terungkap sebagai suatu ide saja. Kebenaran terdapat dalam Alkitab, namun ada orang-orang yang menentang kebenaran itu. Pemahaman yang keliru akan Alkitab dan juga penafsiran yang sembarangan, menyebabkan seseorang itu jauh dari kebenaran firman Tuhan. Oleh karena itu untuk menghindarai kekeliruan, maka setiap orang percaya perlu dibekali dengan pengajaran yang benar.&lt;br /&gt;            Ketulusan hati, kesalehan beribadah dan kerajinan melayani, bukan merupakan konklusi kalau seseorang itu sudah berada pada Kebenaran yang benar. Ketulusan hati dan perbuatan baik hanyalah upaya diri sendiri untuk memperoleh penghargaan dari Allah. Ketulusan hati menjadi kesombongan ketika dipakai untuk memperoleh pembenaran dari Allah.&lt;br /&gt;            Jika dengan ketulusan hati, perbuatan baik dan kesalehan cukup dapat memuaskan hati Allah, maka Ia tidak perlu memberikan kita Alkitab untuk mengkoreksi ide-ide tulus kita yang keliru itu, dan Ia tidak akan mengirimkan Putra-Nya yang tunggal untuk melakukan pekerjaan yang tidak mungkin bisa lakukan oleh orang lain.&lt;br /&gt;Tentu kita semua sudah mengetahui bahwa dasar penopang dan Kebenaran kita adalah Yesus Kristus, masalahnya adalah seberapa besar penyerahan kita kepada Tuhan Yesus supaya menjadi penopang kehidupan kita secara meyeluruh? Pertanyaan ini tidak bakal berhenti apabila kita tidak sungguh-sungguh hidup di dalam Tuhan. Ada banyak kegiatan dan perencanaan hidop kita yang keputusannya diambil tanpa mengundang Tuhan Yesus, termasuk juga rancangan pelayana kita. Nah, kelalaian kita saat ini harus segera diinsafi, supaya kelak di masa mendatang ini kita tidak lagi mengulangi kesalahan fatal yang sama.&lt;br /&gt;Ketika menasihati Timotius, maka rasul Paulus tidak lupa memakai gambaran ini, dikatakan di sana “hidup sebagai keluarga Allah merupakan tiang penopang kebenaran”. Kata ini diambil dari ilmu bangunan, yang sangat dipahami oleh Timotius khususya sesuai dengan keadaan di Efesus. Patung Diana adalah sebuah kuil yang mempunyai 127 tiang penopang. Dengan tiang penopang sebanyak itu maka patung itu dapat berdiri tegak, kita tidak bercerita panjang lebar tentang patung itu. Kata dasar tiang penopang ini yang dipakai rasul Paulus untuk menjelaskan penopang kehidupan orang percaya. Demikianlah orang percaya, harus ada ada dasar penopangnya, yakni dibangun di atas dasar Yesus Kristus (Yohanes 14:6 , 1 Korintus 3 :9-15), penopang yang berdasarkan Yesus Kristus itu tidak pernah tergoyahkan.&lt;br /&gt;Untuk menegakkan Kebenaran mau tidak mau ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh jemat Tuhan di gereja :&lt;br /&gt;1. Mempelajari Kebenaran Alkitab dengan Sungguh-sungguhSaya kurang tahu seberapa rajin anggota gereja membaca Alkitab? Dengan kesibukan yang ada baik pekerjaan maupun sekolah dan keluarga, saya maklum kalau anda menghadapi kesulitan membagi waktu untuk membaca Allitab, tetapi sekali lagi ini sangat perlu anda lakukan, karena Tuhan akan berbicara kepada kita melalui Alkitab ini. Itu sebabnya kita tidak ada alasan untuk tidak membacanya. Bagaimana kita dapat mengetahui ada kesalahan yang diajarkan kalau kita sendiri tidak pernah membaca Alkitab? Saya takut kita menerima semua pengajaran yang ada mentah-mentah begitu sja, terutama pengajaran yang ada di luar gereja yang tidak dapat dipantau oleh hamba-hamba Tuhan kita. Sedangkan mereka yang rajin membaca Alkitab saja belum tentu dapat memahami betul misteri pengajaran Tuhan ini. Kita patut bersyukur, karena Sinode gereja kita membuka Sekolah Alkitab, yang tujuannya untuk memeperlengkapi jemaat lebih mengerti dan memahami Alkitab, dan responnya cukup positif.Selain itu mestinya kita memanfaatkan semaksimal mungkin buku-buku perpustakaan gereja kita, dengan demikian kita dibantu untuk memahami apa yang kita baca. Bacalah, bila perlu belilah buku-buku rohani yang bagus. Saat ini di San Fransisco dan San Jose lagi ngtren buku rohani yang berjudul Dinamika Kehidupan Orang percaya; nah bacalah, tentunya jangan hanya ng di rak buku saja, apalagi buku itu diberikan secara gratis.2. Praktekkanlah apa yang sudah kita pelajari tentang Kebenaran ituKebenaran utama itu harus dipraktekkan di dalam kehidupan kita sehari-hari, supaya kita sungguh-sungguh menjiwai apa yang sudah kita pelajari. Seorang percaya apabila ia sungguh-sunguh menyerahkan diri sepenuhnya untuk mentaati firman Tuhan maka di dalam kehidupannya pasti muncul buah-buah yang manis. Kebenaran firman Tuhan itu tidak dapat dibantah, walaupun banyak orang yang tidak percaya berusaha untuk membantah dan sekaligus hendak menjatuhkan kebenaran firman Tuhan. Banyak kesaksian yang kita baca dan dengar bahwa orang-orang yang hendak menjatuhkan firman Tuhan, tatkala ia mempelajarinya, ia justru menjadi percaya pada firman Tuhan itu,. Contoh konkretnya rasul Paulus did lam Alkitab kita, Pdt Yusuf Roni, sebelumnya ia adalah dalang pembakar gereja, tetapi akhirnya ia menjadi seorang pendeta sampai hari ini.&lt;br /&gt;Mempraktekkan firman Tuhan di dalam seluruh aspek kehidupan kita gampang sekaligus juga sulit. Orang yang mempraktekkan kebenaran firman Tuhan ia akan hidup dengan menaati firman Tuhan. Mari kita koreksi hidup kita apkah kita sudah mentaati firman Tuhan atau belum? Apakah kita sudah membaca Alkitab? Lalu prakteknya, apakah kita mengasihi orang lain? Apakah masih menyimpan dendam dan benci? Apakah sudah memberikan diri untuk melayani Tuhan? Apakah sudah hidup sesuai dengan firman Tuhan? Dan masih banyak pertayaannya lagi. Kalau kita sepakat hendak menegakkan kebenaran itu, maka kunci utamanya kita harus hidup sesuai dengan Kebenaran itu terlebih dahulu.3. Beritakan Kebenaran itu dari sampai ke tempat-tempat lain&lt;br /&gt;Cara gampang memberitakan kebenaran itu sebenarnya terletak pada pada pola kehidupan kita yang sudah mengalami Kebenaran dan sudah diperbaharui oleh Kebenaran itu sendiri. Maksudnya adalah kesaksian hidup kita lebih penting ketimbang segala macam teori yang kita pelajari. Orang lain dapat melihat kehidupan kita yang sudah diubah oleh Tuhan, yang dahulu hidup dengan kebobrokan tanpa kebenaran firman Tuhan, namun saat ini ada perubahan yang nyata terlihat.Kebenaran itu sesungghuhnya tidak disukai oleh orang-orang yang masih mau hidup dengan manusia lamanya. Mereka merasa tergangu dengan kebenaran firman Tuhan itu. Tatkala Alkitab berkata jangan mencuri, jangan mengingini milik orang lain, jangan berdusta, maka mereka yang masih hidup dui luar Kebenaran merasa risih dan terganggu dengan pengajaran itu.Mungkin dengan bangga kita berkata , segala dosa yang bertentangan dengan Kebenaran firman Tuhan itu sudah bebas dari kehidupan kita? Apakah benar itu? Kalau kita masih sering menggerutu di dalam pelayananan, sering tidak bersyukur untuk berkat yang diterima, komplain terus pada Tuhan,; apakah kita sungguh-sunghuh hidup di dalam Kebenaran itu. Ingat , kita harus hidup terlebih dahulu hidup di dalam Kebenaran itu barulah kita dengan percaya diri memberitakannya pada orang lain. Ayo, mari kita berjuang bersama, supaya kita mencapai apa yang kita cita-citakan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-113777913726252911?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/113777913726252911/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=113777913726252911&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777913726252911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777913726252911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/01/menegakkan-kebenaran-kebenaran-itu.html' title=''/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-113777902006019663</id><published>2006-01-20T09:42:00.000-08:00</published><updated>2006-01-20T09:43:40.146-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#333300;"&gt;&lt;strong&gt;WANITA YANG BERHIKMAT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;Kita boleh saja memiliki pengetahuan yang tinggi? Kita boleh saja memilki harta kekayaan yang banyak? Kita boleh saja memiliki wajah yang tampan maupun cantik? Kita boleh memiliki pengalaman ? Tetapi jika anda tidak memiliki hikmat, maka semua itu tidak ada gunanya?  Hikmat itu tidak dapat dibeli dengan, sebab hikmat merupakan pemberian Tuhan. Itu sebabnya ketika Salomo baru dilantik menjadi raja, ia tidak meminta harta kekayaan, tetapi yang diminta adalah hikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Apa sebenarnya hikmat itu? Hikmat adalah kebijaksanaan, boleh jadi di dalam bertindak dan mengambil keputusan , yang seadil-adilnya, sabar, tidak memihak, tidak merugikan orang lain, namun dapat diterima semua orang dan tidak melanggar firman Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Hari ini kita memperingati Hari Ibu, mengapa kita perlu memperingatinya? Banyak orang non Kristen salah paham terhadap kekristenan, mereka berpikir bahwa kita tidak diajarkan untuk menghormati orang tua. Padahal pandangan ini jelas sekali bertentangan dengan Alkitab. Sejak jaman Hukum Taurat kita sudah diajarkan suatu ketetapan menghormati orang tua, secara khusus ayah dan ibu kita. Di dalam sepuluh hukum hukum ke lima mencatat “Hormatilah Ayahmu dan ibumu, supaya lanjut usiamu di tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu”.   Ini merupakan bukti bahwa kita diajarkan untuk menghormati orang tua kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Memang kenyataannya tidak 100% semua yang menjadi ibu itu adalah baik, tetapi kita tidak dapat mengingkari bahwa itu adalah ibu kandung kita, saya mencoba melihat dari sisi positipnya. Mulai dari seorang ibu mengandung dan itu berlangsung selama 9 bulan, ia sudah berjuang antara hidup dan mati, apa lagi pada saat melahirkan anaknya. Pengorbanan seorang ibu begitu luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tadi saya mengatakan  Ibu yang baik adalah ibu yang memiliki hikmat. Pertanyaannya adalah Hikmat yang bagaimana harus dimiliki oleh seorang ibu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.                     Ibu/Wanita Yang Berhikmat Mengasihi keluarganya (10-12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Permata itu barang berharga, jarang sekali orang memilikinya didalam jumlahnya yang banyak. Ia menjadi berharga justru karena jumlahnya sedikit dan langka. Kata Ibrani yang dipakai di sini menunjukkan kesempurnaan yang agung, yang terbaik dan juga berkemampuan. Artinya  sang ibu ini sangat gigih dan kreatif, nah ibu semacam ini jarang ditemukan, harganya melebihi permata. (coba bandingkan dengan Amsal 8:11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Di jaman modern semacam ini kita jarang menemukan wanita yang model begini, di Indonesia banyak sekali kita temukan ibu-ibu muda yang sehabis melahirkan masih berpikir dia adalah anak gadis. Keluyuran kemana saja, sementara anaknya ditinggalkan kepada baby sitter. Bahkan ada bayi yang menangis kalau ibunya yang menggendong, saking hubungannya lebih dekat pada baby sitter atau inang pengasuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Mengapa kita katakan ibu yang berhikmat ini seperti permata? Amsal 31 : 11 mencatat bahwa, wanita yang berharga seperti permata itu  mendapat kepercayaan penuh dari sang suami, serta dilanjutkan juga sebagai pengelola keuangan yang baik, sehingga tidak pernah membuat sanga suami rugi. Dengan demikian kehidupan wanita yang berhikmat ini turut mendukung, membangun, mendorong dan meneguhkan suaminya.  Ia tidak pernah menyusahkan suaminya.  Hidup di dunia ini sudah sukar bagi seorang pria dalam perjuangan di dunia ini, jangan ditambah lagi  dengan seorang isteri yang tidak mengerti atau tidak mendukung suaminya. Itu sebabnya Salomo di dalam tulisan Amsalnya  berkata ( 25:24)  Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tahukah anda apa perbedaan seorang ibu yang baik dengan ibu yang jahat atau ibu yang asli maupun palsu? Seperti yang saya katakan tadi bahwa Salomo sewaktu dilantik menjadi raja, doanya tidak meminta yang muluk-muluk dari Tuhan. Ia tidak minta harta kekayaan, tetapi yang diminta pada Tuhan adalah hikmat dan kebijaksanaan. (lihat 1 Raja-raja 3 : 9) “Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?"  Benar setelah itu Salomo harus menghadapi suatu kasus yang perlu hikmat dari TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            “Pada waktu itu masuklah dua orang perempuan sundal menghadap raja, lalu mereka berdiri di depannya.   Kata perempuan yang satu: "Ya tuanku! aku dan perempuan ini diam dalam satu rumah, dan aku melahirkan anak, pada waktu dia ada di rumah itu. Kemudian pada hari ketiga sesudah aku, perempuan inipun melahirkan anak; kami sendirian, tidak ada orang luar bersama-sama kami dalam rumah, hanya kami berdua saja dalam rumah. Pada waktu malam anak perempuan ini mati, karena ia menidurinya. Pada waktu tengah malam ia bangun, lalu mengambil anakku dari sampingku; sementara hambamu ini tidur, dibaringkannya anakku itu di pangkuannya, sedang anaknya yang mati itu dibaringkannya di pangkuanku. Ketika aku bangun pada waktu pagi untuk menyusui anakku, tampaklah anak itu sudah mati, tetapi ketika aku mengamat-amati dia pada waktu pagi itu, tampaklah bukan dia anak yang kulahirkan." Kata perempuan yang lain itu: "Bukan! anakkulah yang hidup dan anakmulah yang mati." Tetapi perempuan yang pertama berkata pula: "Bukan! anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup." Begitulah mereka bertengkar di depan raja. Lalu berkatalah raja: "Yang seorang berkata: Anakkulah yang hidup ini dan anakmulah yang mati. Yang lain berkata: Bukan! Anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup." Sesudah itu raja berkata: "Ambilkan aku pedang," lalu dibawalah pedang ke depan raja.  Kata raja: "Penggallah anak yang hidup itu menjadi dua dan berikanlah setengah kepada yang satu dan yang setengah lagi kepada yang lain." Maka kata perempuan yang empunya anak yang hidup itu kepada raja, sebab timbullah belas kasihannya terhadap anaknya itu, katanya: "Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia." Tetapi yang lain itu berkata: "Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!" Tetapi raja menjawab, katanya: "Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia; dia itulah ibunya." Ketika seluruh orang Israel mendengar keputusan hukum yang diberikan raja, maka takutlah mereka kepada raja, sebab mereka melihat, bahwa hikmat dari pada Allah ada dalam hatinya untuk melakukan keadilan. