KUALITAS HIDUP ORANG PERCAYA

Friday, January 20, 2006

SUDAH TIBA SAATNYA

(IT'S TIME TO WAKE UP! TIME IS SHORT)

(Roma 13 : 11-14)


Beberapa hari yang lalu saya menerima sms dari seorang teman yang mengatakan bahwa salah seorang majelis gereja di kampung halaman saya telah dipanggil Tuhan, saya sempat terkesima juga, soalnya kurang lebih dua bulan yang lalu saya berkunjung ke rumahnya, hendak melihat almarhum, ternyata beliau yang sudah kelihatan sakit itu masih memaksakan diri bekerja. Jadi ceritanya saya tidak ketemu beliau pada waktu itu, hanya ketemu isteri dan anak perempuannya saja. Demikian juga Mingggu ke dua ini saya berkesempatan pelayanan Sacramento, saya masih berbincang-bincang dengan salah seorang aktifis gereja di sana, namun hari Selasanya, saya menerima email yang beritanya saudara tersebut telah meninggal, tanpa ada sebab musabab.

Saya merenung demikian, ternyata waktu kita semakin hari semakin dekat. Lalu apa yang kita perbuat dengan waktu yang singkat ini? Walaupun Tuhan memberikan kebebasaan kepada kita untuk memilih berbuat ini dan itu, namun kita perlu minta hikmat dari Dia supaya pilihan kita tidak salah.

Terus terang saja tidak semua orang yang datang ke gereja sudah insaf akan peringatan waktunya sudah dekat ini. Sebab masih banyak ditemukan mereka yang senantiasa hidup dengan memilih perbuatan yang salah ketimbangan benar. Rasul Paulus rupanya di sini bukan hanya menekankan hanya sekadar waktu yang singkatnya itu, tetapi apa yang harus dilakukan sebelum waktu yang singakt itu berakhir- artinya sebelum terlambat apa yang perlu dikerjakan?

Teman-teman yang tinggal di Amerika tentu sangat mengerti betapa pentingnya waktu itu. Ketika anda ke bengkel memperbaiki mobil ada kemungkinan sparepart yang hendak anda ganti hanya 50 $ tetapi karena untuk mengerjakannya harus membuka mesin-mesinnya, maka memerlukan waktu yang cukup panjang, boleh jadi ongkos total yang harus anda bayar menjadi 400$ atau 500$. Sehingga ada pepatah mengatakan “waktu itu adalah uang”.

Namun ada seorang pendeta yang protes terhadap pepatah ini, sebab menurut beliau kalau benar waktu adalah uang maka kita dapat memakai uang kita untuk membeli waktu itu. Seandainya Tuhan sudah menentukan kita berumur 90 tahuna harus meninggal, maka kita sejak muda bekerja mati-matian mengumpulkan tabungan, lalu dengan uang tersebut kita hendak pergi membeli waktu tambahan, supaya Tuhan jangan memanggil kita pada umur 90, melainkan umur 125, tentu tidak bisa bukan! Sebab uang tidak daapt membeli waktu. Lalu bagaimana usaha kita supaya menyelamatkan diri dari waktu yang ada? Apa yang harus kita kerjakan?

Di dalam ayat 12 rasul Paulus memberikan penegasan kepada kita, kita bakal konsentrasi di ayat ini, saya akan bagi menjadi tiga poin untuk menguraikannya.

1. IT'S TIME TO WAKE UP! Time is Short: Ingat, hari sudah jauh malam, telah hampir siang

Rasul Paulus mengerti jelas apa itu waktu yang singkat itu, tatkala mengaitkan dengan kehidupan pribadinya. Sebelum bertobat Paulus sudah sangat terkenal, ia bukan orang bodoh, ia orang yang sangat pintar. Gurunya saja guru besar Gamaliel yang sangat terkenal itu. Akal bulusnya juga banyak, bayangkan dia juga merupakan salah seorang dalang atas kematian Stefanus yang dilempar batu hingga mati gara-gara mempertahankan iman kepercayaan kepada Yesus. Namun Tuhan hendak memakai orang semacam itu. Oleh karena itu atas anugerah Tuhan, ia sanggup berubah. Kita tentu masih ingat perubahan dari Saulus menjadi Paulus berlangsung cukup drastis. Dan ini merupakan perubahan yang spontan, total, dan radikal. Paulus mengahargai sekali momen igtu, sehingga ia tidak menyia-nyiakan waktu tersebut walaupun ia harus menjalani kebutaan selama tiga hari.

