KUALITAS HIDUP ORANG PERCAYA

Friday, January 20, 2006

DAMAI SEJAHTERA NATAL
(Lukas 2 : 10-11, Yer 6:14 dan Yes 9:5)

Setiap kita rindu akan adanya Damai Sejahtera. Siapapun dia, termasuk orang-orang yang jahat sekalipun , mereaka yang jahat, pembunuh, yang suka perang seperti Sadam Husein, ia juga membutuhkan Damai Sejahtera. Buktinya ketika Negara Iraq sudah porak poranda karena perang, dia berusaha mencari damai sejahtera untuk dirinya. Ia sembunyi di ruang bawah tanah; ia pikir di situ akan terdapat kedamaian. Namun ternyata di sana tidak ditremukan kedamaian, justru ia ditangkap di dalam gua itu. Ia salah alamat, sebab Damai Sejahtera tidak bisa diperoleh di dalam gua, tetapi Damai Sejahtera ada di dalam diriu Tuhan Yesus.

Anak saya yang kecil Philemon sering emosi atau marah-marah , karena dia belum pandai bicara jadi ia hanya katakan Ehmmm…ehmm….megapa? Karena sewaktu ia sudah ngantuk sekali mau tidur, kami masih ngobrol-ngobrol. Ia merasa tertganggu, tidak ada damai sejahtera. Ia juga butuh Damai Sejahtera, supyaa bisa tidur nyenyak. Apa yang dimaksud dengan Damai Sejahtera? Damai sejahtera itu berasal dari bahasa Ibrani yaitu Syalom. Arti kata syalom ini dapat kita gambarkan seperti keadaan-keadaan berikut ini:

Di dalam salah satu buku Renungan Natal seorang penulis mencatat tentang Syalom itu sebagai berikut :

“Tatkala bangsa dan Negara berada dalam persatuan, tidak ada perpecahan dan terkotak-kotak, maka dikatakan bahwa bangsa dan Negara berada dalam syalom. Ini merupakan syalom keutuhan.

Tatkala dua orang yang tadinya sempat bermusuhan sekarang akur kembali setelah beberapa waktu lamanya tidak menyapa, atau ada sepasang muda-mudi yang berpacaran lalu bertengkar dan putus , lalu sekarang dilanjutkan kembali. Maka dikatakan mereka memiliki syalom. Inilah yang disebut syalom keselarasan.

Pada waktu usaha rakyat kita sukses dan hasil kerjanya memuaskan serta tiap tiap orang tercukupi kebutuhan hidupnya, maka disebutlah rakyat dalam keadaan syalom. Di sini syalom berarti damai sejahtera atau makmur atau biasa disebut berkat. Kalau orang percaya meyeb utnya dengan berkat Tuhan.”

Sekarang permisi tanya, damai sejahtera apa yang anda dan saya alami selama ini? Apakah itu benar-benar damai sejahtera yang yang keluar sebagai cerminan dari Kasih Allah yang terdalam. Atau Damai Sejahtera yang semu, artinya kita bersorakkan Damai Sejahtera (syalom) tetapi sesungguhnya kita tidak memiliki Damai sejahtera itu. Seperti jeritan nabi-nabi palsu yang oleh Yeremia diejek “Mereka berkata Damai Sejahtera, Damai Sejahtera, Tetapi Dami Sejahtera itu tidak ada” Atau mereka mengatakan Syalom, tetapi sesungguhnya Syalom itu tidak kita alami. Damai sejahtera yang omonmg kosong atau semu.

Lihat Hosea 6:6 “Sebab Aku menyukai Kasih Setia, dan bukan korban sembelihan, dan menmyukai pengenalan akan Allah, lebih dari korban bakaran” Artinya bahwa Allah itu lebih membutuhkan pengenalan kita pada Dia dari pada apa yang kita berikan padal Dia. Orang yang suingguh-sungguh mengenal Allah, yakni Yesus sang Pendamai itu; secara otomatis akan memberikan yang terbaik buat Dia dan mendukung segala rencana-Nya. Sekarang timbul pertanyaan? Sudah seberapa jauh dan berapa lama kita terlibat dalam pelayanan buat Tuhan di gereja? Apakah itu baik, oh baik sekali? Apakah itu berguna Oh, berguna sekali? Apakah kita merasa senang oh senang sekali. Apakah itu bermanfaat, oh bermanfaat sekali. Namun, bukan itu yang terpenting, yang paling penting justru apakah engkau dan saya sudah mengalami Damai Sejahtera Dari Allah? Apakah engakau dan saya sudah mengundang Yesus lahir di dalam hati kita?

Kalau tradisi Amerika dan Kanada di musim Natal ini muncul sipemberi hadiah yakni Santa Clous. Hadiah dari Santa Clous itu cepat saja akan lenyap. Namun hadiah dari Tuhan Yesus itu itu tidak pernah lenyap. Ketika Yesus lahir ke dunia ini dengan meminjam sebuah kandang domba, itu menjadi peringatan bagi setiap kita untuk berhenti mencari Allah. Mengapa demikian? Karena kita tidak mungkin mencari Allah, hubungan kita dengan Allah sudah putus semenjak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, dan kita sudah rusak total. Namun Allah mengasihi kita ia tidak mau ciptaan-Nya binasa , Ia mengutus Anaknya yang Tunggal untuk menggantikan kita , menyelamatkan kita. Inilah hadiah terbesar yang melebihi apa yang diberikan oleh Santa Claus. Bersyukur bagi anda yang sudah mendapatkan hadiah itu, namun bagi yang belum, saat ini merupakan kesempatan terbaik untuk anda mengambil keputusan untuk menerimanya. Yesus datang meberikan Kedamaian bagi kita, damai dengan Allah, sehingga pintu Surga terbuka bagi kita.

Damai sejahtera yang kita terima semestinya juga tercermin di dalam seluruh kehidupan kita, artinya kita bukan hanya berslogan Damai Sejahtera., Damai Sejahtera tetapi kita sudah memiliki dan merasakan Damai Sejahtera itu. Dan yang paling penting melalui hidup kita sehari-hari tersalur Damai Sejahtera itu.

Di bawah ini saya mengutip sebuah Doa yang dipanjatkan oleh salah seorang Bapa Gereja yang bernama Francis De Asisi :

Tuhan, Jadikan aku alat bagi Kedamaian Mu,
Di mana ada kebencian, biarlah aku menabur Kasih
Di mana ada luka hati, biarlah aku menabur pengampunan
Di mana ada kebimbangan, biarlah aku menabur iman
Di mana ada keputus-asaan biarlah aku menabur pengharapan
Di mana ada kegelapan , biarlah aku menabur terang
Dan di mana ada kesedihan, biarlah aku menabur suka-cita
Oh Tuhan, tolonglah agar aku tidak mencari untuk dihibur, tetapi aku ingin menghibur, aku tidak mencari untuk dimengerti tetapi mengerti.
Tidak mencari untuk dikasihi, tetapi mengasihi,
Karena hanya dalam memberilah, kami menerima; dan mengampunilah kami diampuni. Dalam kematianlah, kami lahir kehidupan yang kekal. Amin


0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home