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, Salomo dapat mengambil keputusan yang terbaik, karena ia memiliki hikmat, oleh sebab itu tidak  terlalu muluk-muluk kalau kita mengatakan hikmat itu melebihi permata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang berhikmat  Memperhatikan kebutuhan keluarganya ( 13- dst)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Tidak seperti kebanyakan wanita jaman sekarang, yang selalu mengisi waktu kosongnya dengan pergi ke salon atau berkeliling ke shopping center, tetapi wanita berhikmat ini selalu mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat. Ayat 13 “Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya” artinya ia mempergunakan waktunya yang ada untuk membeli bahan-bahan mentah, memintal , menjahit dan menyulam. Ada tugas rumah yang harus dikerjakan oleh wanita ini, tidak hanya santai makan dan tidur serta jalan-jalan dan berfoya-foya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pada jaman itu, belanja merupakan kewajiban sehari-hari sebagaimana kebiasaan waktu itu, apa lagi kulkas pada waktu itu belum ada, sehingga sebagai seorang wanita yang berhikmat ia selalu memperhatikan persediaan rumah tangga. Itu sebabnya wanita itu diumpamakan sebuah kapal yang berlayar ke pasar yang jauh dengan membawa barang-barang untuk dijual kembali.       Bangun pagi merupakan ciri khas wanita ini, boleh dikatakan dia bangkit bersama fajar kemudian menyediakan makanan pagi. Wanita ini bukan hanya bekerja keras di rumah , tetapi ia juga menanam uang  membuka usaha. Rupanya ia sebagai penjual dan pembeli tanah, uang yang diperolehnya dipakai untuk mengembangkan usaha kebun Anggur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Agak beda dengan wanita-wanita jaman sekarang, saya diceritakan oleh seorang teman saya bahwa banyak sekali wanita-wanita  kerjanya setiap hari ke Mall dan Plaza , tujuannya ke butik dan membeli pakaian. Jadi berbeda dengan wanita yang berhikmat ini,  kalau si wanita berhikmat dapat menghasilkan uang, sedangkan mereka yang ke Mall dan Plaza ini menghabiskan uang.  Pernah si pemilik Toko butik itu bercerita bahwa , pakaian yang mereka beli itu sebenarnya tidak  dipakai ke mana-mana, tetapi mereka memakainya untuk mengunjungi Plaza itu kembali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Memang untuk menjadi seorang ibu yang bijaksana dan berhikmat itu tidak gampang, sebab ia harus menjadi teladan bagi anak-anaknya, selain itu ia juga harus mendidik anak-anaknya menjadi anak yang baik, bertanggung jawab dan takut akan Tuhan. Jaman sekarang mendidik seorang anak saja sudah cukup merepotkan; apalagi pengaruh teknologi Televisi, Komputer dan Internet serta ditambah dengan pergaulan bebas. Yang namanya Narkoba sudah tidak asing lagi dikalangan mahasiswa bahkan para siswa yang masih Sekolah Menengah.  Itulah sebabnya ibu yang baik dan bijaksana harus senantiasa memantau anak-anaknya dan membimbing mereka ke jalan yang benar., jakalau ia lalai,  maka air mata selama hidup ini dicucurkan pun tidak cukup untuk mengembalikan kebahagiaan anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sejarah gereja mencatat ada seorang ibu yang cukup terkenal dan berhasil di dalam mendidik anak-anaknya.  Kita akan coba menelusuri latar-belakangnya secara singkat. Nama ibu itu adalah Susanna Wesley. Sebagai seorang ibu rumah tangga ia  sangat kelihatan buah-buah karya rohaninya, baik sebagai pendoa bagi anak-anaknya  maupun dukungkan buat pekerjaan pelayanan sang suami. &lt;br /&gt;                       &lt;br /&gt;            Sebenarnya sejak muda Susanna merencanakan supaya keluarganya tidak memiliki banyak anak seperti ibunya yang melahirkan dua puluh lima anak, namun kenyataannya ia harus melahirkan sembilan belas orang anak, dan sembilan diantaranya meninggal.   Walaupun Susanna sudah begitu tekun mendidik anak-anaknya, tetap saja tidak sempurna. Satu orang anak perempuannya meninggalkan pengajarannya yakni Hetty , sebab ia melarikan diri bersama pacarnya; namun setelah hamil sang pacar meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dengan anak yang cukup banyak, ditambah kesulitan ekonomi mereka, maka tidak jarang di dalam keluarga besar ini sering terjadi pertengkaran-pertengkaran. Sebagai seorang  isteri pendeta, sudah banyak suka-duka yang dikecap oleh Susanna.  Namun demikian semua itu tidak pernah mematahkan semangatnya melayani  Tuhan.  Ketika  suaminya pelayanan ke luar kota, ia memakai kesempatan untuk mengumpulkan orang-orang untuk bersekutu dan mengajarkan firman Tuhan.  Setiap minggu hampir dua ratus orang yang ikut dalam persekutuan itu.  Selain itu di dalam hal mendidik anak, setiap malam sebelum anak-anaknya tidur, Susanna selalu mendoakan mereka satu persatu, baru kemudian ia pergi tidur.  Inilah riwayat singkat seorang tokoh wanita sejarah gereja, yang kemudian melahirkan tokoh-tokah gereja, misalnya John Wesley dan Charles Wesley. John pendiri gereja Methodist sedang Charles seorang musisi musik gerejawi yang telah menciptakan ribuan lagu-lagu rohani, yang kita nyanyikan di gereja sampai hari ini.&lt;br /&gt;            Permsis Tanya pada anda sekalian? Dimanakah anak-anak anda saat ini? Apakah mereka terpantau tetap setia dan taa pada Tuhan? Atau saat ini mereka entah kemana? Mari, rebut mereka kembali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang berhikmat Mendapat pujian orang banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Wanita ini bukan hanya tidak pernah merugikan orang lain, tetapi juga diri sendiri. Bahkan usaha dan pekerjaan yang dijalankan senantiasa mendapatkan keuntungan.  Ayat 17 “mencatat bahwa ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya” artinya wanita ini melakukan segala pekerjaannya dengan penuh semangat. Dia ternyata bukan seorang wanita yang pasif , tetapi ia selalu aktif mengambil inisiatif. Dan yang luar biasanya adalah hasil pekerjaan dari wanita berhikmat ini berkwalitet baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Terus terang saya salut dengan wanita ini, sudah sibuk dengan pekerjaan, ia masih mempunyai waktu untuk  memintal pakaian. Tidak gampang memintal pakaian tentunya., memintal pakaian memerlukan ketelitian dan kesabaran. Selain itu di ayat 20, masih sempat memberikan pertolongan pada orang lain. Wanita ini bukanlah seorang wanita yang egois yang hantya mementingkan diri dan keluarga sendiri, tetapi ia juga mementingkan orang lain. Oleh karena itu tidak heran kalau wanita seperti ini mendapat puji-pujian dari orang banyak. Perhatikanlah bahwa, pujian itu ternyata buklan hanya terdengar dari anak-anaknya atu suaminya, tetapi juga dari orang-orang yang berada di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Wanita bijaksana ini bukan hanya tahu merias diri, tetapi baginya yang paling penting adalah kecantikan di dalam hatinya yang terdalam. Apalah artinya dia berwajah cantik, namun hatinya tidak takut pada Tuhan.  Ayat 30 mencatat  “Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji”. Saya yakin kita semua merindukan puji-pujian semacam itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; (Amsal 31 : 10-31)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-113777902006019663?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/113777902006019663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=113777902006019663&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777902006019663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777902006019663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/01/wanita-yang-berhikmat-kita-boleh-saja.html' title=''/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-113777890629285546</id><published>2006-01-20T09:41:00.000-08:00</published><updated>2006-01-20T09:41:46.353-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;MERDEKA DARI DOSA&lt;br /&gt;MENJADI HAMBA KEBENARAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                       &lt;span style="color:#660000;"&gt; Roma 6:17-18  Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                                                                &lt;br /&gt;                        Sejak diproklamirkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, itu berarti kita sudah boleh hidup bebas, tanpa dikekang dan dikuasai oleh pihak lain.  Kemerdekaan yang diperoleh dengan hasil perjuangan segenap rakyat, tanpa pamrih. Itu sebabnya kita patut menjunjung tinggi kemerdekaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Coba perhatikan burung yang di dalam sangkar, kelihatannya begitu nyanam, makanannya cukup bahkan berlebih, minumannya tersedia, saban pagi sipemilik memandikannya, bermain-main dengannya, ia disayangi, namun apabila sang pemilik khilaf sedikit, pintu sangkarnya terbuka, maka burung itu segera terbang dan ia tidak pulang lagi.  Mengapa ia terbang dan menghilang? Karena ia ingin kebebasan? Karena ia ingin kemerdekaan?  Bebas…...Merdeka !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Kemerdekaan itu bukan selogan, artinya kemerdekaan itu bukan sekadar di koar-koarkan dimulut saja, namun lebih dari itu kemerdekaan itu harus dialami oleh orang tersebut. Nah, tatkala seseorang mengalami dan merasakan kemerdekaan  tanpa batas, maka sangat berbahaya, ia akan hidup dengan seenaknya, namun orang yang sudah mengalami kemerdekaan semestinya tetap berada pada jalur pantau, yakni Kebenaran sebagai target. Ia boleh bebas merdeka dari dosa, tetapi perlu tetap menjadi hamba Kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Permisi tanya, apa yang menjadi keterikatan dari diri anda? Mungkin anda katakan mau hidup bebas merdeka, sebenarnya bebas dari apa? Apakah kemerdekaan berarti kita sudah bebas dari segala-galanya? Oh tidak..bukan! Nanti kita akan melihatnya lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Saya coba mendesain sebuah akronim dari kata F . R . E . E, bebas…..bebas yang saya maksud bukan  bebas lalu semberono.  Tetapi bebasa yang memiliki keteraturan. Bagaimana itu dapat terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. FILTER ,&lt;br /&gt;      2. RULE&lt;br /&gt;      3. ENGAGEMENT&lt;br /&gt;      4. EXPENSIVE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Mau Bebas , perlu FILTER&lt;br /&gt;                 &lt;br /&gt;                  Kebebasan yang tanpa keterikatan akan menimbulkan kebuasan. Di hutan rimba yang bebas, tidak ada aturannya, siapa yang kuat dia yang menang. Kalaupun ada yang lemah itu menang itu hanya kebetulan saja, dan sifatnya sementara, sebab sebentar lagi dibabat habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Paulus mengatakan dahulu kita sebagai “hamba dosa”, kita begitu terikat dengan dosa itu, kita begitu dipengaruhi; saat ini coba kita menyeleksi, melaluai saringan atau Filter firman Tuhan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kehidupan manusia bertolak belakang, ada baik dan ada jahat, masalahnya menjadi agak rumit karena kita diberikan kebasan untuk memilih. Allah tidak pernah mengekang kita, atau memaksa kehendakNya kepada kita. Kebebasan yang diberikan kadang membuat kita seenaknya mimilih, kita pilih yang secara manusia menyukakan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Memang tidak seorangpun yang ingin hidupnya terikat atau menjadi hamba, semua berusaha lepas dari perhambaan itu,  tetapi permisi tanya, seberapa lihainya kitapun, tetap saja kita berada pada suatu keterikatan.  Seorang pegawai yang tidak mau terikat pada bos, lalu ia berusaha kerja keras dan memeras tenaga, sampai pada suatu saat ia yang menjadi bos. Pada saat itu maka ia pun terikat lagi dengan pekerjaannya. Ia terikat pada perusahaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Mau bebas, perlu RULE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kebebasan yang tanpa aturan , akan menimbulkan ketidak beraturan atau kekacauan. Ketika lampu lalu lintas konslet, tiba-tiba semua lampunya berwarna hijau, bebas, siapa saja boleh melintasi jalan itu, apa yang terjadi? Yang terjadi adalah ketidak adanya keteraturan. Jadi sekali lagi, boleh bebas tetapi harus ada aturan mainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Saya masih ingat sekali, sewaktu di Indonesia di gembar-gemborkan tentang reformasi, sepertinya sejumlah masyarakat hendak bebas dari orde baru. Di sana-sini muncul unjuk rasa, semua orang pengin bebas, semua orang pengin bersuara, semua orang pengin merdeka. Lalu apa yang terjadi? Mulailah penjarahan? Kekacauan seakan–akan tidak terkendalikan,  oh, mengerikan sekali, apabila kebebasan tanpa aturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Rasul Paulus mengetahu aturan, sebab ia seorang ahli Taurat. Itu sebabnya ia katakan, apabila kita telah bebas dari hamba dosa, kita harus taat pada pengajaraan firman. hal ini tidak boleh dikesampingkan begitu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Seorang penulis pernah mengeluarkan sebuah pertanyaan? Apa beda Gundik dengan isteri? Apakah Gundik itu lebih cantik? Belum tentu? Lalu mengapa ada persaingan? Sebenarnya tidak bersaing, Isteri itu sudah berada pada pihak yang bebas, dia pikir sudah menang. Lalu berleha-leha. Sementara Gundik  berjuang terus, agresif, maju, pantang mundur. Akhirnya, Isteri dikalahkan.  Seorang isteri yang merasa aman , ia berpikir tidak perlu merias diri lagi, pakaian duster dipakai menyambut sang suami yang baru pulang dari kantor, di tambah anak-anaknya yang sedang ingusan. Di situ ada tangisan si anak, bau pipis dan apek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Namun Gundik tampil keren, di sana sini disemprot minyak wangi, dari ujung kaki hingga ujung rambut. Ia tahu aturan, ia belajar etika dan sopan santun menyambut seseorang.  Tidak heran kalau yang merasa bebas itu segera dikalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Orang Kristen mesti demikian, pada saat kita bebas, ingat ada peraturan yang mengikat yakni firman Tuhan, itu sebabnya pakai kebebasan itu bukan dengan sembarangan.  