Apa bila kita kembali ke atas melihat ayat 11, di sana dikatakan - ...............saatnya sudah tiba bagi kita untuk bangun dari tidur....., apa maksudnya??? Keadaan rohani yang tidak sesuai dengan dekatnya kita pada Kerajaan Allah dikiaskan dengan kata tidur. Oleh sebab itu apabila kita sungguh mengerti bahwa dunia ini betul-betul fana dan Raja atau Mesias kita bakal segera datang tanpa kita ketahui waktunya, maka tidak masuk akal kalau kita hidup seolah-olah tidak mau tahu atau cuek saja akan hal ini.

Ayat 12 yang kita baca, bagian awalnya berbunyi demikian : .........hari sudah jauh malam, telah hampir siang..... Saya kurang tahu apakah anda pernah memasuki keadaan ini pada dini hari? Ketika anda sibuk dengan paper atau stress dengan berbagai persoalan , sehingga malam hari tidak bisa tidur dan sampai menjelang pagi, di sana kita akan melihat keadaan samar-samar antara gelap menuju terang. Kalau di Indonesia kita mulai mendengar suara ayam berkokok, itu pertanda mau pagi. Maka semua harus segera bangun dari tidur. Kenapa , karena ada banyak hal yang harus dikerjakan!

Orang-orang percaya berada pada suatu perbatasan antara kegelapan dan terang. Yang kelihatan hanya samar-samar, namun sekarang saatnya sudah tiba bagi kita untuk bangun dari tidur. Artinya kita perlu waspada dan berjaga-jaga dan mulai melakukan sesuatu. Dan sesuatu yang harus kita lakukan itu adalah sesuatu yang positip.


2. IT'S TIME TO WAKE UP! Time is short : Mari, tanggalkanlah perbuatan kegelapan

William Barcley mengatakan ayat ini sangat berkesan sekali bagi beberapa teolog dan bapa-bapa gereja, salah satunya adalah Augustinus, yang melalui ayat ini dia bertobat. Suatu hari pada saat Augustinus sedang berjalan di dalam sebuah taman, hatinya sedang menderita, karena kegagalannya untuk hidup dengan baik. Berkali-kali ia berseru dengan sedih, “Berapa lama ? Berapa lama lagi? Besok dan besok lagi – mengapa tiodak sekarang? Mengapa tidak saat ini saja akhir kebobrokan moralku? Tiba-tiba ia mendengar suatu suara berkata : “Ambillah dan bacalah. “Kedengarannya seperti suara seorang anak kecil; ia memeras otaknya mengingat permainan anak-anak yang memakai kata-kata itu, tetapi ia tidak mendapatkannya. Ia lalu pergi dengan cepat ke Alypius, temannya yang sedang duduk , serta menaruh banyak buku-bukunya , khususnya surat kiriman rasul Paulus ini. “Aku mengambilnya dengan cepat dan membaca dengan tenang bagian yang pertama, kulihat : “Jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hari. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan utama dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya” Augustinus mengatakan lagi “saya tidak ingin dan tidak perlu membaca ayat-ayat lebih lanjut. Dengan berakhirnya kalimat itu, seolah-olah sinar jaminan itu tertuang dalam hatiku, semua bayang-bayang keraguan tercerai berai. Aku meletakkan jariku pada halaman itu dan menutup buku itu; aku memandang Alypius dengan tenang dan menceritakan kepadanya pengalamanku. Aku harus tanggalakan semua perbuatanku yang buruk itu.

Apa yang harus anda dan saya ditanggalkan? Tidak kebetulan kalau rasul Paulus memilih secara spesifik dosa-dosa khas yang harus kita singkirkan di dalam hidup ini.

1. Pesta Pora (komos)

Apa maksudnya? Apakah berarti orang-orang percaya tidak boleh berpesta? Apakah kita tidak boleh merayakan sesuatu acara, misalnya wisuda, ulang tahun dan sebagainya? Oh tentu tidak demikian. Kata pesta pora yang dipakai di sini adalah kata “komos”, artinya adalah sekelompok teman-teman yang ikut ke rumah pemenang setelah suatu perlombaan, menyanyikan pujian dan merayakan kemenangan itu. Kemudian hari kata itu berarti pesta pora yang terkesan membuat keributan dan onar sepanjang jalanan kota pada malam hari. Dan ini menggambarkan suatu pesta pora yang merendahkan martabat manusia dan mengganggu ketentraman orang lain.

Saya rasa kita tidak pernah berpesta sebrutal itu bukan! Namun tatkala kita hidup bersenang di atas penderitaan orang lain. Misalnya mempekerjakan orang-orang dengan gaji yang murah, memeras tenaganya, memperlakukan orang lainm dengan seenaknya, dan sebagainya , kita sudah tergolong di dalam pesta pora ini. Paulus mengatakan bahwa hal ini harus disingkirkan SEGERA !