Jangan kita pikir sesudah kita percaya pada Tuhan Yesus, kemudian berleha-leha,  masih ada Alkitab yang harus kita baca dan taati serta praktekkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Mau bebas, perlu ENGAGEMENT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kebebasan yang tanpa perjanjian juga akan pincang, akan timbul  ketidak-adilan.  Tuhan Yesus berjanji, apabila kita percaya padaNya sepenuh hati, maka janjinya Dosa kita diampuni, dan kita mendapatkan imbalan yakni di tempatkan di kerajaan Sorga.  Janji ini bukan sembarang janji, teapai janji yang harus ditepati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ini kita mengenal banyak janji, namun sering kali janji-janji itu janji yang palsu.  Konon cerita hanya merpati saja yang tidak pernah mengingkari janji. Janji itu bukan sekadar kata-kata, itu namanya gombal. Janji itu harus ditepati. Janji Tuhan Yesus bukan janji Gombal,. Karean ia sungguh-sungguh menepatinya, ia mengangkat kita yang dari hamba dosa menjadi hamba kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sewaktu saya kuliah di Malang, biasanya setiap pagi, mahasiswi dibagi secara berkelompok  menuju ke pasar beberbelanja untuk keperluan masak sehari-hari.  Jaman- dahulu  yang pria juga mendapat giliran ke pasar, namun karena pernah kejadian tatkala kelompok pria ke pasar, sering pulangnya kesiangan. Nah mereka itu belanja atau belanja?. Oleh sebab itu belakangan dikhususkan yang mahasiswi saja. Makanya saya hingga  saat ini tidak pandai memasak, paling banter masak air dan Indomie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Nah kisahnya begini, ada seorang mahasiwi bercerita bahwa ketika mereka ke pasar, si  tukang jual Ayam itu punya jurus tersendiri untuk merayu, supaya mereka membeli Ayamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   “Sayang, sayang sayang pada sayang? kalau sayang juga sayang pada sayang, jangan lupa sayang, beli ayamnya sayang”  Sayang sayang pada sayang deh….!!! “  (Cara bacanya, saya = sayang, sayang =sayang, anda juga = sayang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kalau si mahasiswi membeli Ayamnya maka si penjual  bilang sayang, namun kalau ngak dibeli dibilang tunjang., janjinya janji gombal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Mau bebas, perlu EXPENSIVE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  Kebebasan itu  Expensive, perlu membayar harga yang mahal. Ketika Michael Jackson diputuskan bebas, ada orang bilang ia sudah habis banyak dolar , dan saat ini ia mulai bangkrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Paulus mengatakan “dahulu kita hamba dosa, sekarang kita hamba Kebenaran”.  Perkataan Paulus ini sangat cocok dengan praktek dan  corak kehidupannya. Dahulu Paulus adalah seorang ahli Taurat, yang sangat benci akan pengabaran Injil, waktu itu ia masih dikuasai pemikiran memusuhi pengikut Yesus. Menurut kesaksian pribadinya ia akan pergi membunuh para pengikut Yesus. Namun apa lacur, di tengah perjalanan menuju Damaskus, ia mendengar suara Tuhan Yesus, lalu ia tersungkur,  Paulus mengatakan ia menjadi buta, pada saat itulah ia bertobat, dan memutar haluan 180 derajat. Kalau dulunya ia mengejar-ngejar dan membunuh para pengikut Yesus, saat ini ia yang dikejar-kejar karena mengikut Yesus.  Paulus bebas dari kuasa iblis yang penuh kebencian terhadap pengikut Yesus, namun ia telah bebas, dan ia sendiri menjadi pengikut dan pengabar berita Injil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Sekali lagi, harga sebuah kebebasan itu sangat mahal. Tuhan Yesus membayar dengar darahNya di  atas kayu Salib. Harga yang dibayar oleh Tuhan Yesus merupakan bayaran kontan bukan cicilan. Oleh sebab itu tadinya manusia dikuasai penuh oleh dosa, sekarang tidak lagi.  Ia sudah bebas dari dosa dan  merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Kita lagi  memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Negara yang sudah merdeka. Namun permisi tanya , orang-orang percaya yang hidup di dalamnya sudah merdeka belum? Sudah merdeka dari keterikatan merokok? Judi? Ekstasi? Ngomong kotor? Bohong? Korupsi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Beberapa tahun yang lalu oleh Forum Komunikasi Kristen Indonesia terbit sebuah buku yang berjudul. “Beginikah kemerdekaan ini?  “ Buku ini terbit dilatar belakang oleh gereja-gereja yang dibakar. Negara yang merdeka, namun untuk keagamaan masih belum merdeka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Coba cek kehidupan kita? Apa yang belum merdeka dalamnya?  Dalam hal rohani , sudahklah anda merdeka? Apakah ngantuk, malas bangun pagi, malas ke persekutuan Doa  Enggan melayani, pelit memberi persembahan, ketergantungan pada dosa masih belum merdeka dalam diri  anda.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-113777890629285546?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/113777890629285546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=113777890629285546&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777890629285546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777890629285546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/01/merdeka-dari-dosa-menjadi-hamba.html' title=''/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-113777877859872632</id><published>2006-01-20T09:38:00.000-08:00</published><updated>2006-01-20T09:39:38.683-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;HIDUP BERINTEGRITAS&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Realita atau Ilusi?)&lt;br /&gt;          &lt;span style="color:#993300;"&gt;  Filipi  2:5  Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,&lt;br /&gt;            Hidup berintegritas, realita atau ilusi? Pertanyaan ini muncul karena kenyataan di lapangan sulit sekali kita bertemu dengan orang percaya yang benar-benar dikategorikan berintegritas. Sering  yang kita temukan justru, mereka yang integritasnya polesan atau tempelan. Mengapa demikian? Nampaknya sebagai orang percaya “aktifitas rohani”nya hanya pada hari Minggu dan di gereja saja, sedangkan bila di lokasi lain, sangat sulit terlihat identitasnya.&lt;br /&gt;            Setiap pagi, begitu buka mata dan melangkah  masuk ke kantor atau duduk di bangku kuliah, kita sudah menemukan berbagai macam orang percaya. Ciri-ciri khasnya menjadi pudar begitu saja, keputusan-keputusan yang diambil juga tidak berbeda, bahkan kadang menyerempet sehingga bertentangan dengan apa yang di ajarkan Tuhan. Ketika mendapat teguran,  mereka malah membela diri, alasannya masalah bisnis jangan selalau disamakan dengan hal-hal rohani.&lt;br /&gt;             Kita sering keliru, sebab orang-orang  di luar justru tidak memisahkan kita dari status, justru ia tahu kita ini orang percaya, dan  karena itu maka ia percaya pada kita. Tatkala kita membuka kerja sama usaha dengan orang lain, maka mereka berkata, ini dia orang gereja,  jangan takut  mereka pasti orang baik-baik. Lalu permisi tanya, apakah benar tidak boleh takut atau curiga terhadap orang percaya? Celakanya orang-orang percaya kadang tidak dapat dipercaya!!&lt;br /&gt;               Secara definisi kata integritas berasal dari bahasa Inggris yakni integrity yang mana artinya menyeluruh, lengkap atau segalanya.   Ini adalah bentuk ketaatan secara keagamaan terhadap kode moral, nilai dan kelakuan. Kalau kita peragakan , maka integritas ini melebihi karakter seseorang, aksi yang dapat dipercaya (trustworthy action) dan komitmen yang bertanggung jawab (responsible commitment). Kalau boleh ditentukan, maka integritas itu adalah standard terhadap anti suap (incrorruptibility) – menolak melakukan kesalahan terhadaap kebenaran, bertanggung-jawab atau janji (pledge)&lt;br /&gt;                  Sebagai contoh coba kita lihat  Ulangan  32:4  Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia.  Dan lihat juga , Ayub 1:1  Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Titus 1:8  melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri, Titus  2:12  Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini. Kehidupan model begini harus dimiliki oleh orang-orang yang mengaku percaya, dalam hal ini percaya bahwa Yesus itu juruselamatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Integritas Kristen merupakan paket hidup yang standard bagi orang Kristen normal.  Integritas Kristen juga merupakan image atau gambaran kehidupan orang percaya yang hidupnya memiliki Yesus Kristus. Hal itu akan tercermin di dalam kelakuan sehari-harinya, baik di tempat umum maupun di tempat terpencil.&lt;br /&gt;INTEGRITY IS DISCIPLINED BEHAVIOR&lt;br /&gt; (Integritas Mendisiplinkan Kelakuan)&lt;br /&gt;                  Kita secara tidak langsung setiap hari selalu mengambil keputusan, saya yakin untuk hari ini saja sudah banyak keputusan penting yang sudah anda ambil. Bangun dari tempat tidur saja itu merupakan suatu keputusan, seseorang akan menjadi berintegritas tinggi kalau setiap hari memiliki kebiasaan bangun pagi, namun integritasnya akan dipertanyakan apabila setiap hari bangunya kesiangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  Sebagai seorang mahasiswa, tatkala semua teman-teman di kampus berlaku curang, lalu bagaimana dengan anda? Apakah tetap disiplin untuk taat pada peraturan sekolah? Apakah anda merasa tersendiri dan ditinggalkan kalau harus mengambil keputusan yang beda dari orang-orang?&lt;br /&gt;            Lihat Yosua 24:15&lt;br /&gt;                         Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau Allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  Perhatikan juga Rut 1:16  tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;&lt;br /&gt;            Menjadi siapa tergantung apa yang menjadi keputusan di dalam hidup kita, tatkala kita memilih untuk berbuat yang tidak baik , maka sorotan dari masyarakat langsung menilai kita. Seorang pria yang memutuskan untuk mengisap rokok, bahkan kadang juga ganja, maka sekitar masyarakat sudah menilainya . &lt;br /&gt;INTEGRITY IS DETERMINED BEHAVIOR&lt;br /&gt; (Integritas Menentukan Kelakuan)&lt;br /&gt;            Kondisi kehidupan manusia berbeda-beda, demikian juga masalah yang dihadapinya, namun ada kunci kode Integritas yang tidak boleh beda. Pada waktu menghadapi  persoalan dan kelakuan yang kita ekspresikan ke orang-orang itu sangat kelihatan sekali. Nah orang percaya, mestinya memiliki ekspresi yang sudah dipatron dalam Alkitab.          &lt;br /&gt;            Dalam kitab Daniel 3:1  Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta yang didirikannya di dataran Dura di wilayah Babel. Semua rakyat diminta untuk menyembah patung yang dibuatnya. Namun Sadrak, Mesakh dan Abednego teman-temannya Daniel ini tidak bersedia menyembah pada patung itu. Lalu raja marah, kemudian ia bertanya , perhatikanlah Daniel  3:14  berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: "Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu? &lt;br /&gt;            Lanjutkan lihat Daniel 3:15  Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?"   Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.  Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;  tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."&lt;br /&gt;            Titus 1 :12 Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.&lt;br /&gt;            Pernah terjadi di Tiongkok, ada sebuah penjara yang narapidananya pada lari keluar, padahal tembok penjaranya tinggi, dikunci dengan gembok raksasa, penjaganya juga banyak. Mengapa demikian? Ternyata setelah diselidiki, yang bermasalah adalah integritas penjaga pintu penjara itu, ia dapat dibeli dengan uang, sehingga pintu yang digembok dengan gembok raksasa itu dapat dibuka begitu saja. Integritas seseorang , menentukan kelakuannya, kalau integritasnya tinggi, pastilah ia tidak bakal tergoda dengan uang itu.&lt;br /&gt;INTEGRITY DEMONSTRATED BEHAVIOR&lt;br /&gt;(Integritas Mendemonstrasikan Kelakuan)&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;                        Integritas adalah lifestyle (gaya hidup) karakter yang tinggal di dalam diri seseorang yang mengaku dan  taat pada Tuhan.  1 Yahanes 2 :5-6  Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.   Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.&lt;br /&gt;            Pada tahun 1943, tentara pendudukan Jepang mengirim ratusan "musuh nasional" Amerika dan Eropa ke tempat penampungan di Propinsi Shantung di Cina. Selama berbulan-bulan mereka harus menahan kebosanan, frustrasi, kepadatan yang berlebihan, dan ketakutan. Pertentangan kepribadian timbul, kemarahan meledak. Beraneka macam pertengkaran picik.&lt;br /&gt;            Tetapi menurut catatan seorang tawanan, ada seorang pria yang "tanpa diragukan lagi adalah seorang yang sangat didambakan, dihormati dan dicintai", Eric Liddell, seorang misionaris dari Skotlandia.&lt;br /&gt;            Seorang pelacur dari Rusia belakangan mengenang bahwa Liddell adalah satu-satunya pria yang mau melakukan sesuatu untuknya tanpa menginginkan bayaran setimpal. Saat ia pertama kali tiba di tahanan, sendiri dan dihina, Liddell membuatkan rak baginya.&lt;br /&gt;            Tawanan yang lain mengatakan bahwa,"Ia memiliki ketenangan, cara yang penuh humor untuk menghadapi kemarahan yang menggebu-gebu." Pada salah satu pertemuan yang penuh amarah dari para tahanan, semua orang menginginkan agar seseorang mau melakukan sesuatu kepada anak-anak remaja yang bermasalah. Liddell memecahkan masalah tersebut. Dia mengadakan bermacam olahraga, bermacam ketrampilan dan kelas-kelas untuk anak-anak, dan mulai menghabiskan waktu malamnya bersama mereka.&lt;br /&gt;            Liddell mendapatkan kemasyuran dan pujian pada Olimpiade tahun 1924, mendapat medali emas pada lomba lari 400 meter. Tetapi pada saat yang tegang lainnya ia juga menunjukkan dirinya sebagai seorang pemenang dalam perlombaan Kristiani, yang dikagumi oleh hampir semua tahanan duniawi.&lt;br /&gt;            Apa yang membuat Liddell begitu istimewa? Pernah terjadi, ada perlombaan lari 100 m yang menurut perkiraan Liddell bakal menang , namun ia tidak mau ikut bertanding karena perlombaannya di hari Minggu. Mengapa? Karena Liddell mau ke gereja, penggemarnya kecewa berat, ada yang marah juga padanya. Anda dapat menemukan rahasianya,. Mengapa Liddell begitu terpuji akhirnya?  Ia mendemontrasikan kelakuannya, inilah Integritas dia.&lt;br /&gt;            Saya sering menemukan banyak angggota gereja yang tidak hadir ke gereja pada hari Minggu, lalu ketika ditanya ia menjawab dengan gampang saja, tidak bisa bangun , soalnya pagi sekali. Saya juga bingung, jam 10.00 pagi kebaktian masih terlalu pagi? Lalu yang lain berkata ada tamu datang ke rumah. Bukankah justru kalau ada tamu, inilah kesempatan membawa tamunya ke gereja, sekaligus memperkenalkan gereja anda? Yang lain lagi berkata ada pertandingan olah-raga? Wah ini mirip Liddell, kalau Liddell yang menghadapi pertandingan besar saja, ia tidak bersedia, karena hari Minggu, lalau mengapa anda tidak dapat menolaknya?&lt;br /&gt;            Apa yang kita kerjakan, tatkala kita mendemonstrasikan kelakuan, maka terlihat seberapa integritas kita? Seorang anak Tuhan yang sejati, kalau traveling ke kota lain, selain pakaian di dalam koper, uang , alat-alat kosmetik (bila wanita), maka ia mesti harus membawa Alkitab. Mengapa demikian? Karena ia perlu membacanya dan  dipakai kalau melewati hari Minggu di kota itu.&lt;br /&gt;            Lalu yang lebih menarik dari Lidell yang lain adalah,   sewaktu ia dipenjara karena imannya, setiap jam 6 pagi hari, itulah saat dia berjalan berjingkat-jingkat melewati teman-temannya yang sedang tidur, duduk di meja, dan menyalakan sebuah lampu kecil untuk menerangi buku catatan dan Alkitabnya. Eric Liddell mencari anugerah dan kekuatan setiap hari dari kekayaan firman Tuhan Allah. Chariots of Fire merupakan film yang sangat terkenal untuk menceritakan riwayatnya&lt;br /&gt;            Setiap kita membutuhkan Kehidupan yang berintegritas. Contoh konkretnya kehidupan Tuhan Yesus sampai ajalnya tetap menjadi standard yang benar dan lengkap bagi orang percaya? Integritas kehidupan kemanusiaan Tuhan Yesus sungguh bertahan sampai akhir hidupNya di dunia.  Rindukah anda dan saya hidup yang demikian? Integritas, realita, bukan ilusi.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-113777877859872632?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/113777877859872632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=113777877859872632&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777877859872632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777877859872632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/01/hidup-berintegritas-realita-atau-ilusi.html' title=''/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-113777865948729278</id><published>2006-01-20T09:36:00.000-08:00</published><updated>2006-01-20T09:37:39.586-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#330099;"&gt;&lt;strong&gt;DAMAI SEJAHTERA NATAL&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Lukas 2 : 10-11, Yer 6:14 dan Yes 9:5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color:#000099;"&gt;Setiap kita rindu akan adanya Damai Sejahtera. Siapapun dia, termasuk orang-orang yang jahat sekalipun , mereaka yang jahat, pembunuh, yang suka perang seperti Sadam Husein, ia juga membutuhkan Damai Sejahtera. Buktinya ketika Negara Iraq sudah porak poranda karena perang, dia berusaha mencari damai sejahtera untuk dirinya. Ia sembunyi di ruang bawah tanah; ia pikir di situ akan terdapat  kedamaian. Namun ternyata di sana tidak ditremukan kedamaian, justru ia ditangkap di dalam gua itu.  Ia salah alamat, sebab Damai Sejahtera tidak bisa diperoleh di dalam gua, tetapi Damai Sejahtera ada di dalam diriu Tuhan Yesus.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;            Anak saya yang kecil Philemon  sering emosi atau marah-marah , karena dia  belum pandai bicara jadi ia hanya katakan Ehmmm…ehmm….megapa? Karena sewaktu ia sudah ngantuk sekali mau tidur,  kami masih ngobrol-ngobrol. Ia merasa tertganggu, tidak ada damai sejahtera. Ia juga butuh Damai Sejahtera, supyaa bisa tidur nyenyak. Apa yang dimaksud dengan Damai Sejahtera? Damai sejahtera itu berasal dari bahasa Ibrani yaitu Syalom. Arti kata syalom ini dapat kita gambarkan seperti keadaan-keadaan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Di dalam salah satu buku Renungan Natal  seorang penulis mencatat tentang Syalom itu sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            “Tatkala bangsa dan Negara berada dalam persatuan, tidak ada perpecahan dan terkotak-kotak, maka dikatakan bahwa bangsa dan Negara berada  dalam syalom. Ini merupakan syalom keutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tatkala dua orang yang tadinya sempat bermusuhan sekarang akur kembali setelah beberapa waktu lamanya tidak menyapa, atau ada sepasang muda-mudi yang berpacaran lalu bertengkar dan putus , lalu sekarang dilanjutkan kembali. Maka dikatakan mereka memiliki syalom. Inilah yang disebut syalom keselarasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pada waktu usaha rakyat kita sukses dan hasil kerjanya memuaskan serta tiap tiap orang tercukupi kebutuhan hidupnya, maka disebutlah rakyat dalam keadaan syalom. Di sini syalom berarti damai sejahtera atau makmur atau biasa disebut berkat. Kalau orang percaya meyeb utnya dengan berkat Tuhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sekarang permisi tanya, damai sejahtera apa yang anda  dan saya alami selama ini? Apakah itu benar-benar damai sejahtera yang yang keluar sebagai cerminan dari Kasih Allah yang terdalam. Atau Damai Sejahtera yang semu, artinya kita bersorakkan Damai Sejahtera (syalom) tetapi sesungguhnya kita tidak memiliki Damai sejahtera itu.  Seperti jeritan nabi-nabi palsu yang oleh Yeremia diejek “Mereka berkata Damai Sejahtera, Damai Sejahtera, Tetapi Dami Sejahtera itu tidak ada” Atau mereka mengatakan Syalom, tetapi sesungguhnya Syalom itu tidak kita alami. Damai sejahtera yang omonmg kosong atau semu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Lihat Hosea 6:6 “Sebab Aku menyukai Kasih Setia, dan bukan korban sembelihan, dan menmyukai pengenalan akan Allah, lebih dari korban bakaran” Artinya bahwa Allah itu lebih membutuhkan pengenalan kita pada Dia dari pada apa yang kita  berikan padal Dia.  Orang yang suingguh-sungguh mengenal Allah, yakni Yesus sang Pendamai itu; secara otomatis akan memberikan yang terbaik buat Dia dan mendukung segala rencana-Nya. Sekarang timbul pertanyaan? Sudah seberapa jauh dan berapa lama kita terlibat dalam pelayanan buat Tuhan di gereja? Apakah itu baik, oh baik sekali? Apakah itu berguna Oh, berguna sekali? Apakah kita merasa senang oh senang sekali. Apakah itu bermanfaat, oh bermanfaat sekali. Namun, bukan itu yang terpenting, yang paling penting justru apakah engkau dan saya sudah mengalami Damai Sejahtera Dari Allah?  Apakah engakau dan saya sudah mengundang Yesus lahir di dalam hati kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kalau tradisi Amerika dan Kanada di  musim Natal ini muncul sipemberi hadiah yakni Santa Clous.  Hadiah dari Santa Clous itu cepat saja akan lenyap.  Namun hadiah dari Tuhan Yesus itu itu tidak pernah lenyap. Ketika Yesus lahir ke dunia ini dengan meminjam sebuah kandang domba, itu menjadi peringatan bagi setiap kita untuk berhenti mencari Allah. Mengapa demikian? Karena kita tidak mungkin mencari Allah, hubungan kita dengan Allah sudah putus semenjak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, dan kita sudah rusak total. Namun Allah mengasihi kita ia tidak mau ciptaan-Nya binasa , Ia mengutus Anaknya yang Tunggal untuk menggantikan kita , menyelamatkan kita. Inilah hadiah terbesar yang melebihi apa yang diberikan oleh Santa Claus.  Bersyukur bagi anda yang sudah mendapatkan hadiah itu, namun bagi yang belum, saat ini merupakan kesempatan terbaik untuk anda mengambil keputusan untuk menerimanya.  Yesus datang meberikan Kedamaian bagi kita, damai dengan Allah, sehingga pintu Surga terbuka bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Damai sejahtera yang kita terima semestinya  juga tercermin di dalam seluruh kehidupan kita, artinya kita bukan hanya berslogan Damai Sejahtera., Damai Sejahtera tetapi kita sudah memiliki dan merasakan  Damai Sejahtera itu. Dan yang paling penting  melalui hidup kita sehari-hari tersalur  Damai Sejahtera itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Di bawah ini saya mengutip sebuah Doa yang dipanjatkan oleh salah seorang Bapa Gereja yang bernama Francis De Asisi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tuhan, Jadikan aku alat bagi Kedamaian Mu,&lt;br /&gt;Di mana ada kebencian, biarlah aku menabur Kasih&lt;br /&gt;Di mana ada luka hati, biarlah aku menabur pengampunan&lt;br /&gt;Di mana ada kebimbangan, biarlah aku menabur iman&lt;br /&gt;Di mana ada keputus-asaan biarlah aku menabur pengharapan&lt;br /&gt;Di mana ada kegelapan , biarlah aku menabur terang&lt;br /&gt;Dan di mana ada kesedihan, biarlah aku menabur suka-cita&lt;br /&gt;Oh Tuhan, tolonglah agar aku tidak mencari untuk dihibur, tetapi aku ingin menghibur, aku tidak mencari untuk dimengerti tetapi mengerti.&lt;br /&gt;Tidak mencari untuk dikasihi, tetapi mengasihi,&lt;br /&gt;Karena hanya dalam memberilah, kami menerima; dan mengampunilah kami diampuni. Dalam kematianlah, kami lahir kehidupan yang kekal. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-113777865948729278?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/113777865948729278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=113777865948729278&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777865948729278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777865948729278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/01/damai-sejahtera-natal-lukas-2-10-11.html' title=''/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-113777849594275588</id><published>2006-01-20T09:34:00.000-08:00</published><updated>2006-01-20T09:34:56.040-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#663333;"&gt;&lt;strong&gt;KOTBAH DI BUKIT : DOA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Matius 6:7-13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color:#996633;"&gt;Doa merupakan suatu fasilitas yang Tuhan sudah sediakan buat kita untuk berkomunikasi dengan-Nya, tanpa harus melalui pengantara alat-alat elektronik yang canggih, namun kerjanya melampaui alat-alat komunikasi yang paling canggih di dunia. Doa ini bukan hanya tanpa memerlukan kabel, tanpa pesawat, juga tanpa tenaga listrik,  bahkan gratis lagi. Seorang teman baik saya mengeluh karena  setiap telepon card yang dipakainya selalu habis sebelum waktunya. Sebaliknya waktu dengan Tuhan itu tanpa batas.   Doa hanya melalui diri kita untuk dibawa datang kepada Tuhan, itupun kita tidak perlu berpindah tempat, cukup di mana kita berada, directionnya bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kira-kira sebulan yang lalu di daerah Copertino, San Jose sempat terputus aliran listrik sehari penuh. Saya melihat semua restoran dan pertokoan di sana langsung mandek, tidak dapat beroperasi, karena mereka mengandalkan tenaga listrik untuk kompornya. Belum lagi lalu lintas macet, karena rambu--rambu lalu lintas juga padam. Doa tidak mebutuhkan ini semua, jadi kalau listrik padam tidak soal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ada dua model doa,  di dalam Alkitab dengan jelas sekali dibedakan kepada kita doa yang benar dan doa yang salah.  Ekstrem terhadap doa yang salah antara lain :&lt;br /&gt;-         Pengulangan yang sia-sia atau tanpa arti&lt;br /&gt;-         Doa yang diucapkan secara mekanis, seakan-akan menjadi mantera&lt;br /&gt;-         Doa yang menyalahkan orang lain dan membenarkan diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kalimat pengulangan dan menyalahkan orang lain itu ciri khas orang Farisi sedangkan doa yang mekanis itu merupakan ciri khas orang Kafir. Dengan pengulangan-pengulangan itu maka ia cenderung menuju ke arah kemunafikan. Timbul pertanyaan, apa itu kemunafikan?  Dalam konteks ini, kemunafikan boleh diartikan  “Mengubah dari tujuan yang memuliakan Allah menjadi memuliakan diri sendiri” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kira-kira doa yang bagaimana yang diperkenankan oleh Tuhan? Tatkala Tuhan Yesus mengajarkan Doa Bapa kami, secara tidak langsung Yesus menyinggung dua model orang yang sedang berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Model pertama : cara berdoa orang kafir  - kesannya sangat bertele-tele&lt;br /&gt;“Dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah, demikianlah katanya” (ayat 7).  Pengulangan yang dimaksud adalah kata-kata yang tidak bermakna. Beda dengan pengulangan yang Tuhan Yesus lakukan di Taman Getsemani,  Matius 24 26 :44, di sini menunjuk kepada ketekunan-Nya berdoa serta kesungguhan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Model kedua   : cara berdoa orang kristiani – yakni secara mekanisme. Nah secara  mekanisme juga tidak baik, bisa menuju kepada mantera, jadi kesannya seperti sudah dihafal, seperti Doa Bapa Kami yang selalu kita ucapkan di gereja, nah kalau tidak dengan sungguh-sungguh menghayatinya maka makna doa ini akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Selanjutnya  didalam Matius 6 ini Yesus menjelaskan bahwa satu-satunya hal terpenting dalam kehidupan  orang percaya adalah cara kita berpikir tentang Allah. Bagi Yesus, teologi (cara kita berpiokir tentang Allah) akan menentukan praktek (cara kita hidup). Secara khusus Yesus mengajarkan kita bagaimana cara memangdang Allah sebagai Bapa, serta pentingnya kita mengenal hubungan keintiman hubungan Bapa-anak dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            J. I Packer di dalm bukunya Knowing God ia meringkaskan dalam kalimat-kalimat sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            “Ketika saudara menyebut ajaran Perjanjian Baru sebagai peryataan keberadaan Allah Bapa yang adalah Sang Pencipta Agung maka saudara telah meingkat seluruh ajaran itu ke dalam satu kalimat. Demikian pula, ketika saudara menggambarkannya sebagai pengetahuan tentang Allah Pencipta yang adalah Sang Bapa Agung, maka saudara telah menyimpulkan seluruh kepercayan Perjanjian Baru. Jika saudara ingin menilai pemahaman seseorang terhadap Kekristenan, tinjaulah pemikirannya mengenai hal menjadi anak Allah maupun hal memperlakukan Allah sebagai Bapanya. Jika ternyata bukan pemahaman ini yang telah mendorong serta mengendalikan penyembahannya, kehidupan doanya, maupun seluruh pandangan hidupanya berarti ia sama sekali belum memahami Kekristenan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Di dalam doa kita membutuhkan perjuangan, namun bukan perjuangan untuk menaklukkan Allah, tetapi menaklukkan diri sendiri supaya sungguh-sungguh bertekuk lutut di bawah Allah. Doa Bapa Kami yang Tuhan Yesus ajarkan itu mengandung 5 konsep :&lt;br /&gt;Konsep Penyembahan kepada Bapa&lt;br /&gt;Konsep Kerjaan milik Bapa&lt;br /&gt;Konsep berkat Jasmani dari Bapa&lt;br /&gt;Konsep Anugerah dari Bapa&lt;br /&gt;Konsep Perlindungan oleh Bapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.                    