2. Kemabukan (methe)
Orang Yunani menganggap mabuk ini adalah hal yang sangat memalukan sekali. Mereka memang peminum anggur, bahkan anak-anak kecil juga. Sarapan pagi mereka itu disebut akratisma, yang terdiri dari sepotong roti yang dicelupkan ke dalam anggur tersebut. Namun kemabukan tetap merupakan hal yang sangat memalukan bagi mereka, sebab anggur yang diminum oleh orang-orang Yunani itu telah diencerkan, dan menjadi minuman sehari-hari mereka, karena kondisi air yang tidak cukup dan membayakan kesehatan. Jadi kalau ada yang mabuk, berarti ada yang curang, kelebihan dosis.

Saya yakin anda tidak semabuk ini! Tetapi kalau minuman membuat anda lupa diri hari ini, maka dipersilahkan anda supya tinggalakn minuman itu segera. Pengaruh jaman, banyak sekali orang-orang muda samapi kaum dewasa dipengaruhi obat bius, ekstasi dan sebagainya. Bakah kalau di Amerika kita tidak jarang mendengar berita mereka menanam dan mengkonsumsi Mariyuana untuk konsumsi sendiri. Hiduop begitu bebas, sehingga tidak ada orang-orang yang perlu mengurus lagi. Mabuk kepayang! Paulus menegaskan masalah mabuk juga harus disingkirkan SEGERA!

3. Percabulan (koite)

Secara harafiah berarti, sebuah tempat tidur dan mempunyai arti keinginan akan tempat tidur yang terlarang. Inilah dosa kekafiran yang khas. Kata itu menggambarkan orang yang tidak punya kesetiaan dan mau menikmati kesenangan kapan dan dimana saja seenak hatinya.

Tatkala kita katakan anugerah Tuhan itu cukup bagiku, itu berarti manusis yang sadar pasti tidak berusaha menginginkan ini dan itu lagi. Cukuplah apa yang ada padaku. Namun, munculnya percabulan karena ketidakpuasan seseorang. Sekali lagi Paulus menegaskan harus dsingkirkan SEGERA!

4. Hawa Nafsu (aselgeia)

Kata ini merupakan kata yang terburuk dalam bahasa Yunani. Kata itu tidak hanya menggambarkan kebejatan moral, tetapi secara khusus menggambarkan orang yang telah kehilangan rasa malu. Umumnya orang kan berusaha menyembunyikan perbuatannya yang jahat, bila perlu jangan samapi ketahuan oleh sipapun, tetapi ini tidak, justru di dalam hati orang aselgia ini kadang seakan-akan sudah kebal dengan perbuatan jahatnya, ia tidak peduli bagaimana ia telah memamerkan dirinya sendiri, ia juga tidak peduli lagi pendapat orang-orang. Aselgia adalah berani melakukan dimuka umum hal –hal yang tidak pantas.

Tahun 1988-1989 saya pernah kuliah di sebuah sekolah Teologia di Bandar-Baru –Sumatera-Utara, yang diseberang kompleknya terdapat kompleks Wanita Tuna Susila atau nama kerennya PKS saya lupa kepanjangannya Penjaja Seks Komersial atau Pekerja Seks Komersial, tolong koreksi yang kawan. Jadi kalau saya hampir setiap minggu dua kali harus naik bus dari Medan menuju ke kampus Bandar Baru. Ketika kondekturnya mengetahui saya hendak turun di Bandar Baru, maka sebelumnya iapun menawrkan demikian, Saya lupa dia panggil Mas atau bos, tetapi barangkali “bos’, karena potongan saya kayak bos, tapi jahitannya tidak! (maaf gede rasa -GR) “Bos, apa perlu villa” ! Apa perlu dibantu booking!! Mau yang Tionghoa, hitam manis, putih juga ada!

Karena berkali-kali demikain maka pada kali yang lain saya naik bus, tatkala ditanya lagi begitu, saya sebut saja tujuan saya ke Sibolangit, maka saya tidak tidak mendapat tawaran lagi. Herannya sewaktu kuliah di Malang, pengalamannya persis, boleh dibilang sewaktu tahun ke tiga, hampir sebulan sekali saya mendapat giliran pelayanan ke sebuah gereja di Tretes – Jawa Timur. Tempat yang tidak ubahnya seperti Bandar Baru, jadi kalau malam minggu sehabis pelayanan, kadang saya bersama seorang teman yang mendapat tugas di Prigen hendak mencari sate. Banyak sekali tawaran semacam di atas muncul.