Konsep Peyembahan Kepada Bapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  Yesus sedang memberikan suatu pengajaran yang aksesnya menuju kepada keintiman kepada Sang Raja yakni Allah sebagai Bapa. IA menjadi alamat tujuan kita berdoa. Perhatikan tatkala Tuhan Yesus mengajarkan “Bapa kami yang di sorga”, ini merupakan pengajaran yang berhubungan dengan suatu persekutuan dalam hidup orang Kristen. Kita berdoa “Bapa kami” bukan “Bapaku” atau “Bapamu” . Inilah konsep yang  juga mengingatkan bahwa kita saling berbagi suatu hak rohani yang istimewa dengan semua umat Allah. Hal ini dengan sendirinya telah menjadi suatu penegasan atas hak istimewa yang kita terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  Perhatikan keseimbangan yang terjadi di dalam pengajaran ini : “Bapa kami yang di sorga”   Ada 3 elemen  : Bapa : keintiman kita   , Kami : persekutuan kita , di sorga : Penyembahan. Jadi sebenarnya tujuan Yesus mengajar kita mengucapkan Bapa kami yang di sorga, bukan hanya sekadar etiket , melainkan suatu kebenaran agar kita datang kepada Dia dalam keadaan hati dan pikiran yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.                  Konsep Kerajaan milik Bapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Rahasia kerajaan Allah yakni pemerintahan-Nya yang dikendalikan oleh Bapa. Kita sudah melihat ada bukti nyata dengan kehadiran Kerajan Allah melalui Yesus Kristus. Namun di dalam pengertian tertentu, kerajaan tersebut belum dinyatakan dalam kepenuhan kemuliaannya. Puncaknya masih di dalam proses. Saat ini kita sedang hidup  di antara masa pembukaan dengan masa penyempurnaan kerajaan tersebut. Oleh sebab itu kita berdoa agar kerajaannya yang sudah ditegakkan itu semakin menyatakan kemuliaanNya.  Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan  IA akan memerintah sebagai  raja sampai selama-lamanya.” (Wahyu 11:15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Yesus mengajarkan “datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga. Mari kita memikirkan apa saja yg termasuk di dalamnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menaklukkan diri di bawah kehendak Allah yang berdaulat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Tuhan Yesus bukan hanya mengajar murid-muridNya berdoa, jadilah kehendakMu” Ia sendiri telah menegakkan kerajaan Allah dengan cara berdoa menggunakan kata-kata tersebut di Taman Getsemani. (lihat Matius 26 :39). Bagi Yesus mendahulukan kerajaan Allah dan berdoa bagi kedatanganNya berarti pula memikul salib serta mati bagi umat manusia dan dengan demikian, berarti IA telah menyerahkan seluruh hidupNya dengan ketaatan penuh kepada Allah. Berdoa bagi kerajaan Allah berarti komitmen pada jalan salib, karena mengundang Bapa menguasai seluruh hidup dan kehendak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengerjakan pekabaran Injil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kerajaan Allah memang hadir dalam batin manusia, namaun anak-anak Allah juga dipanggil untuk mengabarkan Injil yakni keluar dari wilayah geografis mereka. Mengapa kita katakan Doa Bapa kami sebagai suatu penginjilan? Kata “Bapa Kami “, itu berarti mengajak semua orang-orang di dunia untuk mengetahui bahwa ada seorang Bapa yakni Allah yang dipanggil dengan sebutan “Bapa kami” bukan bapa kita masing-masing yang di rumah. Konsep Bapa sebagai keluarga besar baik bagi mereka yang sudah percaya maupun bagi mereka yang bakal percaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Yohanes 17 :20 “ Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepadaKu oleh pemberitaan mereka”   Jadi Yesus sendiri merupakan seorang pemberita Injil yang diutus Bapa ke dalam dunia. Ia berdoa bagi para penginjil lain dan bagi mereka yang percaya oleh pemberitaan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sering kita lakukan doa penginjilan bagi hamba Tuhan, gereja kalau mau ikuti cara  Yesus mestinya untuk keluarga kita dan para pekabara Injil yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Mencari Kehendak Allah melalui Alkitab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Jadilah Kehendak-MU” ...pengertiannya adalah di dalam seluruh kehidupan ini, kita sadar bahwa Allah bekerja dengan maksud tertentu. Kadang kita pikir seperti kebetulan saja, namun sesungguhnya kita benar-benar berada di dalam ruang lingkup yang diprogramnkan Allah. Jadikanlah Kehendak-Mu bukan berarti secara membabi buta atau pasrah........namun sepanjang kehidupan kita ada niat atau usaha untuk mengikuti kemauan Tuhan sampai  kita mengetahui dengan jelas apa yang dikehendaki-Nya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoa bagi kedatangan Kristus kedua kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kedatangan Kerajaan Allah maupun kedatanagan Allah sebagai Sang Raja merupakan duia peristiwa yang terjadi bersamaan. Ketika kita berdoa  “Datanglah KerajaanMu” berarti kita sedang memohon kepada Bapa suatu hal yang kita yakini akan dilakukanNya – yaitu membawa sejarah umat manusia kepada tujuan akhirnya, untuk kemudian menghantarkannya ke dalam suatu jaman baru yang penuh kemuliaanNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pengharapan ini hanya dimengerti bagi mereka yang sudah percaya kapada Kristus dan menerima keselamatannya. Aspek yang tercakup di dalam Jadilah KehendakMu  ini menyiratkan bahwa hidup kita ini telah diserahkan kepada Tuhan Yesus Kristus, di sini dan sekarang ini juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            III. Konsep Berkat dari Bapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Berbicara masalah makan dan minum, “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.....Dasar pemikiran ini sangat tepat, sebab Allah menciptakan manusia untuk tujuan akhirnya bagi kemuliaan Allah. Manusia tidak mungkin menggenapi kemulian bagi Allah kalau ia tidak mau taat pada Allah. Jadi sesungguhnya apabila kita taat pada Allah bukan suatu kerugian bagi kita. Malah itu merupakan keuntungan besar. Karena kita akan diberkati oleh Nya. Llihat 1 Korintus 10 :31, coba kita baca ini :  Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.&lt;br /&gt;              Mungkin kita sudah terbiasa dengan kelimpahan sehingga kita tidak pernah berdoa berikanlah makanan pada hari ini yang secukupnya. Bagaimana mungkin berdoa begitu, sebab makakan kemarin masiuh sisa banyak sekali di kulkas yang sebentar lagi bakal dibuang ke tong sampah. Namun kalau kita coba terjemahkan bahwa ini adalah makanan dari Allah tentu kita bisa lihat bedanya. Sebanb bisa saja mencakup segala berkat yang Tuhan berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;IV.               Konsep Kemurahan Bapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            “Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”   Itu berarti sesunguhnya jika kita sadar bahwa tatakala kita ucapkan kalimat ini, maka di dalam hati kita itu tidak ada lagi orang-orang yang belum diampuni oleh kita. Orang yang memohon pengampunan pada orang lain, namun ia sendiri tidak mau mengampuni orang lain adalah orang yang tidak mengerti atau memahami betapa ia telah berbuat kesalahan di dalam hidupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            “Ampunuilah kami akan kesalahan kami seperti kami juga mengampuni orang lain”. Sedemikian pentingnya hingga kemudian Ia melanjutkan menjadi “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamau tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Apabila kalimaat “Ampunilah...itu diucapkan dengan tenggorokan yang seakan-akan tersangkut, karena kita belum mengampuni, maka doa untuk pengampunan ini tidak berarti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            1 Yohanes 4 : 11 “Jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi dengan kasih  yang penuh pengampunan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.                 Konsep Perlindungan dari Bapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Permohonan terakhir dari Doa Bapa Kami ini memberikan asumsi bahwa anak-anak Allah menyadari keberadaan mereka yang lemah serta tidak kebal, dan karenanya mengharapkan perlindungan Allah terhadap kuasa yang jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Perlindungan itu dibutuhkan dari segala arah, sebab pencobaan itu juga muncul dari segala arah.  Perlindungan di dunia sifatnya sementara dan tidak terjamin, tetapi perlindungan dari Allah Bapa jangan diragukan lagi.  Saya yakin anda setuju bukan!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-113777849594275588?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/113777849594275588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=113777849594275588&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777849594275588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777849594275588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/01/kotbah-di-bukit-doa-matius-67-13-doa.html' title=''/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-113777822994902922</id><published>2006-01-20T09:29:00.000-08:00</published><updated>2006-01-20T09:30:30.040-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#333300;"&gt;&lt;strong&gt;MEGAPA HARUS TAKUT AKAN TUHAN?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.&lt;/em&gt; (Mazmur 86 :11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;Kira-kira di dunia ini apa atau siapa yang paling anda takuti? Ada orang yang takut pada setan, sehingga mereka sering memberikan sesajen kepadanya, takut kalau-kalau si setan ngamuk. Ada juga yang takut kehilangan harta kekayaannya Itu sebabnya mati-matian ia berjuang dan menjaganya baik  siang maupun malam, ia bekerja keras bila perlu lembur ,  supaya harta kekayaannya tetap terpelihara. Saya juga  menemukan ada banyak wanita yang takut kehilangan kecantikannya, sehingga bedak dan alat-alat kosmetik yang mahal pun mereka rela membelinya, yang penting cantik, maka kurangi jajan lalu giat berdiet , semua ini tidak masalah, bila perlu dilakukan secara rohani yang disebut “doa puasa” asal penampilan di luar tetap menarik.  Sangat senang sekali apabila umurnya sudah kepala emapat , masih dianggap seperti kepala dua, artinya yang sudah empat puluhan kalau disebut masih duapuluhan.&lt;br /&gt;Beberapa wakltu yang lalu saya sempat bertemeu dengan salah seorang anggota gereja di sebuiah kota, beliau menceriatakan bahwa tahun terkhir ini hidupnya penuh ketakuatan. Setiap hendak berangkat ke pekerjaan, ketakutan itu sudah muncul. Ia begitu takut pada managernya, karena hampir setiapa hari managernya selalu mencari kesalaahnnya. Ia menjadi begitu tertekan dan frustrasi di dalam pekerjaan, samapi harus mencari psikiater untuk konsultasi.&lt;br /&gt;Lihatlah fakta-fakta di dunia ini, barang siapa yang takut pada setan maka ia akan berusaha menyogok setan itu , dengan cara menyembah setan itu supaya si setan tidak menggangunya. Lalu barang siapa yang takut kehilangan harta maka di dalam hidupnya ia akan menjunjung tinggi harta kekayaan, kemana saja dia pergi di hati dan pikirannya sellau tertuju pada hartanya. Sedangkan orang siapa takut kehilangan kecantikannya, maka ia selalu mengagung-agungkan kecantikannya bahkan menyembah diri sendiri.  Lalau ketika orang takut pada managernya, maka ia akan berusaha sekuat tenaga untuk menyenangkan sang manager.&lt;br /&gt;Jadi kita bisa lihat di sini, tatkala apa yang ditakuti oleh orang tersebut maka ia akan menjunjung tinggi  “apa “ tersebut. Itu sebabnya kalau hari ini engkau takut pada Tuhan maka sudah pasti akan menjunjung tinggi Tuhan. Takut akan Tuhan juga berarti ada rasa hormat dan ada rasa kagum pada-Nya.  Tentu anda bertanya apa itu menjunjung tinggi Tuhan? Bagaimana pengertian sesungguhnya  takut akan Tuhan itu?&lt;br /&gt;APA ITU TAKUT AKAN TUHAN?&lt;br /&gt;Pada waktu kita mencoba belajar mengapa pada penulis Alkitab di dalam Perjanjian Lama sering mengungkapkan perasaan takut akan Tuhan, maka kita diingatkan sekali lagi bahwa sebenarnya dalam hal ini “takut akan Tuhan” bukan seperti seseorang yang sedang melakukan kesalahan, lalu takut bertemu dengan Tuhan. Seakan-akan kalau bertemu dengan Tuhan itu sangat mengerikan? Takut akan Tuhan di sini juga tidak sama seperti kondisi Adam dan Hawa setelah memakan buah pengetahuan baik dan jahat itu.! Pada saat itu Adam dan Hawa sungguh takut sekali kepada Tuhan karena dosa mereka, sehingga tatkala Tuhan memanggil, maka  mereka bersembunyi.&lt;br /&gt;Takut akan Tuhan di sini juga tidak sama seperti anda lagi menyetir mobil, Lalu karena buru-buru menerobos lampu merah, kemudian dari belakang ada polisi mulai mengejar, dan anda mulai merasa takut dan bila perlu tancap gas., Takut akan Tuhan di sini juga bukan berarti tatkala anda sedang ujian, kemudian godaaan datang dan anda menyontek, lalu diketahui oleh pengawas, sehingga anda ketakutan. Takut akan Tuhan bukan demikian?&lt;br /&gt;Kita sering salah pengertian terhadap kata “takut akan Tuhan”, kita sepertinya menganggap Tuhan itu begitu angker, begitu serem sehingga kita merasa perlu menghindar dari-Nya. Kita menganggap diri kita terlalu kotor dan jijik dihadapan Tuhan sehingga kita tidak berani datang pada-Nya. Lalu kita menolak atau selalu mempersalahkan diri kita. Ini merupakan konsep yang salah.  Takut akan Tuhan itu berarti kita menaruh hormat kepada-Nya di dalam segala aspek kehidupan kita. Takut akan Tuhan juga berarti  mengagungkan Dia yakni Tuhan, mebesarkan nama-Nya, karena Dia Dahsyat dan ajaib. Takut akan Tuhan berarti kita dengan rendah hati datang kepada Tuhan dan memuliakan nama-Nya, dan perlu digaris bawahi, orang yang menyembah Tuhan dengan penuh kemuliaan tentu hidupnya tidak berorientasi duniawi lagi.&lt;br /&gt;MENGAPA HARUS TAKUT KEPADA TUHAN?&lt;br /&gt;Saya yakin kita sudah mengantongi jawaban tersendiri mengapa kita mesti hidup takut pada Tuhan.  Alasan utamanya adalah karena Tuhan itu yang menciptakan kita, Dia yang menguasai  kita dan kita ini adalah milikNya.. Di dalam kitab Amsal 29 :25 dikatakan bahwa orang yang takut akan Tuhan akan dilindungi Tuhan, sedangkan kalau kita takut kepada manusia akan mendatangkan jerat. &lt;br /&gt;Saya masih ingat sewaktu jaman pemerintahan orde baru, semua aparat dan juga rakyat sangat takut pada petinggi negara, takut mengkritik, takut protes bahakn unjuk rasa bisa dihitung dengan jari. Apalagi media cetak, rasanya mereka begitu terkekang. Ada banyak kejadian tertentu di tanah air yang tidak pernah masuk koran, sebab kalau mereka berani masukkan maka akibatnya penerbit itu dibredel.  Masih ingat Sinar Harapan dan Tempo? Mereka pernah dibredel! Namun saat ini negara kita sudah mulai bebas, tetapi kebebasan ini tidak dipakai baik-baik, orang Indonesia belum siap menerima kebebasan itu. Unujk rasa yang dilakukan di sana sini terkesan brutal, mobil-mobil dibakar, orang-orang dipukul dan sebagainya, kesannya seperti orang pedalaamn yang terbelakang. Kadang kami yang tinggal di luar negeri, malau kalau mengakui sebagai orang Indonesia.  Poin saya adalah, kekuasaan itu dapat dihancurkna, manusia tidak perlu harus menyembah kepada manusia lainnya, sebab kita sesama ciptaan Tuhan. Jadi dengan kata lain kekuasaan manusia itu sementara saja.&lt;br /&gt;BAGAIMANA HIDUP YANG TAKUT AKAN TUHAN?&lt;br /&gt;Hidup yang takut akan Tuhan berarti ada penyerahan yang secara total kepada-Nya. Perjalanan ke depan hidup kita seluruhnya diserahkan untuk Tuhan yang mengarahkan. Orang yang hidupnya takut akan Tuhan mestinya tidak perlu merasa kuatir lagi tentang masa depannya, karena bagaimanapun Tuhan tidak pernah bakal mencelakakan kita, sebab natur Tuhan itu Kasih adanya, dan Tuhan itu tidak pernah berlawanan  dengan natur-Nya itu. &lt;br /&gt;Sekali lagi, bukan berarti orang-orang yang takut akan Tuhan tidak mengalami bencana. Mungkin saja mereka yang takut akan Tuhan mengalami bencana yang lebih dahsyat pada masa-sama mendatang.  Tetapi ada pengharapan yang penuh dari mereka, yakni kepada Tuhan.  Orang yang takut akan Tuhan sekaligus akan menghormati kekuasaan Allah, taat pada perintah-perintahnya, membenci dan sambil menjauhkan diri dari kejahatan. (Yeremia 32 :40, bnd Kejadian 22:12 dan Ibrani 5:7). Lagi pula takut akan Tuhan itu adalah merupakan permulaan hikmat (Mazmur 111;!0), rahasia kelurusan hati (Amsal 8:13), ciri umat yang disenangi Allah (Mazmur 147:11) dan kewajiban setiap orang (Pengkotbah 12:13). Roh takutb akan Tuhan adaalh salah satu sifat yang ditanamkan Allah pada Mesias-Nya (Yesaya 11:2-3). Tuhan tidak pernah memberikan pencobaan melebihi kekuatan kita, apa lagi hidup kita takut akan Tuhan.&lt;br /&gt;Idealnya orang yang takut akan Tuhan tidak pernah menggerutu atau mengomel lagi, sebab mestinya ia yakin apa yang diterima setiap hari itu adalah pemberitan dari Tuhan dan terbaik. Sebaliknya mereka yang tidak takut akan Tuhan, selain segala sisi kehidupannya sangat bertentangan dengan Tuhan, juga tidak disukai Tuhan. Kita menyembah kepada Allah pencemburu, Ia mau kita setia padanya. Sama seperti kalau engkau mencaintai seseorang , lalu senantiasa masuk orang ke tiga yang hendak merebut cinta anda, tentu kita tidak senang itu. Mengapa kita tidak senang? Karena ada cinta kasih kita bukan? Coba orang di luar sana, yang tidak ada hubungan apa-apa dengan gita, ia mau gonta-ganti pacar seratus kali bukan urusan kita, karena dia bukan pacar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANJI-JANJI BAGI MEREKA YANG TAKUT AKAN TUHAN&lt;br /&gt;Bagi orang-orang yang takut akan Tuhan, firman Tuhan seperti apa yang ditulis di dlalam Mazmur 33 :10, “Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang –Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia”  Di dalam sejarah kerajan Israel, banyak raja –raja Israel yang sparuh jalan menentang jalannya Tuhan, itu sebabnya Alkitab mengatakan roh Tuhan keluar dari tubuh raja tersebut. Sewaktu masih taa kepaad Tuhan maka apa saja yang dilakuakn berhasil, namaun tatkala meninggalkan Tuhan, makah bencara datang.&lt;br /&gt;Takut akan Tuhan juga merupakan permulaan hikmat (Amsal 1 :7). Jadi kita boleh saja menyamakan orang-orang jahat itu sama dengan tidak takut akan Tuhan. Orang yang takut akan Tuhan ia tidak pernah bermain-main dengan Tuhan, ia tidak berani melawan Tuhan.&lt;br /&gt;Orang yang takut akan Tuhan juga rendah hati dan ini merupakan kekayaan kehormatan dan kehidupan (Amsal 22 :4)&lt;br /&gt;Takut akan Tuhan  juga diberkati Allah., di dalam terjemahan bahasa Indonesia ditulis “Berbahagialah” mereka yang takut akan Tuhan, namun di dalam terjemahan Inggris dikatakan “Diberkatilah” mereka yang takut akan Tuhan (Mazmur 128 :1)&lt;br /&gt;Tuhan akan memberikan prioritas pertolongan bagi oarang yang takut akan Dia ( Mazmur 145 :19), rasanya ini merupakan bonusnya, suatu keadilan yang nyata dan  jadi tidak sia-sia bila kita benar-benar takut akan Tuhan.   Dan Tuhan Sangat senang kepada mereka yang takut kepada Dia (Mazmur 147 :11)&lt;br /&gt;            Mengutamakan Tuhan berarti mementingkan kehendak-Nya di atas kepentingan pribadi dan rela mengorbankan diri sendiri demi melaksanakan kehendak Tuhan. Terlalu sering kita memprioritaskan kehendak pribadi daripada firman Tuhan; kadang kita malah memakai nama Tuhan untuk membenarkan tindakan kita. Misalnya, karena sudah jatuh cinta maka nekad  menikah dengan pasangan yang tidak seiman dengan dalih untuk membawanya kepada Tuhan; ceritanya yang terjadi sebaliknya. Lalu ada yang  melakukan korupsi dengan alasan ingin menggunakan uangnya untuk pekerjaan Tuhan, ingat Tuhan tidak butuh  yang demikian. Tuhan mempunyai segala-galanya.&lt;br /&gt;            Memang jujur saja,  terkadang niat tulus kita untuk hidup takut akan Tuhan menemui jalan buntu tatkala kita membandingkan diri dengan orang yang dii luar sana yanag kelihatannya hidup  mereka lebih sukses, ya lebih kaya dan senang. Kita tidak bisa menerima kenyataan mengapa hidupnya bisa begitu lancar, sedangkan hidup kita sering melewati "jalan berbatu" seperti ini. Kita bertanya bahkan menjerit mengapa??&lt;br /&gt;Nah , pada saat sulit seperti ini, apabila kita tetap takut kepada Tuhan, maka apapun yang terjadi  orang yang takut akan Tuhan pasti diberkati Tuhan. Saya kurang tahu apakah disepanjang hidup ini kita sudah menaruh kepada sikap yang takut akan Tuhan atau belum? Apa bila belum maka kutiplah ayat ini “Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. (Mazmur 86 :11), saya harap ada pencerahan dan kekuatan  serta pertolongan dari Tuhan, membuat kita hari demi hari lebih “takut lagi kepadaNya”. Orang yang takut akan Tuhan, sudah pasti akan taat pada segala perintah-perintah Tuhan. Jadi sebenarnya cara evaluasinya gampang saja. Selama jalan hidup kita belum taat sepenuhnya pada-Nya, itu berarti ada sisi-sisi tertentu di dalam kehidupan kita yang masih melawaan Dia.  Seberapa sulit untuk taat?  Mestinya tidak sulit! Namun mengapa kita tidak sanggup?Ternyata tidak gampang juga! Oleh sebab itu jangandianggap remeh!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-113777822994902922?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/113777822994902922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=113777822994902922&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777822994902922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777822994902922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/01/megapa-harus-takut-akan-tuhan.html' title=''/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-113777803395834961</id><published>2006-01-20T09:26:00.000-08:00</published><updated>2006-01-20T09:27:25.286-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#003333;"&gt;&lt;strong&gt;BERJUANG MENUJU KESEMPURNAAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1 Timotius 4 : 6-16, Kisah 24 :16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           &lt;span style="color:#336666;"&gt; Tuhan menciptakan kita, memberikan kebebasan penuh kepada kita untuk mengambil keputusan di dalam dunia ini, kalaupun kita kadang nakal namun tangan-Nya tidak pernah tergopoh-gopoh menyelintik kita. Herannya sebelum mengalami selintik dari Tuhan, manusia sering  menjadi lupa diri. Tidak pernah ada perubahan di dalam hidupnya. Perubahan diri seseorang terutama di dalam hal rohani biasanya tidak muncul sebelum perubahan benar-benar diperlukan. Seseorang tidak pernah datang pada Kristus sebelum mereka merasa dirinya sangat berdosa dan memerlukan pengampunan; dan mereka tidak pernah bertumbuh  di dalam Kristus tanpa perasaan frustrasi atau kekurangan yang mendorong untuk menginginkan lebih banyak dari Tuhan. Inilah kesombongan manusia yang sudah berdosa itu terbawa-bawa sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kadang perubahan rohani ini ditimbulkan oleh keadaan yang justru tidak menyenangkan dan memalukan. Satu waktu ketika saya masih kuliah, waktu itu ada acara besar di kampus saya lupa acara apa yang pesertanya hampir dari seluruh Indonesia. Selain menjadi panitia pelaksana, saya juga ditugaskan untuk mengatur acara penutupan acara pada waktu itu, terus terang waktui itu kondisnya cukup sibuk dan melelahkan.  Pada sat yang bersamaan ada seorang rekan panitia bermaksud membantu mengatur acara yang semestinya ditugaskan kepada saya. Maksudnya hatinya baik sih, tetapi entah kenapa saya tiba-tiba menja marah padanya, seakan-akan pikiran saya bahwa beliau itu mencampuri urusan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Malam itu saya tidak bisa tidur nyenyak, selalu menjadi pemikiran samapim pagi, mengapa saya melakukan hal yang sebodoh ini? Mengapa saya kurang ramah? Mengapa saya kurang sabar? Sebab kalau keadaan seperti ini tidak berubah menjadi lebih baik did lam hidup saya , maka jangan harap saya bakal mempunyai banyak teman, pergaulan sya akan terganggu. Teman-teman akan menghindari saya, reputasi kehidupan sya akan cacat.. Keesokan harinya saya cepat-cepat menemui teman saya itu, saya minta maaf padanya, dan damai sejahtera itu kembali lagi di dalam hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Kadang kala Allah membiarkan kita melakukan hal-hal yang bodoh supaya kita merasa tertemplak, malu dan bisa melihat kekurangan hidup kita,  dengan demikian kita ingin membuat perubahan, menjadi hidup lebih dekat dengan Tuhan. Apabila kehidupan kita dekat dengan Tuhan maka secara otomatis perubahan menuju yang positip itu segera terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang timbul pertanyaan? Bagaimana di dalam hidup ini kita berjuang menuju lebih sempurna?  Apa rahasianya? Ada 3 langkah  yang perlu kita perhatikan di sini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia Lalu kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Apa yang dilakukan oleh manusia lama kita? “Mengutamakan takhyul dan dongeng nenek-nenek tua (1 Timotius 4 :7a). Jelas sekali yang dimaksud dengan takhyul dan dongeng nenek tua adalah ajaran sesat, dan ini merupakan tradisi dari para pengajar ajaran sesat. Ajaran ini tidak berlandaskan ajaran Alkitab dan sangat bertentangan dengan firman Tuhan. Ajaran-ajaran seperti ini yang masih dibicarakan oleh orang-orang bodoh yang tidak mentaati firman Allah.  Paulus juga mengingatkanm Titus di dalam hal ini (Titus 1:14), demikian juga mengingatkan Timotius dengan hal yang sama pada suratnya yang kedua (2 Timotius 4 :4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sebelum seseorang percaya kepada Tuhan, memang pengaruh dari tradisi itu sangat kuat, dan barang kali orang-orang yang yang baru percaya juga mengalami kesulitan yang sama, tekanan dari orang tua sanak famili yang masih terikat ajaran tradisi. Seandainya seseorang tidak memiliki  iman yang kuat yang dibarengi dengan support dari orang-orang sekitar, maka ia begitu gampang terpengaruh.  Itu sebabnya Paulus mengingatkan Timotius supaya jangan “sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya’ (I Tim 1:4). Mungkin kita kadang perlu cari tahu akan ajaran-ajaran yang sesat , tetapi tidak boleh samapi terpengaruh. Itu sebabnya Sekolah Alkitab Malam ataupun traning sangat perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Seorang tukang besi boleh memakai alat-alat berat semacam palu, gergaji untuk memotong dan memukul besi, namun ia tidak boleh sampai lalai memukul diri sendiri. Sama seperti seseorang yang ahli kimis ditugaskan menyelidik obat-obat narkotik, tetapi ia tidak boleh terpengaruh pada obat-obat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Hongsui, Horoscope, ramalan, begitu merajalela di majalah-majalah dan Koran, kalau engkau tanya saya apakah kita boleh mebacanya? Saya akan jawab boleh saja, siapa yang melarang, dan siapa takut? Cuma pertanyaannya apa gunanya anda membaca itu? Bukankah waktu untuk membaca Horoscope bisa dipakai lebih panjang supaya membaca Alkitab dan buku-buku rohani, misalnya buku-buku rohani  yang baik dan terkenal. Contohnya buku yang berjudul Dinamika Kehidupan Orang Percaya itu lagi popular di gereja kita, bacalah.