Dua tahun terakhir di Surabaya, saya kurang tahu kota lain, saya pikir sama saja, di sana juga bertebaran “nona-nona” cantik di sepanjang jalan tertentu, bahkan di kampus-kampus terkenal yang menawarkan aselgia dengan tanpa rasa malu lagi. Mereka dengan berpenampilan seksi, melambai-lambaikan tangan di pinggir jalan, anda jangan coba-coba berhenti, sebab begitu anda berhenti maka mereka segera menyerbu ke mobil anda, dan kalau perjanjiannya okey, segera boleh naik ke mobil anda.

Saya yakin anda mungkin tidak terjerumus sedalam itu, tetapi ingat tatkala di dalam kehidupan kita sudah terdapat ketidak sungkanan melakukan hal yang tidak pantas, apa bedanya dengan aselgia ini. Dengan tegas rasul Paulus mengatakan bahwa perbuatan ini harus disingkirkan juga dengan SEGERA!

5. Perselisihan (eris)

Eris itu adalah semangat yang timbul dari persaingan yang kotor dan tak terkendalikan,. Hal itu muncul dari keinginan untuk mendapatkan kedudukan, kekuasaan dan kehormatan yang dimilki lawannya. Inilah dosa yang pada awalnya mementingkan diri sendiri dan sama sekali bertentangan dengan kasih.

Bagi anda yang kerjanya sebagai pengusaha, perlu hati-hati dalam hal ini. Sebab sudah menjadi rahasia umum kalau di dalam bisnis sering muncul taktik-taktik kotor untuk menghancurkan orang lain. Kehidupan sehari-hari juga demikian, kita begitu senang dan selalu berusaha untuk menyingkirkan orang-orang yang tidak senang pada kita. Inilah eris itu, yang segera harus disingkirkan SEGERA!!

6. Iri hati (zelos)

Zelos ini tidak selalu merupakan kata yang pengertiannya negatif atau jahat. Kata itu dapat menggambarkan orang yang ingin menyamai kemuliaan orang lain, bila ia bertemu sifat baik, ia juga ingin memilikinya. Tetapi bisa juga berarti, iri hati atas ke atas kemuliaan dan keunggulan orang lain. Yang digambarkan di sini adalah sifat yang tidak puas dengan apa yang ia miliki dan memandang dengan iri hati setiap berkat yang diberikan pada orang lain, yang belum dimiliki. Zelos yang negatif harus seger disingkirkan SEGERA!!

Tetapi kalau ketemu zelos yang positip, rasanya perlu dipelihara baik-baik, kalau misalnya anda melihat seorang teman di gereja begitu rajin melayani Tuhan, lalu kita iri kepadanya, artinya kita juga berusaha untuk rajin, nah ini yang perlu di pertahankan. Anda melihat seorang teman yang dahulunya hidup bobrok, tetapi sekarang sudah berubah, menjadi orang yang sanat taat pada Tuhan dan baik, kita iri, dan kita juga berjuang untuk itu, tentu hal semacam ini tidak masalah. Bagi Paulus, iri yang menuju ke arah negatip itu harus segera disingkirkan! Tidak boleh menunggu lagi.


3. IT'S TIME TO WAKE UP! Time Is short : Jangan lupa kenakan perlengkapan senjata terang

Berlomba, berperang untuk mencapai kemenangan itu lebih gampang dari pada mempertahankan juara. Lihat saja mereka yang juara tinju, baik Muhamad Ali atau juga Mike Tyson, setiap saat harus mempertahankan juara mereka. Tidak gampang, Ia harus selalu menjaga staminanya, menjaga berat badan melalui diet dan latihan yang ketat. Dengan demikian barulah kemenangan itu dapat dapat dipertahankan. Riongrongan dari pihak lawan selalu ada setiap hari, bisa stress kali.

Paulus mengatakan setelah kita memperhatikan waktu tersebut, sembari menanggalkan perbuatan kegelapan, kita perlu mengangkat senjata, yakni perlengkapan terang . Tuhan Yesus sendiri merupakan perlengkapan senjatan terang itu. Untuk memakai pakaian senjata terang, kita perlu menanggalkan pakaian lama kita yang kusam. Pakaian yang kita kenakan saat ini atau yang sebelum diganti adalah kiasan tentang perbuatan jahat atau kebobrokan kita, sedangkan yang sudah diganti adalah perbuatan baik kita.

Apa bila kita menyimak apa yang Paulus inginkan, ia berkata bahwa perbuatan-perbuatan kegelapan ditanggalkan mendahului perintah untuk untuk mengenakan perlengkapan senjata. Dengan lain kata, kalau kita hendak mengundang Yesus masuk di dalam kehidupan kita, maka kehidupan yang lama itu harus disingkirkan SEGERA!! Sudahkah??

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home