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia Kini kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1 Timotius 4: 7-8  mencatat bahawa Latihan badani seperti gambaran atletik yang sedang berlatih, apalagi pada saat merka hendak memasuki pertandingan besar semacam Olympiade yang sangat terkenal di Yunani.. Latihan badan dan pemeliharaan tubuh sebagai sebagai respon kita memelihara bait Allah (1 Korintus 5 :19-20) dan menjadi alat untuk melayani Dia( Roma 12:1-2)  Latihan badan hanya berguna selama kita hidup di dunia ini. Klau kita sudah meninggal dunia, maka badan itu tetap tinggal di dunia ini, kita tidak membawanya walaupun secantik apapun. Saya yakin korban gempa dan gelombang tsunami itu banyak yang terdiri dari orang-orang yang berpendidikan dan cantik rupawan, namun ketika merka meninggal dunia, maka tubuhnya sudah menjadi bangkai dan tidak beguna lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Yang sangat diperlukan justru latihan rohani, yang berguna  untuk masa yang akan dating. Rasul Paulus memng tidak mengatkan bahwa kita hanay memerlukan latihan badani, tetapi ia juga menekankan perlunya latihan rohani. Tubuh manusia yang sehat tanpa dibarengi kekudusan hidup maka sangat bahaya. Semakin sehat tubuh kita, maka semakin cenderung terpengaruh akan perbuatan jahat. Namun kalau orang yang sehat dan kuat dibarengi dengan hidup rohani yang bagus tentu sangat bermanfaat sekali, ia akan hidup sehat jasmani dan rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Hidup kudus juga tanpa dibarengi tubuih yang sehat juga tidak berguna, sebab akan menjadi batu snadungan bagi mereka yang belum percaya. Ketika Ayub yang hidupnya begitu kusus namun menderita, maka sorotan dari orang-orang yang belum percvaya terhadap kehidupan orang percaya menjadi negatif. Itu sebabnya perlu menjaga keseimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Di dalam dunia yang semakin bebasa dan teknologi canggih, maka hidup mencapai kesempurnaan ini tidak gampang. Apalagi mereka yang hidup bebas di Negara bebas. Kemarin saya menelpon seorang saudari, sya bertanya padanya saat ini tinggalnya dengan siapa? Dia menjawab agak ragu, dengan pacarnya.  Jelek-jelek kita yang tinggal di Indonesia yang namanya orang Asia, nginap saja di rumah pacar sudah sangat sungkan sekali kalau tidak terpaksa, mudah-mudahan kondisi baik ini masih berlaku smapi saat ini, nah  apalagi sekarang tinggal bersama sebelum menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            3. Manusia  Masa Depan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kembali kalau kita perhatikan 1 Tim 4 :7-8 yang snagat diutamakan di sini adalah hidup beribadah. Tujuannya supaya membentuk watak kita dengan dengan kebenaran. Watak dan tingakh laku kita yang saleh lebih berharga dari segala emas permata kita. Bahkan lebih penting dari piagam penghargaan dan segala sertifikat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi rasul Paulus memakai gambaran atletik, rupanya disiplin itu sangat perlu membentuk kehidupan saleh. Atlet harus mengendalikan tubuhnya, taat pada peraturan, diet yang ketat, tidur yang cukup. Saya masih ingat seorang pemain bulu tangkis terkenal Indonesia pada masa lalu. Namnya Liem Swe King, waktu itu semua pemain sudah diatur sedemikian rupa supaya mempersiapkan diri bertanding, namun ia menhilang dari platnas dan pergi jalan-jalan sehingga sewaktu gilirannya bertanding ia terlambat tiba, akhirnya ia kalah WO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalau hari ini anda boleh melihat team olah raga begitu kuat did lam sebauh pertandingan, itu semua terjadi karena merka semua sudah digembeleng dengan susah payah. Semuanya itu tidak muncul dengan kebetulan dan instant.  Demikain juga kehidupan rohani seseorang yang percaya pada Tuhan, ibadah itu bukan hanya hari Minggu datang ke gereja kebaktian, lalu setelah selesai maka habis. Tetapi sesunguhnya ibadah itu  mencakup segala aspek kehidupan kita. Pada waktu kita studi di kampus, waktu bergaul dengan teman-teman, waktu kerja, waktu pacaran dan segala waktu di dalam kehidupan kita, harus tercermin unsur ibadahnya. Apa gunanya kita begitu khusuk di gereja beribadah, tetapi did lam kehidupan sehari-hari kita tidak karuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Latihan rohani itu tidak mudah, kita  harus berjuang keras (1 Tim 4 :10a). Artinya kita perlu bekerja keras seperti seorang atlet yang memaksa diri latihan. Kalau hari ini kita mau menjdi orang Kristen unggulan maka kita harus melakukan ibadah dengan anugerah Allah untuk kemuliaan namaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pelatihan diri ini tidak hanya berguna bagi diri kita secara pribadi, tetapi juga membawa dampak bagi orang lain. Kelanjutan dari 1 Timotius 4 :11-12 menuliskan bahwa orang yang terlatih dalam hal ibadah, maka ia kana menjadi teladan bagi yang lain, baik melalui perkataan,  tingkah laku,  Kasih, Roh Semangat sukacita , dalam iman dan kesucian. Rindukah kita demikian??&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-113777803395834961?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/113777803395834961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=113777803395834961&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777803395834961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777803395834961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/01/berjuang-menuju-kesempurnaan-1.html' title=''/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-113777789050253410</id><published>2006-01-20T09:23:00.000-08:00</published><updated>2006-01-20T09:24:50.506-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#663366;"&gt;&lt;strong&gt;MENYANGKAL DIRI &amp; MEMIKUL SALIB&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Bacaan Matius 16 : 21 -28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          &lt;span style="color:#663333;"&gt;  Keputusan penting apa yang pernah anda ambil selama hidup sampai saat ini?  Mungkin anda mempunyai jawaban yang beragam satu dengan yang lain. Ada orang mengatakan keputusan penting yang pernah diambil antara lain; memilih sekolah atau Universitas, memilih tempat kerja, Menikah , meng–apply Green Card dan sebagainya. Di antara sederetan keputusan tersebut, manakah yang paling penting?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saat ini kita akan coba melihat keputusan penting yang pernah diambil oleh murid-murid Yesus.  Tuhan Yesus mengatakan kepada mereka . “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” Satu keputusan yang cukup berat tentunya, namun inilah konsekwensi bagi seorang pengikut Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ada tiga sikap yang cukup menarik yang akan kita lihat bersama, dan ini membutuhkan pengambilan keputusan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            1. Menyangkal Diri&lt;br /&gt;            2. Memikul Salib&lt;br /&gt;            3. Mengikut Yesus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Menyangkal Diri&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;                  Apa yang dimaksud dengan menyangkal diri?  Menyangkal boleh diartikan dengan tidak mengindahkan, tidak respon. Walaupun murid-murid Yesus sudah cukup lama hidup bersama-sama dan pelayanan bersama, namun rupanya konsep pengenalan mereka terhadap Yesus sang Mesias ini masih salah. Pemikiran mereka seperti yang dituduhkan Yesus terhadap Petrus, yaitu masih bersifat duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  Bagi Yesus apa yang dilakukan Petrus terhadap dirinya adalah merupakan  penghalang atau batu sandungan. Itu sebabnya pada ayat 24 Yesus dengan tegas sekali mengatakan “Setiap orang yang mau mengikut Aku ia harus menyangkal diri” Kata “Setiap orang” di sini berarti siapapun juga, tidak ada kecuali atau yang mendapat dispensasi (prioritas). Ingat bahwa pada jaman itu mengikut Yesus berarti para murid harus mengiringnya menuju Yerusalem, namun pada saat ini tentu bukan lagi masalah Yerusalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Syarat seorang pengikut Yesus yakni harus “Menyangkal Diri”. Terjemahan lain untuk “menyangkal diri” tidak memperhatikan  kepentingannya sendiri (BIS). Tuhan Yesus tidak meminta kita hidup asketis akibat penyangkalan diri ini, misalnya tidak makan daging tertentu, menyiksa diri kita dan sebagainya. Menyangkal diri  boleh dikatakan seperti kita berani berkata tidak untuk “perbuatan tertentu” yang dulunya kita tidak dapat menolaknya, padahal situasi itu kita sangat sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ada seseorang memberikan penyataan demikian :&lt;br /&gt;Manusia pertama       :  Tidak dapat berbuat dosa, Setelah Kejatuhan   : Tidak dapat tidak berbuat dosa .Jaman Anugerah      : Dapat tidak berbuat dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Hidup yang di dalam penyangkalan diri berarti hidup yang di dalamnya ada perubahan nyata. Mengingat kembali masa lalu, rasanya kita malu kalau saat ini boleh bersama dengan Tuhan. Namun orang yang menyangkal diri mengikut Tuhan ia harus tinggalkan masa lalunya. Benar dahulu hidup kita seperti seorang penjahat atau lebih kasar seperti “bajingan”. Tetapi tatkala Yesus mengatakan , Ayo ikut Aku? Artinya segala-galanya yang berhubungan dengan kehidupan masa lalu yang buruk itu harus disingkirkan atau dibuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Memikul Salib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dasar kata yang dipakai untuk kata “Memikul Salib” di sini dapat diterjemahkan dengan membawa atau mengangkat. Banyak terjemahan yang menerjemahkan dengan “membawa “ dan “mengangkat”  Mengapa dikatakan memikul salib? Tentu berbeda dengan jaman sekarang, salib dibuat seperti mainan, dipakai sebagai kalung, anting-anting dan yang ada yang kelihatan kurang “sopan” yakni salib dipasangkan di pusarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sebenarnya salib itu adalah salah satu alat yang digunakan oleh orang Romawi untuk menjalankan hukuman mati terhadap seseorang yang berbuat kejahatan. Salib dianggap sebagai alat untuk mendatangkan kematian dengan cara yang pelan namun sangat menyakitkan. Orang Romawi biasanya menggunakan salib untuk menghukum mati budak atau orang Asing. Orang yang dijatuhi hukuman diharuskan memikul salib atau balok lintang ( atau balok mendatar) ke tempat eksekusi. Pada jaman Yesus, masyarakat sering melihat orang-orang yang disalib, sehingga dijadikan lambang kehidupan  orang percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Nah kalau dikatakan mengikut Yesus idendik dengan memikul salib, maka itu berarti bakal ada penderitaan kesukaran dan barangkali juga kematian (mati Martir) bagi seseorang yang berani mengambil keputusan menjadi pengikut Yesus. Kalau hal ini benar-benar terjadi, beranikah kita menghadapi konsekwensi itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Mengikut Aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kata mengikut AKu ini di dalam bahasa Yunani dipakai kata yang artinya di belakang (Matius 10 :38). Ternyata untuk mengikut Yesus ada terpasang dua syarat yang cukup berat. Tidak ada kesemptana untuk negosiasi atau KKN (sogok). Itu sebabnya walaupun pemuda yang datang pada Yesus itu adalah orang kaya, tetap saja pulang dengan tangan hampa. Karena bagi pemuda itu, tugas yang diberikan Tuhan Yesus itu sangat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Mengikut Yesus di dunia juga boleh diartikan sebagai  “Menjadi murid”, “Menjadi pengikut-Nya” atau “Mereka pergi bersamanya” Jadi bisa dibayangkan apa yang segera harus dilakukan seorang pengikut Yeus :&lt;br /&gt;-         Tinggalkan pekerjaannya&lt;br /&gt;-         Tinggalkan orang tua&lt;br /&gt;-         Tinggalkan sanak saudara&lt;br /&gt;-         Tinggalkan rumah&lt;br /&gt;-         Tinggalkan harta –kekayaan&lt;br /&gt;-         Tinggalkan kawan-kawan&lt;br /&gt;-         Tinggalkan pacar&lt;br /&gt;-         Tinggalkan kampung halaman&lt;br /&gt;-         Tinggalkan segala-galanya&lt;br /&gt;Oh , semua kondisi ini tidak gampang bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dapat kita pelajari?&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Seorang pengikut Yesus harus menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Yesus. Jadi, beranikah kita mengambil risiko ini? Meninggalkan apa yang kita suka dan senangi. Orang yang suka berbohong, merokok diminta supaya segera meninggalkannya. Kemudian arahkan kehidupannya menjadi seorang yang patuh pada perintah Tuhan, rajin ke gereja, baca Alkitab setiap hari, berdoa dan melakukan firman Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Billy Graham mengatakan :”Keselamatan itu gratis, tetapi untuk menjadi murid ada harga yang dituntut , yakni segala sesuatu yang anda miliki”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            William Borden lulus SMA tahun 1904, maka sebagai hadiah kelulusannya, ayahnya mengirimnya berkeliling dunia dengan ditemani seorang pengantar. Bapak Borden, pendiri perusahaan susu borden itu memberi putranya sebuah Alkitab untuk dibaca selama perjalanan tersebut dengan harapan agar menjadi sumber inspirasi dalam persiapannya memasuki perguruan tinggi. Selama perjalanan keliling dunia itu, William mendengar panggilan Allah agar dia meninggalkan karier bisnisnya yang menjanjikan sukses itu dan memberitakan Injil. Ia menulis lima kata pada halaman depan Alkitabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         TIDAK ADA YANG DAPAT MENGHALANGI-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  William masuk Universitas Yale di maba ia sangat terpengaruh   oleh Samuel Zwemmer untuk memikirkan tentang orang-orang yang belum percaya Yesus. William merasa bahwa Allah memanggil dia untuk bekerja dianatara orang-orang itu di China. Ia mengatakan kepada keluarganya bahwa ia tidak akan kembali ke bisnis keluarga setelah menyelesaikan pendidikannya di Yale, sebaliknya ia akan mengabdikan hidupnya untuk menjangkau jiwa-jiwa bagi Kristus. Ia menambahkan emapat kata  lagi di depan Alkitabnya  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         TIDAK ADA KATA MUNDUR –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Setelah menyelesaikan studinya di Universitas Yale dan  di Seminari, William tiba di Mesir untuk belajar bahasa Arab sebagai persiapan pelayanannya. Dalam waktu setahun setelah kedatangannya ia terkena radang selaput otak dan meninggal tidak lama setelah berumur 26 tahun. Ibunya pergi ke Mesir untuk mengumpulkan barang-barang pribadinya, salah satu diantaranya ialah Alkitabnya. Dan ia melihat tiga kata tambahan tertulis di depan Alkitab itu yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         TIDAK ADA PENYESALAN –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Apa yang dibutuhkan oleh dunia saat ini adalah suatu generasi orang percaya yang berkualiatas, dan mempunyai motto : “Tidak ada yang dapat menghalangi, tidak ada kata mundur dan tidak ada penyesalan”  Itu artinya , dimanapun, kapanpun, dan dalam keadaan apapun kita tetap bersedia ikut Yesus. Sudah siapkah anda??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-113777789050253410?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/113777789050253410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=113777789050253410&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777789050253410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777789050253410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/01/menyangkal-diri-memilih-sekolah-atau.html' title=''/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21265323.post-113777753565942002</id><published>2006-01-20T09:14:00.000-08:00</published><updated>2006-01-20T09:18:55.680-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;TAHUN BARU DI AMBANG PINTU&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;“Janganlah mengatakan, Mengapa zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang?" Pengkotbah 7:10 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;&lt;br /&gt;Setiap detik, menit, hari, minggu, bulan , bahkan tahun yang dilewati memberi pertanda bahwa TUHAN hendak mengajarkan kepada kita bahwa peristiwa-peristiwa yang sudah lalu itu tidak perlu “terlalu” dikenang kembali. TUHAN mengajarkan kepada kita memandang ke arah depan, masih banyak tugas yang harus kita kerjakan. Perkara-perkara di depan juga perlu menguras banyak tenaga dan pikiran.  Bersyukurlah kalau hingga hari ini TUHAN masih memberi kita kesempatan untuk masuk dalam kancah hari-harinya, karena pasti ada rencana besar yang sudah dirancang buat kita.&lt;br /&gt; Tahun yang baru kita lewati itu mempunyai warna tersendiri, ada yang melewati dengan penuh warna warni yang indah, dan ia boleh menikmati dengan suka-cita yang mendalam dan masih belum terhapus di dalam ingatannya, namun ada juga yang melewati dengan warna gelap dan kelabu, yang artinya ada banyak masalah dan kesulitan serta kegagalan  atau malapetaka yang dihadapi, namun bersama TUHAN ia telah membawa kita melewati semua yang penuh tragis itu dengan penuh kemenangan.&lt;br /&gt;Tanpa terasa waktu terus menuntun kita melangkah masuk ke tahun yang baru,  namun bagi orang percaya kita ini tidak sendirian. Melihat hari-hari depan kita yang penuh misteri, maka kalau kita hanya mengandalkan kemampuan diri kita sendiri itu berarti kita sedang mencari kesulitan sendiri. Kita tidak mungkin menghadapi hari depan ini tanpa pegangan yang kuat, yakni tuntunan dari tangan TUHAN. Segala sesuatu yang ada di dunia ini termasuk orang-orang yang paling dekat dengan kita tidak dapat menjamin kita untuk melangkah mulus di tahun yang Baru ini. Janji manusia yang begitu manis kelihatnnyapun ternyata dapat dibatalkan dengan segera,  sebab hanya janji TUHAN yang tidak pernmah berubah.&lt;br /&gt;Coba kita perhatikan Alkitab kita dalam Lukas 9 :62 “Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."  Kira-kira lima atau enam tahun yang lalu saya pernah berkali-kali  membesuk seorang kakek yang sudah berumur 96 tahun, saya masih ingat kalau bertemu dengan beliau maka ia suka sekali bercerita tentang masa lalunya, mulai dari pertama kali mendarat di Indonesia dari Tiongkok. Lalu ia melanjutkan cerita tentang  bagaimana sulitnya ia berjuang untuk mendapat sesuap nasi, kerja mati-matian banting tulang, kemudian ia mulai usaha kecil-kecilan sampai sekarang boleh menikmati hasil yang gemilang. Akhirnya dengan nada lemah ia berkata, saat ini ia sudah tua dan tidak berguna lagi, tinggal menunggu mati. &lt;br /&gt;Memang masa lalu itu mempunyai pelajaran tersendiri sebagai pengalaman bagi kita, tetapi firman TUHAN mengingatkan kita jangan menoleh ke belakang yang berarti, janganlah terbuai dengan kesenangan atau kesuksesan masa lalu , atau kegagalan masa lalu, sehingga lupa akan sekarang yang nyata di depan mata ini, masih banyak tugas yang perlu kita kerjakan.&lt;br /&gt; Semua orang tentu rindu kalau setiap saat  bertambah maju di dalam Dia. Tahun-tahun ini saja ada banyak hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dalam dunia ini, dan TUHAN rupanya mengijinkan itu terjadi di dalam hidup kita.  Mungkin ini merupakan pelajaran pengalaman pahit kita, namun jangan putus harap sebab masih ada janji yang manis yang bakal diberikan kepada kita kelak, asalkan kita tetap teguh berpegang pada janji-Nya.  Suka-duka yang kita alami di dalam hidup ini ibarat  bumbu masak, sehingga hasilnya adalah kenikmatan hidup, tentunya hidup itu akan menjadi bernilai  kalau di dalamnya ada TUHAN yang menopang kita.&lt;br /&gt;Walaupun masa lalu kita ada nilai plus maupun minus, kita tidak lagi memandang ke belakang, sebab TUHAN melihat hari ini. Apa yang kita lakukan dan kerjakan saat ini sangat menentukan. Adapun alasan-alasan mengapa kita harus beranjak dari masa lalu kita karena :&lt;br /&gt;1.      TUHAN SUDAH MEMBERESKAN DOSA-DOSA KITA&lt;br /&gt;  Firman TUHAN tidak pernah menipu kita, kalau di situ dikatakan apabila dosamu merah seperti kirmizi maka akan putih seperti salju, maka semua ini bukan omong kosong belaka. Namun inilah kenyataannya, itu sebabnya alasan mengapa TUHAN YESUS harus datang ke dunia ini dan  mati di atas kayu salib.  Injil Yohanes  1:7-9 mencatat "Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan".&lt;br /&gt;  Bersyukurlah kalau di dalam kesempatan hidup di dunia yang sementara ini kita sempat mengenal Allah dan boleh datang serta percaya kepada Dia, terus terang saja dosa kita sudah diampuni. Seperti seorang ibu yang risih kalau anaknya masih belum mandi, lalu ia marah sekali kalau ternyata sang anak sudah dimandiin masih saja bermain lumpur. TUHAN juga tidak ingin kita demikian bukan? Alkitab mencatat bahwa Allah mengampuni SEGALA dosa kita, yang artinya tidak ada yang tersisa.&lt;br /&gt;Nah kalau ALLAH sudah mengampuni dosa kita, masakan kita tidak disadarkan bahwa mesti melakukan sesuatu yang terbaik buat DIA. Apakah hidup kita begitu kebal sehingga tidak mengetahui kalau ALLAH sedang menunggu kita supaya kita boleh memperbaharui hidup ini? Hanya di dalam Yesus yang memampukan kita beranjak dari kebobrokan hidup ini. Demikian juga hanya Yesuslah yang memampukan kita menghadapi dunia yang rumit ini.&lt;br /&gt;2. KESALAHAN MASA LALU BUKAN UNTUK DIKENANG, TETAPI SEBAGAI PELAJARAN DAN PENGALAMAN&lt;br /&gt;.Kalau kita membiarkan kesalahan-kesalahan itu selalu membayangi kehidupan kita, bagaimanakah kita akan mendapatkan masa depan yang cerah dalam kehidupan ini. Yang Allah inginkan ialah janganlah sampai kesalah-kesalahan itu selalu mengikuti kehidupan kita, sehingga membuat diri kita selalu merasa bersalah terus-menerus, dan tidak pernah membangkitkan kita kembali dari kehancuran itu. Mazmur 37 : 23,24 TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.&lt;br /&gt;. Bahwa kini kita memiliki Allah, meskipun kita pernah jatuh , dan tidak tidak mampu lagi mengatasi hal-hal yang menimpa kehidupan ini. Dia bersedia mengangkat kehidupan kita kembali, supaya didalam memasuki tahun  yang akan datang kita akan mendapatkan hari-hari yang lebih indah dari pada hari-hari yang lampau. Begitukan yang kita harapkan?&lt;br /&gt;3. MARI BERANJAK , JANGAN MANDEK DI MASA LALU&lt;br /&gt;Sama seperti orang orang-orang Israel sewaktu mereka berada di dalam perjalanan dari Mesir menuju ke .Kanaan, tatakala menghadapi sedikit saja kesulitan mereka selalu mengenang kenikmatan sewaktu berada di Mesir. Mereka itu lupa bahwa kenikmatan di Mesir itu bersifat sementara, sedanagkan apa yang akan mereka capai ini sifatnya permanen. Itu sebabnya tidak heran kalau kita menemukan ada orang yang berfikir bahwa sebelum mengenal Tuhan Yesus rasanya hidup ini lebih baik daripada sekarang.&lt;br /&gt;Pengkotbah 7:10 Janganlah mengatakan: "Mengapa zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang?" Karena bukannya berdasarkan hikmat engkau menanyakan hal itu. .Firman Allah mengatakan bahwa sebenarnya masa yang dahulu bukan masa yang lebih baik dari masa sekarang, masa lalu itu bersifat sementara saja, yang di depan mata kita ini adalah masa kini. Bahkan masa lalu sudah lewat dan kita tidak pernah akan kembali ke masa lalu itu.&lt;br /&gt;Terlalau sering kita hanya mengingat kesuksesan kita pada masa lampau, lalu kita terbuai dengan itu semua,  kita lupa bahwa kita berada pada saat ini. Benar masa lampau kita penuh gemilang, tetapi itu sudah berlalu. Kalau kita kembali pada masa lampau apakah kita akan mendapat kemenangan? Apakah kita akan masuk ke tanah perjanjian yang sudah Allah sediakan? Kalau kita kembali pada masa lampau yang penuh dengan dosa apakah kita akan masuk kepada perkara-perkara yang Allah sediakan?. Kelihatannya menyenangkan, tetapi tidak dapat dibandingkan dengan apa yang Allah sediakan untuk masa yang akan datang. Amsal 24:14 Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang.&lt;br /&gt;Masa yang akan datang adalah manis seperti madu. Kalau kita memiliki hikmat yaitu Yesus dalam kehidupan kita , maka kita memiliki masa depan dan harapan, masa depan kita manis bagaikan madu yang akan kita rasakan dalam kehidupan kita. Namun bila kita kembali pada masa lampau kita, apakah kemanisan di dalam Allah di dalam Yesus itu akan kita rasakan dalam kehdupan kita? Memang ada tantangan, namun bukan berarti kita harus berlari pada yang lain di luar Yesus karena dunia ini tidak dapat memberikan harapan, dunia tidak dapat memberikan kehidupan yang manis bagai makan madu yang seperti Tuhan sediakan. Terlebih-lebih apabiala kita tetap saja menoleh kebelakang kita tidak layak untuk masuk kerajaan Allah yang sudah disediakan itu. Pandanglah ke depan, fokuskan, tidak ada godaanpun yang boleh menggoyahkan kita.&lt;br /&gt;4.                          KESUKSESAN MASA LAMPAU TELAH BERLALU, KITA BERADA PADA HARI INI&lt;br /&gt;Tatkala kita masih dikuasai dosa, kita berpikitr bahwa hidup kita pada waktu itu begitu enaknya, mengapa harus menderita mengikut Yesus? Bukankah banyak orang bilang kalau ikut Yesus itu harus menderita. Sudah cukuplah penderitaan kita selama ini, sekarang waktunya bersenang-senang, berfoya-foya, berpesta-pesta. Inilah konsep yang salah di dalam kehidupan ini.  Bagi rasul Paulus, kehidupan masa lalunya itu bagaikan sampah, itulah sebabnya di dalam surat Filipi ia berkata demikian “ Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (Filipi 3 :13,14) &lt;br /&gt;Sebagai seorang Rasul yang dipakai Allah ia tidak menganggap bahwa dirinya sudah mencapai apa yang diharapkan. Demikian juga kita, apabila kita sudah aktif ke gereja, rajin melayani, bahkan memberi banyak persembahan, jangan kita langsung menganggap bahwa kita sudah mencapai standart yang dituntut oleh TUHAN, belum tentu. Bisa saja kita ke gereja karena terpaksa, melayani karena sungkan dengan pacar, atau karena kebetulan tidak ada kegiatan di rumah, lalu kita terlibat melayani karena hobby, karena dibayar/diberi honor dan kita memberi persembahan yang banyak karena memang uang kita banyak.  Sering ditemukan orang yang seperti disebutkan di atas, akhirnya mencoba untuk berhenti mengerjakan sesuatu untuk TUHAN, karena menganggap dirinya sudah melakukan cukup banyakuntuk TUHAN.&lt;br /&gt;kita harus belajar dari Rasul Paulus , ia katakan “aku sendiri tidak menggap bahwa aku telah menangkapnya, aku melupakan apa yang ada dibelakangku, dan mengarahkan diriku pada apa yang didepanku. Bukan karena aku telah memperoleh hal itu atau telah sempurna, tapi aku mengejarnya kalau-kalau aku akan dapat menangkapnya karena aku telah ditangkap oleh Kristus Yesus”. Jangan menganggap kalau kita sudah menangkan jiwa, kita sudah diselamatkan , sudah merasa cukup, dengan keberhasilan-keberhasilan kita. Dalam memasuki tahun-tahun yang akan datang, jangan kita merasa puas, jangan meremehkan ibadah yang benar, Jangan mengharapkan perkara yang akan datang tidak lebih baik dari pada masa lampau. Kalau kita di dalam Kristus, berharap di dalam Dia, maka kehidupan kita akan terasa manis bagaikan madu. Apabila pengharapan kita ditujukan pada dunia, maka dunia itu jahat, banyak sekali akal busuknya. Berharaplah di dalam Dia karena ada masa depan dan pengharapan yang pasti di dalam Yesus.&lt;br /&gt;Ibrani 12:1,2 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk disebelah kanan takhta Allah.&lt;br /&gt;Ada pengajaran yang indah bagi kita semua saat ini.  Kalau ada yang merasa beban berat untuk melayani pekerjaan TUHAN tentu beban ini tidak dapat menjadi berkat bagi orang lain.  Pada saat ini fokus kita hanya tertuju pada TUHAN YESUS, IA sudah berkorban untuk kita, maka tidak ada beban yang terlalu berat bagi kita yang boleh menjadi alasn untuk enggan melayani DIA. Kadang keinginan daging begitu mengikat kita sehingga membuat kita sulit untuk berinisiatif melayani TUHAN. Mari, ambillah TEKAD untuk menghancurkan penghalang itu. Kalau tahun lalu ada kegagalan, mari kita ambil itu sebagai pelajaran yang berharga untuk memperbaikinya. Sebaliknya kalau tahun lalu kita sukses besar, jangan terbuai dan terlena, kita tidak tahu apa yang bakal terjadi besok. Namun yang paling pasti adalah menaruh pengharapan sepenuhnya kepada TUHAN YESUS , tentu ini bukanlah  pilihan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21265323-113777753565942002?l=buku2006.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku2006.blogspot.com/feeds/113777753565942002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=21265323&amp;postID=113777753565942002&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777753565942002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21265323/posts/default/113777753565942002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku2006.blogspot.com/2006/01/tahun-baru-di-ambang-pintujanganlah.html' title=''/><author><name>Saud Saumiman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02534772455293103307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
